Viral di Medsos, Ini Kronologi Guru SDN 43 Talang Ubi Tergelincir di Jalan Lumpur Benuang-Kampai

Rabu, 6 Mei 2026 - 20:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ibu Guru Futri Pratiwi Futri, S.Pd.Gr. saat berfoto di depan SDN 43 Talang Ubi, PALI. Di balik senyumnya, tersimpan kisah perjuangan hebat melewati jalanan Benuang-Kampai yang rusak parah dan berlumpur demi menjalankan tugas mulia mendidik anak bangsa. Kisah jatuhnya Futri di kubangan lumpur baru-baru ini menjadi simbol nyata betapa daruratnya infrastruktur pendidikan di pelosok PALI yang butuh perhatian segera dari Pemerintah Daerah. (Foto: Dok/Pribadi)

Ibu Guru Futri Pratiwi Futri, S.Pd.Gr. saat berfoto di depan SDN 43 Talang Ubi, PALI. Di balik senyumnya, tersimpan kisah perjuangan hebat melewati jalanan Benuang-Kampai yang rusak parah dan berlumpur demi menjalankan tugas mulia mendidik anak bangsa. Kisah jatuhnya Futri di kubangan lumpur baru-baru ini menjadi simbol nyata betapa daruratnya infrastruktur pendidikan di pelosok PALI yang butuh perhatian segera dari Pemerintah Daerah. (Foto: Dok/Pribadi)

PALI | tintamerah.co -, “Kalau bukan kami, siapa lagi?” Kalimat sederhana namun bergetar itu meluncur dari bibir Fitri Pratiwi Futri, S.Pd.Gr., seorang guru di SDN 43 Talang Ubi, PALI, Sumatera Selatan. Futri adalah sosok di balik video viral yang memperlihatkan perjuangan guru berjibaku dengan lumpur merah yang pekat.

Bagi Futri, setiap pagi adalah pertaruhan. Meski tugasnya di SDN 43 Talang Ubi dimulai pukul 07.30 WIB, ia sudah harus memacu motornya sejak pukul 06.45 WIB. Bukan karena jarak yang terlampau jauh, melainkan medan jalan Benuang-Kampai yang lebih mirip kubangan daripada akses pendidikan.

Kronologi di Balik Video Viral

Kejadian yang terekam dan viral tersebut sejatinya terjadi saat perjalanan pulang sekolah. Saat itu, Futri tengah berboncengan dengan rekannya sesama guru usai mengawasi ujian kelas 6.

BACA JUGA  Begini Penjelasan Wabup PALI Soal Peralihan Aset PT Pemdas Agro Citra Buana

“Kami sedang asyik mengobrol, tiba-tiba motor kehilangan kendali karena masuk ke genangan lumpur yang tebal dan licin. Motor kami bukan ban ‘pacul’, jadi langsung tergelincir,” kenang Futri saat diwawancarai tintamerah.co, Rabu (6/5/2026).

Insiden itu meninggalkan luka lecet dan memar di lutut kirinya. Namun, yang lebih ia khawatirkan adalah laptop—senjata utamanya mengajar—yang ikut terjatuh ke kubangan. Beruntung, tas laptop menahan benturan sehingga perangkat tersebut masih bisa diselamatkan.

Konsistensi di Tengah Infrastruktur yang ‘Setengah Hati’

Sejak diangkat menjadi ASN pada tahun 2022, Futri telah akrab dengan debu saat kemarau dan lumpur saat hujan. Ia menuturkan bahwa pembangunan jalan di sana seolah “setengah-setengah”.

BACA JUGA  Debat Antar Calon Wabup PALI Ditiadakan, Ini Penjelasan KPUD PALI

“Ada yang sudah dicor, lalu jalan tanah lagi, lalu cor lagi. Sisanya yang tanah itulah yang kalau hujan jadi lumpur merah, kalau kemarau jadi badai debu,” ungkapnya.

Kondisi ini bukan hanya menghambat guru. Siswa SMP dan SMA yang harus keluar desa untuk bersekolah pun seringkali terpaksa terlambat atau bahkan absen jika kondisi jalan sudah tidak bisa ditembus.

Menagih Janji Pemerintah

Kisah Futri ini memperkuat kritik tajam yang sebelumnya dilontarkan oleh Wakil Ketua DPRD  PALI, Firdaus Hasbullah, yang sempat “menyemprot” pihak eksekutif terkait lambannya perbaikan jalan ini. Sektor ekonomi warga dan masa depan anak sekolah dipertaruhkan di atas tanah merah Benuang-Kampai.

BACA JUGA  Fardinan Marcos Resmi Dilantik menjadi Ketua KNPI PALI Periode 2021 - 2024

“Harapan kami sederhana, semoga segera diaspal atau dicor seluruhnya. Kami siap ditempatkan di mana saja, tapi beri kami akses agar kami bisa datang ke sekolah dengan semangat, bukan dengan baju yang kotor karena lumpur,” harap Futri.

Makna Pengabdian

Bagi Futri, jatuh bangun di jalanan adalah bagian dari sumpah profesi. “Makna pengabdian bagi saya adalah tanggung jawab. Setiap huruf yang mereka kenal melalui lisan dan tulisan kami, semoga menjadi pahala yang terus mengalir,” tutupnya dengan kalimat yang menggugah.

 

Penulis: Efran | Editor: tintamerah.co

Berita Terkait

Wabup PALI Iwan Tuaji: Pancasila Jangan Cuma Jadi Hiasan Dinding Kantor dan Buku Sejarah!
Membumikan Pancasila di Bumi Serepat Serasan: Kaban Kesbangpol PALI Ajak ASN dan Pemuda Jadi Agen Perdamaian
Raih Gelar Magister Hukum di Tengah Kesibukan Wakil Rakyat, Muhammad Budi Hoiru Tegaskan Komitmen Kawal Regulasi PALI
Hari Lahir Pancasila, Firdaus Hasbullah Bakar Semangat Generasi Muda: Rawat Nilai Kebangsaan, Jangan Hanya Jadi Slogan!
Jeritan Warga Ring 1 Diabaikan! APMAB Kutuk Sikap Eksklusif Pertamina Field Adera, Desak DPRD PALI Jangan Mandul!
Respons Cepat Bencana, Pemkab PALI Kirim Bantuan Pangan untuk Korban Kebakaran Mesin Cuci
Lilin di Atas Mesin Cuci Hanguskan Rumah Warga, Camat dan Lurah Talang Ubi Timur Tinjau Langsung Lokasi Bencana
Kutukan atau Berkah? Wabup PALI Iwan Tuaji Menggelegar di Pengabuan Timur: “Jangan Pernah Lawan Orang Tua, Itu Sumber Utama Ridho Allah!”

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 14:11 WIB

Wabup PALI Iwan Tuaji: Pancasila Jangan Cuma Jadi Hiasan Dinding Kantor dan Buku Sejarah!

Rabu, 3 Juni 2026 - 13:54 WIB

Membumikan Pancasila di Bumi Serepat Serasan: Kaban Kesbangpol PALI Ajak ASN dan Pemuda Jadi Agen Perdamaian

Senin, 1 Juni 2026 - 08:35 WIB

Raih Gelar Magister Hukum di Tengah Kesibukan Wakil Rakyat, Muhammad Budi Hoiru Tegaskan Komitmen Kawal Regulasi PALI

Senin, 1 Juni 2026 - 08:14 WIB

Hari Lahir Pancasila, Firdaus Hasbullah Bakar Semangat Generasi Muda: Rawat Nilai Kebangsaan, Jangan Hanya Jadi Slogan!

Minggu, 31 Mei 2026 - 10:42 WIB

Jeritan Warga Ring 1 Diabaikan! APMAB Kutuk Sikap Eksklusif Pertamina Field Adera, Desak DPRD PALI Jangan Mandul!

Berita Terbaru