Viral di Facebook: Perjuangan Guru SDN 43 Talang Ubi Berjibaku dalam Lumpur Demi Mengajar di Pelosok PALI

Rabu, 6 Mei 2026 - 15:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah guru perempuan SDN 43 Talang Ubi berjibaku melintasi jalan tanah merah yang berlumpur dan licin menuju Dusun IV Talang Kampai, Desa Benuang, Kecamatan Talang Ubi, PALI. Di tengah status daerah sebagai lumbung migas, para tenaga pendidik ini harus bertaruh keselamatan dan jatuh bangun demi mengajar anak-anak di pelosok desa. (Foto: Tangkapan Layar Facebook)

Sejumlah guru perempuan SDN 43 Talang Ubi berjibaku melintasi jalan tanah merah yang berlumpur dan licin menuju Dusun IV Talang Kampai, Desa Benuang, Kecamatan Talang Ubi, PALI. Di tengah status daerah sebagai lumbung migas, para tenaga pendidik ini harus bertaruh keselamatan dan jatuh bangun demi mengajar anak-anak di pelosok desa. (Foto: Tangkapan Layar Facebook)

PALI | tintamerah.co -, Sebuah unggahan di media sosial Facebook mendadak viral dan menyedot simpati publik. Postingan tersebut memperlihatkan potret memprihatinkan sekaligus heroik dari para guru yang hendak mengajar, namun harus berjibaku melewati jalanan tanah yang berubah menjadi kubangan lumpur pekat. Medan berat ini merupakan akses utama menuju Dusun IV (Talang Kampai), Desa Benuang, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan.

Dalam foto yang beredar, tampak motor para pahlawan tanpa tanda jasa ini terbalik di tengah jalan berlumpur. Pakaian dinas mereka yang semula rapi, terpaksa kotor dan penuh noda tanah demi bisa sampai ke ruang kelas.

Isi Caption & Komentar yang Viral

Unggahan yang dibagikan oleh warga setempat tersebut menyertakan narasi yang menyentil nurani publik:

Isi Caption Postingan: “Ya Allah, kasihan jingok (lihat) perjuangan ibu-ibu guru kami yang nak (mau) ngajar di Dusun IV Desa Benuang, Kecamatan Talang Ubi. Badan la penuh lumpur galo, motor tepater (tertanam), jalan cak (seperti) kubangan sawah. Padahal dekat siko (sini) ado sumur minyak besak, tapi jalan ke sekolah cak ini lah dari dulu dapet dibenari. Tolong pak pemerintah, tengoklah nasib guru dan anak-anak kami di Dusun IV ko. Semangat terus bu guru, perjuangan kamis luar biasa! 😭💪

#KabupatenPALI #DesaBenuang #TalangUbi #PeduliPendidikan #InfrastrukturJalan”

Sontak, postingan ini langsung dibanjiri komentar dari netizen dan warga lokal. Banyak yang memberikan apresiasi tinggi, namun tidak sedikit pula yang mengkritik lambatnya pembangunan infrastruktur di wilayah tersebut:

  • @Rian_PutraPali: “Miris nian nengoknyo. Daerah kito ni lumbung energi, minyak melimpah, tapi jalan ke sekolah cak jalan ke hutan rimba. Kemano bae anggaran daerah tu? Salut buat ibu guru, semogo berkah!”
  • @Siti_Rahma99: “Nangis nengok video ini. Baju dinas putih bersih langsung berubah coklat galo. Semangat bu guru, tuhan yang bales kebaikan ikhlas kamis semua.”
  • @Andi_Sumsel: “Cc: Dinas PU PALI, Bupati PALI, tolong ditengok ini pak. Ini urusan mencerdaskan anak bangsa, cemano anak-anak nak maju kalau gurunyo bae bertaruh nyawa tiap hari nak ke sekolah.”
  • @WargaBenuang: “Iko lah jalan kami sehari-hari pak. Kalau lah hujan, jangankan motor, mobil bae pacak tepater. Kasihan guru-guru pendatang, demi anak kami mereka rela cak ini.”

Makanan Sehari-hari, Guru Tetap Semangat

Saat dikonfirmasi, Kepala SDN 43 Talang Ubi, Armansyah, S.Pd., membenarkan bahwa medan ekstrem tersebut merupakan “makanan” sehari-hari bagi para tenaga pendidiknya. Dari total 8 orang guru yang mengajar di sekolah dengan jumlah 59 murid tersebut, mayoritas harus menempuh perjalanan jauh dari luar desa.

BACA JUGA  Wujud Sinergitas Polres dan Media Mitra Humas Polres Pali Ikuti Lomba Layangan Sawangan

Meski baju dinas kotor dan tubuh dipenuhi lumpur, Armansyah menegaskan bahwa dedikasi para guru tidak surut sedikit pun demi masa depan anak-anak di pelosok PALI.

“Saya tidak mengeluh walaupun ditempatkan di daerah tersebut. Guru-guru di sini tidak ada yang protes, tetap semangat untuk mengajar walaupun kondisi jalan sangat memprihatinkan. Harapan kami, jalan tersebut bisa segera dibangun,” ungkap Armansyah saat dihubungi tintamerah.co, Rabu (6/5/2026).

Eksodus Warga dan Harapan pada Pertamina

Berdasarkan informasi yang dihimpun, jarak tempuh menuju sekolah tersebut sebenarnya hanya sekitar 4 kilometer dari pusat Desa Benuang. Sebagian jalan memang sudah dicor dan diaspal, namun menyisakan sekitar 2 kilometer yang masih berupa jalan tanah liat. Jika hujan deras mengguyur, jalur ini langsung berubah menjadi jebakan lumpur yang mematikan urat nadi perekonomian dan pendidikan.

BACA JUGA  Idul Adha dalam Perspektif Efran sebagai Wartawan

Dampak dari akses jalan yang tak kunjung membaik serta sulitnya mata pencaharian membuat populasi Dusun IV kian menyusut. Banyak warga Talang Kampai yang akhirnya memilih eksodus (pindah) ke Desa Benuang dan Beruge Darat.

Secara geografis, wilayah ini berbatasan dengan wilayah operasional perusahaan pelat merah. Kontras dengan jalur Talang Kampai, akses dari Desa Baturaja, Kabupaten Muara Enim menuju wilayah tersebut justru sudah mulai dibangun cor beton oleh PT Pertamina Adera Field.

Kini, secercah harapan digantungkan para guru dan sisa warga yang bertahan kepada perusahaan tersebut. “Harapan kami, jalan Talang Kampai ini juga bisa ikut dibangun dan dicor oleh Pertamina, agar anak-anak bisa sekolah dengan layak,” pungkas Armansyah.

BACA JUGA  Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan dan Perlindungan Anak Menjadi OPD Pelayanan Publik Terbaik III Tahun 2021

Upaya Konfirmasi Kepada Pemkab PALI

Sementara itu, guna keberimbangan berita, tim redaksi tintamerah.co sudah berusaha mengkonfirmasi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten PALI, Ristanto Wahyudi, pada Rabu (6/5/2026). Namun hingga berita ini ditayangkan, belum mendapat respon dari yang bersangkutan. Pesan konfirmasi yang dikirimkan melalui aplikasi WhatsApp terpantau masih berstatus centang satu alias belum aktif atau belum tersampaikan.

Hingga saat ini, warga dan para tenaga pendidik di Dusun IV Desa Benuang masih menanti tindakan nyata dari dinas terkait agar akses jalan tersebut tidak lagi menjadi “horor” berkepanjangan bagi urat nadi pendidikan di Bumi Serepat Serasan.

 

Penulis: Efran | Editor: tintamerah.co

Berita Terkait

Wabup PALI Iwan Tuaji: Pancasila Jangan Cuma Jadi Hiasan Dinding Kantor dan Buku Sejarah!
Membumikan Pancasila di Bumi Serepat Serasan: Kaban Kesbangpol PALI Ajak ASN dan Pemuda Jadi Agen Perdamaian
Raih Gelar Magister Hukum di Tengah Kesibukan Wakil Rakyat, Muhammad Budi Hoiru Tegaskan Komitmen Kawal Regulasi PALI
Hari Lahir Pancasila, Firdaus Hasbullah Bakar Semangat Generasi Muda: Rawat Nilai Kebangsaan, Jangan Hanya Jadi Slogan!
Jeritan Warga Ring 1 Diabaikan! APMAB Kutuk Sikap Eksklusif Pertamina Field Adera, Desak DPRD PALI Jangan Mandul!
Respons Cepat Bencana, Pemkab PALI Kirim Bantuan Pangan untuk Korban Kebakaran Mesin Cuci
Lilin di Atas Mesin Cuci Hanguskan Rumah Warga, Camat dan Lurah Talang Ubi Timur Tinjau Langsung Lokasi Bencana
Kutukan atau Berkah? Wabup PALI Iwan Tuaji Menggelegar di Pengabuan Timur: “Jangan Pernah Lawan Orang Tua, Itu Sumber Utama Ridho Allah!”

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 14:11 WIB

Wabup PALI Iwan Tuaji: Pancasila Jangan Cuma Jadi Hiasan Dinding Kantor dan Buku Sejarah!

Rabu, 3 Juni 2026 - 13:54 WIB

Membumikan Pancasila di Bumi Serepat Serasan: Kaban Kesbangpol PALI Ajak ASN dan Pemuda Jadi Agen Perdamaian

Senin, 1 Juni 2026 - 08:35 WIB

Raih Gelar Magister Hukum di Tengah Kesibukan Wakil Rakyat, Muhammad Budi Hoiru Tegaskan Komitmen Kawal Regulasi PALI

Senin, 1 Juni 2026 - 08:14 WIB

Hari Lahir Pancasila, Firdaus Hasbullah Bakar Semangat Generasi Muda: Rawat Nilai Kebangsaan, Jangan Hanya Jadi Slogan!

Minggu, 31 Mei 2026 - 10:42 WIB

Jeritan Warga Ring 1 Diabaikan! APMAB Kutuk Sikap Eksklusif Pertamina Field Adera, Desak DPRD PALI Jangan Mandul!

Berita Terbaru