Tersandera Janji Manis, Peserta Senam LLI Sentil Istri Bupati: “Hanya Datang Sekali, Setelah Itu Tak Pernah Muncul Lagi!”

Minggu, 7 Juni 2026 - 17:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARA HATI LANSIA: Yulia Erlinda Yahya (tengah), salah satu peserta Senam LLI saat memberikan keterangan tegas kepada tintamerah.co di Lapangan Sanggar Pramuka Gelora November Pendopo, Minggu (7/6/2026). Ia menyentil kehadiran istri Bupati PALI yang hanya datang sekali dan berharap pemerintah daerah memberikan dukungan nyata berupa fasilitas kesehatan serta apresiasi berkala bagi komunitas lansia yang telah 5 tahun mandiri tanpa bantuan. (Foto: Dok/tintamerah.co)

SUARA HATI LANSIA: Yulia Erlinda Yahya (tengah), salah satu peserta Senam LLI saat memberikan keterangan tegas kepada tintamerah.co di Lapangan Sanggar Pramuka Gelora November Pendopo, Minggu (7/6/2026). Ia menyentil kehadiran istri Bupati PALI yang hanya datang sekali dan berharap pemerintah daerah memberikan dukungan nyata berupa fasilitas kesehatan serta apresiasi berkala bagi komunitas lansia yang telah 5 tahun mandiri tanpa bantuan. (Foto: Dok/tintamerah.co)

PALI | tintamerah.co -, Kemeriahan Sunday Morning di Lapangan Sanggar Pramuka Gelora November Pertamina Pendopo, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Minggu (7/6/2026), menyimpan riak kegelisahan yang mendalam. Di balik dentuman musik dan semangat ratusan lansia yang menolak renta, terselip sebuah sentilan tajam yang dialamatkan langsung kepada istri orang nomor satu di Bumi Serepat Serasan.

Yulia Erlinda Yahya, seorang peserta aktif asal Pasar Bhayangkara, blak-blakan membuka suara saat diwawancarai oleh tintamerah.co. Di tengah peluh usai senam, Yulia menyentil komitmen istri Bupati PALI yang dinilai hanya sekadar singgah lalu menghilang tanpa bekas.

“Kami kemarin, istrinya Pak (Bupati) kan pernah ikut senam di sini. Berarti dia sudah tahu ada senam LLI (Lanjut Lansia Indonesia) di sini. Tahu, sudah tahu dia. Nah, tapi maksud kami kayak gitu, sesekali apa 3 bulan sekali apa 4 bulan sekali diadakanlah doorprize untuk kami,” cetus Yulia dengan nada lugas dan kecewa.

BACA JUGA  Tiga Terakhir Elpiji "Disunat", Pelaku UMKM PALI Bongkar Praktik Segel Rusak di Pengecer

Menurut Yulia, kehadiran istri bupati tersebut hanyalah pemandangan satu kali yang hingga detik ini tidak pernah terulang lagi. Baginya, kaum lansia tidak menuntut hal yang muluk-muluk, melainkan perhatian nyata dan keberlanjutan dukungan.

Mandiri Tanpa Sentuhan Pemerintah: Realitas 5 Tahun LLI

Pernyataan menohok dari Yulia ini seolah mengonfirmasi dan memperkuat laporan investigasi tintamerah.co sebelumnya yang bertajuk “Menolak Renta di Gelora November, Lima Tahun Senam LLI Tanpa Sentuhan Pemerintah, Ke Mana PALI Bergerak?”.

Selama lima tahun berjalan sejak era kepemimpinan sebelumnya, aktivitas yang kini merangkul hingga 150 peserta dari yang awalnya hanya 40 orang ini, murni bertahan berkat kekuatan swadaya. Tidak ada anggaran khusus, tidak ada fasilitas plat merah, apalagi suntikan dana dari dinas terkait.

  • Iuran Sukarela: Untuk bertahan, para lansia ini mengumpulkan iuran sukarela mulai dari Rp2.000, Rp5.000, hingga Rp10.000 setiap minggunya.
  • Alokasi Dana: Uang yang terkumpul (berkisar Rp100.000 hingga Rp330.000) digunakan secara mandiri untuk membeli air minum hingga memutar doorprize kecil-kecilan demi menjaga semangat peserta.
  • Nihil Bantuan Sektoral: Hingga saat ini, belum pernah ada kontribusi atau sumbangsih nyata dari anggota dewan maupun pejabat pemerintah daerah.
BACA JUGA  Kapolsek Penukal Abab Menghadiri Kegiatan Musyawarah Desa Khusus

Yulia berharap pemerintah tidak menutup mata. Selain hiburan doorprize, para lansia sangat mendambakan adanya program pemeriksaan kesehatan gratis secara berkala di lokasi senam dengan menghadirkan dokter atau tenaga medis.

Kontradiksi dengan Misi Perputaran Ekonomi Sunday Morning

Apatisnya sikap pemerintah terhadap geliat senam LLI ini menjadi sebuah kontradiksi yang ironis jika dikaitkan dengan rilis tintamerah.co terdahulu mengenai pernyataan Kepala Dinas Koperasi dan UKM PALI dalam artikel “Kadiskop UKM PALI Bongkar Misi Utama Sunday Morning: Putar Roda Ekonomi, Jaga Daya Beli, dan Benteng Agar Kuliner PALI Tak Lari ke Luar Daerah”.

Bagaimana mungkin Sunday Morning digadang-gadang sebagai episentrum perputaran roda ekonomi dan benteng kuliner lokal, jika aktor utama yang meramaikan lapangan tersebut—yaitu komunitas senam LLI—justru dibiarkan berjuang sendirian tanpa atensi? Semangat ratusan lansia yang berkumpul setiap minggu adalah bahan bakar utama yang menghidupkan lapak-lapak UMKM di sekeliling Gelora November. Jika komunitas ini layu karena abainya pemerintah, maka misi besar menjaga daya beli masyarakat PALI dipastikan ikut pincang.

BACA JUGA  Bupati PALI: Diversifikasi Pertanian Untuk Meningkatkan Penghasilan Petani

Para lansia di Gelora November telah membuktikan konsistensi mereka untuk sehat dan menggerakkan massa. Kini, bola panas berada di tangan pemerintah daerah dan para pemangku kebijakan: Apakah mereka akan tetap diam, atau mulai melangkah nyata menepati janji-janji yang telanjur dititipkan lewat kunjungan singkat sekali tempo itu?

 

Penulis: Efran | Editor: tintamerah.co

Berita Terkait

Mitigasi Bencana Nol, FPR PALI Tuntut Pertamina Bertanggung Jawab: Jangan Korbankan Rakyat Demi Nafsu Industri!
KELALAIAN BRUTAL PERTAMINA PENDOPO: Warga Talang Gas & RSA PALI Siap Gelar Aksi Akbar Jika Tuntutan Diabaikan!
Urat Nadi Warga Talang Gas Disedot Tanpa Ampun: Company Man Rig TMMJ #05 Akhirnya Temui Warga, Desak Pengajuan Surat Tertulis
Mitigasi Bencana Nol, Pertamina & TMMJ Justru Rampas Urat Nadi Warga Talang Gas, PALI: Sungai Penukal Kering Total, Publik Desak Sanksi Tegas!
Perasaan Mendalam Bupati Asgianto Ditinggal Almarhumah Ibunda Hj. Salbiah: “Berat Sekali, Rasa Mau Lepas Kepala”
Bupati Asgianto: Selagi Ibumu Masih Hidup, Sayangi!
Restui Desakan Warga PALI, Gubernur Sumsel Sepakat Cabut Pergub No. 40/2017
Solidaritas Tanpa Batas: Insan Pers Bumi Serepat Serasan Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis yang Hilang di Anak Krakatau

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 13:30 WIB

Mitigasi Bencana Nol, FPR PALI Tuntut Pertamina Bertanggung Jawab: Jangan Korbankan Rakyat Demi Nafsu Industri!

Minggu, 20 September 2026 - 12:32 WIB

KELALAIAN BRUTAL PERTAMINA PENDOPO: Warga Talang Gas & RSA PALI Siap Gelar Aksi Akbar Jika Tuntutan Diabaikan!

Minggu, 20 September 2026 - 11:59 WIB

Urat Nadi Warga Talang Gas Disedot Tanpa Ampun: Company Man Rig TMMJ #05 Akhirnya Temui Warga, Desak Pengajuan Surat Tertulis

Minggu, 20 September 2026 - 11:12 WIB

Mitigasi Bencana Nol, Pertamina & TMMJ Justru Rampas Urat Nadi Warga Talang Gas, PALI: Sungai Penukal Kering Total, Publik Desak Sanksi Tegas!

Jumat, 18 September 2026 - 12:05 WIB

Perasaan Mendalam Bupati Asgianto Ditinggal Almarhumah Ibunda Hj. Salbiah: “Berat Sekali, Rasa Mau Lepas Kepala”

Berita Terbaru