Ahmad Pausi: Bukan Otoritasnya, Soal Oknum Kades PALI Tolak Perusahaan BUMN

Jumat, 16 Mei 2025 - 02:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mantan Kades Muara Ikan, Penukal Utara, PALI Ahmad Pausi buka suara soal oknum Kades tolak perusahaan BUMN
(Foto: ej@/tintamerah)

Mantan Kades Muara Ikan, Penukal Utara, PALI Ahmad Pausi buka suara soal oknum Kades tolak perusahaan BUMN (Foto: ej@/tintamerah)

PALI | Tintamerah.co.id -, Mantan Kepala Desa (Kades) Muara Ikan kecamatan Penukal Utara, PALI Ahmad Pausi mengatakan penolakan yang dilakukan Kades Sungai Ibul dan Kades Suka Maju menolak operasional penambangan minyak dan gas PT Pertamina Pendopo Field di Benakat Timur diluar wewenangnya.

Hal tersebut dilontarkan mantan Kades Muara Ikan Ahmad Pausi kepada Tintamerah.co.id di Cafe Tansu, Pendopo, Talang Ubi, Kamis (15/05/25).

“Kalau menurut padangan aku, ya agak riskan juga surat itu dalam artian penolakan itu berarti tidak menerima kehadiran perusahaan plat merah di wilayah mereka, dan itu diluar kewenangan kepala desa,”  kata Ahmad Pausi.

Mantan Sekretaris GNPK RI Kabupaten PALI itu berpendapat seharusnya perihal surat tersebut bukan menentang operasional perusahaan melainkan mempertimbangkan kembali kegiatan ekploitasi Pertamina di wilayah desa Sungai Ibul dan desa Suka Maju yang dinilai penambangannya telah merugikan masyarakat.

BACA JUGA  Panitia Pelaksana Bersama Bupati PALI Tinjau Sirkuit Kerjurnas Adventure Offroad

“Seharusnya yang benar surat itu mengkaji ulang kegiatan tambang di daerah itu yang dilakukan oleh PT Pertamina di wilayah itu masih masuk akal dengan pertimbangan yang seperti yang didalam surat baik masalah seperti pencemaran lingkungan atau tidaksesuaian dengan adat,” ujar Ahmad Pausi.

“Kan itu bisa diselesaikan secara musyawarah,” Ahmad Pausi menambahkan.

Menurut pria yang akrab disapah Pausi itu, penolakan yang dilakukan Kades Sungai Ibul dan Suka Maju terhadap aktivitas tambang Migas Pertamina di Benakat Timur diluar otoritasnya.

“Dan kalau penolakan saya rasa diluar kewenangan dari kepala desa,” terang Pausi.

Untuk meminimalisir persoalan ini tidak menjadi liar, Pausi menyarankan dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) kabupaten PALI agar memanggil kedua Kades tersebut untuk meminta klarifikasi terkait faktor munculnya surat penolakan tersebut.

BACA JUGA  Genjot PAD, Bapenda PALI Optimalkan Pengelolaan Sumur Minyak Lewat Skema "Creative Financing

“Kalau menurut saya PMD harus melakukan klarifikasi atau melakukan pemanggilan kepala desa untuk mencari detil permasalahan di desa itu sehingga berdampak timbulnya surat seperti ini,” jelas Pausi.

Pausi mengataka bahwa aksi penolakan kedua Kades tersebut merupakan sikap yang konyol, karena menurutnya, Pertamina sudah memberikan kontribusi terhadap pembangunan masyarakat dan desa.

“Menurut saya tidak masuk akal lah seorang kepala desa melakukan penolakan terhadap perusahaan plat merah yang sudah beroperasi yang sudah menyumbang keuntungan dan pembangunan, meskipun secara langsung dan secara tidak langsung  kepada pemerintah dan masyarakat,” ungkap Pausi.

Dalam kondisi saat ini, Pausi kembali mengingatkan agar dinas PMD kabupaten PALI untuk berani bertindak dengan mengambil langkah tegas sehingga persoalan Kades dengan perusahaan maupun problem awak media dengan Kades dapat diselesaikan secepat mungkin.

BACA JUGA  Firdaus Hasbullah: Kormi PALI Siap Ikut Serta Meriahkan Acara Fornas di Sumsel

“Harus ada langkah tegas juga harusnya,” tutup Pausi.

Seperti diketahui, Kades Sungai Ibul Wahyudinia dan Kades Suka Maju Rudini menentang kegiatan Migas PT Pertamina Pendopo Field di lokasi Benakat Timur. Mereka menyampaikan surat resmi penolakan karena perusahaan dinilai merugikan masyarakat kedua desa tersebut.

Selain itu, kedua Kades tersebut mengkalim mendapat masukan dari beberapa elemen masyarakat salah satunya kalangan media dengan menyampaikan tembusan surat kepada seluruh media cetak dan media online di kabupaten PALI.

Klaim Kades itu dibantah mentah-mentah wartawan Tintamerah.co.id Efran karena diduga telah mencatut media PALI didalam surat tersebut sehingga memicu beragam reaksi dari wartawan dari berbagai media massa di kabupaten PALI.

Merasa tak terima dicatut, Efran menggelar konferensi pers bersama puluhan wartawan PALI.

 

(ej@/tintamerah.co.id)

 

Berita Terkait

Skandal “Bangkai Besi” Berulang: Mesin ATM Mandiri Simpang Lima Pendopo PALI Rusak Lagi, Manajemen Cuek dan Alergi Perbaikan Total?
Layanan Bobrok, ATM Mandiri PALI Mangkrak: Anggaran Ada, Solusi Tiada!
Kado Pahit HUT ke- 28 Bank Mandiri Untuk Nasabah PALI: Mesin ATM Rusak Bertahun-Tahun di Hari Jadi Korporasi
Skandal “Bangkai Besi” ATM Mandiri PALI: Layanan Bobrok & Merugikan Nasabah, Ketua LSM Serampuh Desak Pinca Dicopot!
Skandal “Bangkai Besi” ATM Bank Mandiri Cabang Pendopo PALI, Pimpinan Cabang Diduga “Alergi” Konfirmasi dan Abaikan Hak Nasabah
Bongkar Dugaan Rekrutmen Tertutup Pertamina Adera Field: DPRD PALI Layangkan Surat Pemanggilan Resmi, Tuntut Keadilan Bagi Tenaga Kerja Lokal
PA GMNI PALI: Tidak Boleh Ada Rekrutmen Tertutup, Setiap Perusahaan Harus Terbuka dan Non-Diskriminatif
Firdaus Hasbullah: Tiga Tim ORADO PALI Siap Harumkan Nama Daerah di Turnamen 101 Piala Panglima TNI

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:58 WIB

Skandal “Bangkai Besi” Berulang: Mesin ATM Mandiri Simpang Lima Pendopo PALI Rusak Lagi, Manajemen Cuek dan Alergi Perbaikan Total?

Jumat, 2 Oktober 2026 - 17:48 WIB

Layanan Bobrok, ATM Mandiri PALI Mangkrak: Anggaran Ada, Solusi Tiada!

Jumat, 2 Oktober 2026 - 17:32 WIB

Kado Pahit HUT ke- 28 Bank Mandiri Untuk Nasabah PALI: Mesin ATM Rusak Bertahun-Tahun di Hari Jadi Korporasi

Jumat, 2 Oktober 2026 - 16:16 WIB

Skandal “Bangkai Besi” ATM Mandiri PALI: Layanan Bobrok & Merugikan Nasabah, Ketua LSM Serampuh Desak Pinca Dicopot!

Jumat, 2 Oktober 2026 - 14:42 WIB

Skandal “Bangkai Besi” ATM Bank Mandiri Cabang Pendopo PALI, Pimpinan Cabang Diduga “Alergi” Konfirmasi dan Abaikan Hak Nasabah

Berita Terbaru