PALI | tintamerah.co -, Di balik riuh rendah suasana mudik Idul Fitri 1447 H, sebuah pertemuan penting terjadi di kediaman tokoh muda asal Desa Tempirai, Taufik Arahman. Bukan sekadar temu kangen biasa, momen ini menjadi ajang konsolidasi gagasan antara praktisi bisnis nasional dan pembuat kebijakan di level legislatif.
Dua raksasa dunia bisnis asal PALI, H. Adi GMJ dan Abdul Rizal, S.Pd., MM, terlihat duduk satu meja dengan Taufik Arahman, yang kini menjabat sebagai Anggota DPRD Provinsi Banten Komisi V dari Fraksi Demokrat. Ketiganya mewakili wajah sukses perantau PALI yang tetap menaruh hati pada tanah kelahiran.
Sinergi Ekonomi dan Kebijakan
Diskusi yang berlangsung hangat di bawah atap kediaman Taufik di Tempirai ini menyoroti satu tema besar: Bagaimana modal ekonomi dan kekuatan politik dari perantauan bisa ditarik kembali untuk mempercepat transformasi Kabupaten PALI.
- Adi GMJ, pengusaha sukses yang dikenal dengan jaringan bisnisnya yang luas, menegaskan bahwa kemajuan PALI tidak bisa hanya mengandalkan anggaran pemerintah.
“PALI memiliki potensi luar biasa, tapi kita butuh keberanian untuk membuka keran investasi dan kolaborasi sektor swasta yang lebih progresif. Silaturahmi hari ini adalah bentuk komitmen kami bahwa sejauh mana pun kami melangkah, kontribusi untuk PALI adalah kewajiban moral,” tegas H. Adi saat diwawancarai tintamerah.co diselah-selah pertemuan tersebut, Minggu (22/3/2026).
Senada dengan itu, Abdul Rizal, S.Pd., MM, menyoroti pentingnya sinkronisasi antara peningkatan kualitas SDM dan infrastruktur yang menunjang sektor ekonomi kerakyatan.
“Kunci PALI Maju adalah kolaborasi yang konkret. Kita tidak bisa lagi bekerja sendiri-sendiri. Sektor bisnis harus mampu menciptakan lapangan kerja, sementara para tokoh di pemerintahan memastikan regulasinya memihak pada rakyat. Ini adalah pondasi kita menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Abdul Rizal dengan lugas.
Suara dari Kursi Legislatif: Menjembatani Aspirasi
Sebagai tuan rumah dan representasi tokoh PALI di level pemerintahan Provinsi Banten, Taufik Arahman melihat pertemuan ini sebagai momentum “pulang kampung” yang produktif. Baginya, pengalaman memimpin dan mengawasi kebijakan di Banten adalah modal yang ingin ia bagikan untuk kemajuan daerah asalnya.
“Membangun daerah itu butuh networking dan ketegasan visi. Saya melihat energi yang sangat besar dari Bang Adi dan Pak Abdul Rizal. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat—baik yang di kampung halaman maupun di perantauan—untuk merapatkan barisan. Jangan hanya jadi penonton, mari ambil bagian dalam membangun PALI,” cetus Taufik.
Ajakan Kolektif: PALI Maju, Indonesia Emas
Di akhir pertemuan, ketiga tokoh ini mengeluarkan seruan bersama kepada seluruh warga Penukal Abab Lematang Ilir. Mereka menekankan bahwa jargon “PALI Maju” tidak akan tercapai tanpa adanya persatuan di atas kepentingan pribadi atau kelompok.
“Mari kita jadikan Idul Fitri ini sebagai titik balik. Buang ego, satukan langkah. Kontribusi sekecil apa pun dari kita adalah bahan bakar utama untuk membawa PALI bersaing di tingkat nasional, selaras dengan cita-cita besar Indonesia Emas,” tutup mereka secara kolektif.
Pertemuan di Desa Tempirai ini seolah mengirimkan pesan kuat: Bahwa bagi putra daerah PALI, mudik bukan sekadar tradisi, melainkan ajang konsolidasi untuk membangun masa depan yang lebih bermartabat.
Laporan: Efran | Editor: tintamerah.co















