PALI | Tintamerah.co.id -, Usai menghentikan sementara operasional PT Betun Selo Palienergi di Purun Timur, kecamatan Penukal terkait kepatuhan perusahaan terhadap regulasi daerah, Wakil Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Iwan Tuaji melakukan kunjungan kerja ke Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta PALI Anugerah di Golf Permai, Handayani Mulia, Talang Ubi, Pendopo, Sabtu (12/04/25).
Ia juga mau melakukan penataan perusahaan yang melayani hajat hidup orang banyak itu, karena sejak perusahaan tersebut diserahkan pemerintah daerah Muara Enim ke Bumi Serepat Serasan pada 29 Agustus 2019 silam, PDAM Tirta PALI Anugerah belum mampu memberikan layanan air bersih yang maksimal sehingga diwarnai gelombang protes masyarakat kepada pemerintah kabupaten PALI akibat minimnya distribusi air bersih disejumlah wilayah.
Puncaknya pada momen perayaan hari raya idul fitri 1449 H kemarin Bupati PALI Asgianto mengaku mendapat teror warga di zona 1 dan zona 2.
Menindaklanjuti hal tersebut, Iwan Tuaji dan rombongan tiba di kantor PDAM Tirta PALI Anugerah sekitar pukul 14.00 WIB. Dia didampingi Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman kabupaten PALI Jefran Asyapputra, dan Kepala Bidang Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang kabupaten PALI diwakili Kepala Bidang Sumber Daya Air Sudirman.
Iwan Tuaji ingin mendapat informasi yang utuh semua permasalahan yang terjadi dari manajemen perusahaan terkait dengan buruknya pelayanan PDAM Tirta PALI Anugerah selama ini.
Mereka disambut Pelaksana Tugas (Plt) Direktur PDAM Tirta PALI Anugerah Yulius Novianto, Dewan Pengawas PDAM Tirta PALI Anugerah Zainuri Afrizal, beserta karyawan dan staf.
Dalam kesempatan itu, Iwan Tuaji meminta seluruh pegawai PDAM Tirta PALI Anugerah yang hadir dalam pertemuan tersebut untuk memberikan keterangan kepadanya apa yang sebenarnya menjadi penyebab buruknya pelayanan selama ini.
Iwan Tuaji mengatakan bahwa kunjungan kerjanya ke PDAM Tirta PALI Anugerah hari ini merupak bentuk komitmen Bupati PALI Asgianto untuk memastikan kebutuhan dasar berupa air bersih yang dibutuhkan masyarakat PALI agar kedepan terpenuhi.
“Yang jelas ini adalah bentuk peduli pemerintah daerah kabupaten PALI bapak Asgianto terhadap kebutuhan dasar bagi masyarakat yang ada dikabupaten PALI salah satunya adalah air bersih,” kata Iwan Tuaji kepada Tintamerah.co.id.
Menurut pria berdarah Desa Purun itu, kebutuhan air bersih untuk masyarakat PALI merupakan program kerja prioritas Bupati PALI saat ini.
Oleh karena itu, ia melakukan rapat kordinasi bersama manajemen PDAM Tirta PALI Anugerah untuk mengetahui pokok permasalahan yang terjadi selama ini.
“Makanya disini kita rapat dengan jajaran PDAM untuk mencari solusi dan memecahkan masalah yang ada di PDAM yang selama ini menjadi ataupun terselesaikan,” ujar Iwan Tuaji.
Untuk itu, Politisi Partai Nasdem itu meminta PDAM Tirta PALI Anugerah untuk segera mengambil langkah strategis dalam penyelesaian permasalahan yang terjadi saat ini sehingga Bupati PALI dapat mengambil kebijakan dan keputusan agar seluruh wilayah di kabupaten PALI dapat teraliri air bersih.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa dari hasil laporan yang disampaikan manajemen PDAM Tirta PALI Anugerah kepadanya, ujar Iwan Tuaji, pihaknya akan memulai perbaikan pada sistem menajemen perusahaan.
Selain itu, Iwan Tuaji menyoroti kurangnya karyawan untuk melakukan tagihan kepada pelanggan. Ia mendapati tenaga kerja penagihan hanya berjumlah dua orang pekerja, sedangkan jumlah pelanggan sampai saat ini sebanyal 8.803 sehingga tagihan kepada pelangga tidak masksimal.
Kendati begitu, pihaknya akan menambah pegawai penagihan pelanggan dengan memaksimalkan 86 pegawai ada saat ini sesuai dengan yang dibutuhkan.
“Contoh untuk penagihan ke masyarakat, itu cuma, pegawainya Cuma dua orang. Total 86 orang itu, tadi sudah kita minta dengan pak Dirut untuk kita rapikan, kita atur memang sesuai sehingga sesuai dengan kebutuhan yang ada di PDAM, jangan ada satu titik tempat yang lain akhirnya tidak bisa bekerja dengan maksimal kekurangan atau kekosongan pegawai,” terang Iwan Tuaji.
Tak hanya itu, Iwan Tuaji mendorong agar kebutuhan bahan baku air bersih untuk wilayah kota Pendopo kedepan sumbernya bukan dari intake Muara Sungai, Tanah Abang. Untuk itu, pihaknya akan mengaktifkan kembali intake di Teluk Lubuk, Muara Enim.
Iwan Tuaji menyatakan pihaknya akan segera melakukan kunjungan kepada pemerintah daerah Muara Enim untuk membahas kerjasama intake Teluk Lubuk karena desa Teluk Lubuk merupakan wilayah hukum kabupaten Muara Enim.
Dari hasil laporan yang ia terima, Iwan Tuaji akan secepatnya menyampaikan semua data kepada Bupati PALI sehingga Bupati PALI dapat segera mengambil kebijakan agar masyarakat PALI tidak lagi krisi air bersih.
Dalam kesempatan itu, Iwan Tuaji menyampaikan pesan kepada seluruh elemen masyarakat PALI agar mendukung penuh langkah-langkah yang akan diambil pemerintah kabupaten PALI terhadap seluruh permasalahan yang terjadi di PDAM Tirta PALI Anugerah saat ini.
“Meminta mohon doanya bagi masyarakat permasalahan yang ada di PDAM ini bisa dilaksanakan dengan secepat mungkin, dengan sesingkat mungkin, karena kemarin pak Bupati telah menegur PDAM masalah lebaran air bersihpun tidak masuk ke rumah pak Bupati, dan apa yang saya rasakan sama dengan pak Bupati, dan alhamdulillah saya juga belum teraliri air bersih di rumah dinas Wakil Bupati,” beber Iwan Tuaji.
Sementara, Plt. Direktur PDAM Tirta PALI Anugerah Yulius Novianto mengapresiasikan pemerintah kabupaten PALI yang telah menyempatkan waktu untuk mengunjungi Tirta PALI Anugerah walaupun di hari libur kerja.
“Yang pertama-tama kami mengucapkan terima kasih dalam hal ini kepada pak wabup dalam hal ini bapak Iwan Tuaji yang sudah menyempatkan waktu menyambangi atau mengunjungi PDAM Tirta PALI Anugerah di hari libur,” Kata Yulius kepada Tintamerah.co.id.
Selain itu, dia menilai bahwa kunjungan kerja pemerintah kabupaten PALI ini untuk mengetahui yang menjadi akar rumput dan pokok-pokok permasalahan yang ada di PDAM kita Tirta PALI Anugerah.
“Dan juga dengan adanya kunjungan pak Wabup ke PDAM kita Tirta PALI Anugerah artinya segala sumber yang ada permasalahan yang ada di PDAM kita Tirta PALI Anugerah kita ini sudah terutarakan dan kemudian in syaa Allah sudah ada respon serta in syaa Allah juga selanjutnya akan ada pertemuan kembali,” ujar Yulius.
Dia berharap dukungan dari semua pihak sehingga keinginan agar pihaknya dapat memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat. Dengan adanya dukungan dari pemerintah kabupaten PALI, ia meyakini permasalahan yang ada saat ini dapat diselesaikan dengan waktu yang singkat.
Yulius mengaku bahwa saat ini pihaknya sedang berusaha memperbaiki perlatan penunjang yang ada di intake Muara Sungai.
“Kalau untuk teknis keuangan kami ini lagi fokus melaksanakan perbaikan yang ada dihulu. Sekarang ini sama-sama kita ketahui misalnya hulu kita ini ada di Muara Sungai. Itu fokus kami ini memperbaiki apa namanya peralatan-peralatan yang menunjang dari operasional kami dengan manfaatkan biaya pendapatan kami yang ada di PDAM Tirta PALI Anugerah,” tutupnya.
(ej@)















