PALI | tintamerah.co -, Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan terus tancap gas dalam memperkuat kemandirian fiskal daerah. Menindaklanjuti pertemuan strategis dengan jajaran petinggi Pertamina Hulu Rokan (PHR) Regional 1 baru-baru ini, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten PALI kini memfokuskan strategi optimalisasi pendapatan melalui pengelolaan sumur minyak.
Kepala Bapenda PALI, Aryansyah, saat ditemui di ruang kerjanya pada Senin (29/6/2026), menegaskan bahwa langkah ini merupakan terobosan krusial untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di luar skema transfer pusat.
Mengubah Potensi Menjadi Pendapatan Nyata
Aryansyah mengungkapkan bahwa kunjungan kerja jajaran direksi dan komisaris Pertamina ke PALI merupakan respons balik atas kunjungan Bupati PALI ke kantor pusat Pertamina Hulu sebelumnya. Fokus utama dari sinergi ini adalah percepatan pengolahan sumur minyak di Kabupaten PALI berdasarkan Peraturan Menteri ESDM Nomor 14 Tahun 2025.
“Ini merupakan langkah positif, dari sisi penerimaan itu menjadi salah satu entry point kita untuk meningkatkan PAD. Sebagaimana kita ketahui bahwa 65 sumur sudah terverifikasi, sudah siap diusahakan,” ujar Aryansyah tegas.
Ia menjelaskan bahwa setelah penyampaian rencana bisnis, langkah selanjutnya adalah penandatanganan kontrak kerja sama antara Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dengan Pertamina.
“Kalau sudah terjadi kontrak agreement, artinya kita sudah bisa memastikan bahwa ada penerimaan ke kas daerah dari pengolahan sumur minyak. Jadi penerimaan ini beda dengan penerimaan DBH (Dana Bagi Hasil) migas. Kalau DBH itu diatur oleh Pemerintah Pusat melalui Kementerian Keuangan,” tambahnya.
Skema Creative Financing untuk Pembangunan
Menurut Aryansyah, melalui pengelolaan sumur minyak oleh BUMD, pendapatan dapat langsung masuk ke kas pemerintah daerah sebagai pendapatan lain-lain. Hal ini memungkinkan pemanfaatan dana yang lebih cepat untuk pembangunan di PALI tanpa harus menunggu transfer dari pusat.
“Jadi begitu produksi minyak dihasilkan, dibayar Pertamina, langsung dibayarkan ke peningkatan. Nah ini dari sisi pendapatan sangat positif. Jadi inilah salah satu targetnya kita untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah sehingga kita tidak tergantung secara penuh terhadap dana transfer pusat,” tegasnya.
Lebih jauh, Aryansyah menyebut mekanisme ini sebagai bagian dari strategi creative financing yang tengah dijalankan Bapenda PALI. “Kita mencari sumur-sumur pendapatan, sumur-sumur penerimaan kita, salah satunya untuk mempercepat atau mengakselerasi. Ini adalah terjadinya sinergis antara Pertamina… dengan pemerintah Kabupaten PALI,” pungkasnya.
Langkah strategis ini sejalan dengan komitmen Pemkab PALI untuk terus membangun komunikasi dan kolaborasi yang berkesinambungan dengan para pemangku kepentingan di sektor energi guna mendukung pertumbuhan ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat.
Penulis: Efran | Editor: tintamerah.co















