“Tanah Kelahiran Leluhur Kami Diklaim,” Burhanudin, Saksi Sejarah 66 Tahun Talang Sebetung, Buka Suara!

Jumat, 21 Agustus 2026 - 11:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Saksi Sejarah Bicara: Burhanudin (66), tokoh masyarakat Tempirai Selatan, menunjuk area Talang Sebetung yang merupakan tanah kelahiran dan leluhurnya selama 39 tahun. Ia merinci batas tradisional, bukti fisik, dan sejarah panjang pemukiman tersebut di hadapan warga, menegaskan klaim pihak luar adalah tidak berdasar. (Foto: Dok/tintamerah.co)

Saksi Sejarah Bicara: Burhanudin (66), tokoh masyarakat Tempirai Selatan, menunjuk area Talang Sebetung yang merupakan tanah kelahiran dan leluhurnya selama 39 tahun. Ia merinci batas tradisional, bukti fisik, dan sejarah panjang pemukiman tersebut di hadapan warga, menegaskan klaim pihak luar adalah tidak berdasar. (Foto: Dok/tintamerah.co)

PALI | tintamerah.co -, Di tengah memanasnya sengketa tapal batas antara Pemerintah Desa Tempirai Selatan dengan Desa Mangkunagara dan Mangkunegara Timur, sosok kunci akhirnya muncul. Burhanudin (66), seorang tokoh masyarakat Desa Tempirai Selatan yang lahir dan menghabiskan masa mudanya di Talang Sebetung, memberikan kesaksian mendalam dan menggugah soal sejarah wilayah tersebut. Wawancara eksklusif dengan tintamerah.co pada Kamis (13/8/2026) di Talang Sebetung, mengungkap fakta-fakta yang selama ini terpendam.

Lahir dan Dibesarkan di Talang Sebetung

Dengan tegas, Burhanudin menyatakan, “Sepengetahuan hidup saya, mulai sejak lahir sampai sekarang… saya lahir di tanah ini. Di situ tempat rumah,” sambil menunjuk lokasi bekas rumahnya di sebelah balai. Ia bermukim di Talang Sebetung sejak lahir pada tahun 1960 hingga 1997, sebuah periode selama 39 tahun. Kepindahannya ke Tempirai semata-mata untuk mengakses pendidikan, karena Talang Sebetung saat itu adalah wilayah yang terpencil. “Dulu kan… warga tersingkir, kan, Talang namanya, kan,” ujarnya.

BACA JUGA  Pj Bupati PALI Hadiri Rapat Paripurna Istimewa HUT PALI ke-8

Batas Tradisional: Bukan Koordinat, Tapi Wilayah Pemukiman dan Usaha

Burhanudin menjelaskan bahwa leluhur mereka mendefinisikan batas bukan dengan titik koordinat, melainkan melalui wilayah pemukiman dan lahan usaha. “Jadi batas-batasnya itu ya wilayah pemukiman. Wilayah pemukiman. Nah, tempat huni penduduk dengan usaha.”

Ia merinci secara runut batas wilayah tradisional Tempirai (sekarang Tempirai Selatan) yang mencakup:

  • Jembatan Terusan Toman
  • Sungai Randi Kotong
  • Batanghari Sebagut
  • Suwak Blide, Suwak Medang
  • Sebagut Tue
  • Ujung Danau Sebetung
  • Batang Hari Danau Sebetung (hulu)
  • Paye Sebetung
  • Areal Talang Lampung Kasap
  • Talang Tanjung Heran
  • Talang Deras

“Nah, kami tahu di wilayah ini. Wilayah Sebetung ini, Pak,” tegasnya, menandaskan penguasaan wilayah tersebut secara turun-temurun.

BACA JUGA  PT BSEE Memperbaiki Jembatan Jerambah Besi Desa Kerta Dewa

Bukti Nyata: Lahan Pertanian, Pusaka Puyang, dan Objek Lelang Desa

Lebih dari sekadar ingatan, Burhanudin memiliki bukti nyata. Lahan di sekitarnya adalah bekas perkebunan milik orang tuanya dan warga Tempirai. Bukti sejarah kedua adalah “Tugunisan, peninggalan anak puyang kami dulu,” yaitu makam Anak Puyang Sungai Rande yang terletak di belakang lokasi wawancara dan sekarang dikelola oleh Pak Subiyanto.

Bukti ketiga adalah kepemilikan kolektif atas berbagai sungai, suwak, dan danau di wilayah tersebut. Daftar panjang objek lelang desa ini, termasuk Sungai Terusan Kepas, Sungai Danau Badar Besar, Sungai Danau Badar Kecil, Sebagut Tue, Danau Sebetung, Sungai Poron, dan Sungai Lamban Kasam, telah menjadi milik Desa Tempirai sejak zaman dahulu dan belum pernah terkait dengan desa lain.

“Itu adalah objek lelang di Desa Tempirai yang sejak zaman dulu belum ada kaitannya dengan desa-desa lain,” imbuhnya, menyiratkan kebingungannya atas klaim pihak luar.

BACA JUGA  Bupati Asgianto Bentuk Tim Pansel Isi Jabatan Kosong di PDAM, Posisi Direksi Dilelang, Simak Ulasannya!

Sejarah Pemukiman dan Kepala Talang

Burhanudin juga mengenang masa-masa kejayaan Talang Sebetung, yang dahulu dihuni sekitar 50 Kepala Keluarga (KK) di rumah-rumah panggung tradisional. Selama masa kepemimpinan di tingkat desa (Krio, Pasirah, hingga Kades), Talang Sebetung selalu memiliki perwakilan kepala talang. Ia mengingat beberapa kepala talang secara berurutan:

  1. Kudir (sekitar tahun 70-an)
  2. Hamidin (anak Kudir)
  3. Cai (yang kemudian pindah ke Mangkunagara)
  4. Hairul Yahya (atau Senandung Yahya, sebagai kepala talang terakhir)

Kesaksian Burhanudin menutup celah bagi keraguan siapa pemilik sah Talang Sebetung. Bagi beliau, ini bukan sekadar sengketa wilayah, melainkan pertahanan atas tanah kelahiran dan sejarah leluhurnya.

 

Penulis: Efran | Editor: tintamerah.co

Berita Terkait

Skandal “Bangkai Besi” Berulang: Mesin ATM Mandiri Simpang Lima Pendopo PALI Rusak Lagi, Manajemen Cuek dan Alergi Perbaikan Total?
Layanan Bobrok, ATM Mandiri PALI Mangkrak: Anggaran Ada, Solusi Tiada!
Kado Pahit HUT ke- 28 Bank Mandiri Untuk Nasabah PALI: Mesin ATM Rusak Bertahun-Tahun di Hari Jadi Korporasi
Skandal “Bangkai Besi” ATM Mandiri PALI: Layanan Bobrok & Merugikan Nasabah, Ketua LSM Serampuh Desak Pinca Dicopot!
Skandal “Bangkai Besi” ATM Bank Mandiri Cabang Pendopo PALI, Pimpinan Cabang Diduga “Alergi” Konfirmasi dan Abaikan Hak Nasabah
Bongkar Dugaan Rekrutmen Tertutup Pertamina Adera Field: DPRD PALI Layangkan Surat Pemanggilan Resmi, Tuntut Keadilan Bagi Tenaga Kerja Lokal
PA GMNI PALI: Tidak Boleh Ada Rekrutmen Tertutup, Setiap Perusahaan Harus Terbuka dan Non-Diskriminatif
Firdaus Hasbullah: Tiga Tim ORADO PALI Siap Harumkan Nama Daerah di Turnamen 101 Piala Panglima TNI

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:58 WIB

Skandal “Bangkai Besi” Berulang: Mesin ATM Mandiri Simpang Lima Pendopo PALI Rusak Lagi, Manajemen Cuek dan Alergi Perbaikan Total?

Jumat, 2 Oktober 2026 - 17:48 WIB

Layanan Bobrok, ATM Mandiri PALI Mangkrak: Anggaran Ada, Solusi Tiada!

Jumat, 2 Oktober 2026 - 17:32 WIB

Kado Pahit HUT ke- 28 Bank Mandiri Untuk Nasabah PALI: Mesin ATM Rusak Bertahun-Tahun di Hari Jadi Korporasi

Jumat, 2 Oktober 2026 - 16:16 WIB

Skandal “Bangkai Besi” ATM Mandiri PALI: Layanan Bobrok & Merugikan Nasabah, Ketua LSM Serampuh Desak Pinca Dicopot!

Jumat, 2 Oktober 2026 - 14:42 WIB

Skandal “Bangkai Besi” ATM Bank Mandiri Cabang Pendopo PALI, Pimpinan Cabang Diduga “Alergi” Konfirmasi dan Abaikan Hak Nasabah

Berita Terbaru