PALI | tintamerah.co -, Aksi nyata dan kontribusi akademis ditunjukkan oleh seorang mahasiswi Program Studi Akuntansi Universitas IBA Palembang bernama Jessie Widaya Yanti. Demi merampungkan tugas akhir skripsinya, mahasiswi tangguh asal Desa Lubuk Tampui, Kecamatan Penukal Utara, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, ini turun langsung ke lapangan untuk membedah kondisi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Pantauan langsung media ini di Lapangan Sanggar Pramuka Gelora November Pertamina Pendopo, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI pada Minggu, 7 Juni 2026, tampak Jessie dengan teliti menyebarkan kuesioner berbasis Google Form kepada para pelaku usaha kuliner yang tengah memadati program mingguan populer, Sunday Morning.
Langkah berani mahasiswi Universitas IBA Palembang ini bukan sekadar mengejar gelar sarjana, melainkan sebuah gerakan intelektual yang menyasar langsung pada jantung perekonomian daerah. Dalam wawancara eksklusif di sela-sela aktivitasnya mendata UMKM, Jessie menjabarkan secara rinci mengenai variabel mendalam yang menjadi fokus utama dalam penelitiannya.
“Di sini saya menyebarkan kuesioner melalui Google Form kepada pelaku UMKM untuk melihat sejauh mana pengaruh literasi keuangan, pemanfaatan teknologi informasi, serta kompetensi sumber daya manusia terhadap kualitas laporan keuangan mereka,” ujar Jessie dengan nada tegas dan penuh keyakinan.
Dirinya menambahkan bahwa indikator penting yang dibedah meliputi pemahaman pelaku usaha tentang literasi keuangan itu sendiri, pemanfaatan teknologi dalam mendukung kelancaran usaha, hingga kesiapan serta kemampuan sumber daya manusia yang mengelola bisnis tersebut. Lebih jauh, Jessie juga menguliti apakah laporan keuangan yang mereka buat selama ini sudah sesuai standar akuntansi yang berlaku ataukah masih berada pada tahapan yang sangat sederhana.
Kehadiran peneliti muda ini mendapatkan apresiasi luar biasa dan sambutan hangat dari Pemerintah Kabupaten PALI melalui Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten PALI, Rohman. Saat diwawancarai langsung di lokasi yang sama, Rohman tidak dapat menyembunyikan rasa bangganya terhadap kepedulian mahasiswa lokal yang memilih wilayah sendiri sebagai objek riset akademis.
“Kami sangat senang dan bangga dengan adik-adik mahasiswa yang menyadari bahwa lokus penelitian mereka harus kembali ke PALI. Daerah ini sangat membutuhkan penguatan serta penambahan literasi di berbagai sektor, khususnya UMKM,” ungkap Rohman dengan penuh antusias.
Rohman menegaskan bahwa hasil riset metodologis seperti ini memiliki nilai yang sangat strategis bagi jalannya roda pemerintahan. Menurutnya, ketika hasil penelitian ini nantinya diseminarkan, disajikan, dan dipertanggungjawabkan secara ilmiah, Dinas Koperasi dan UKM PALI akan memperoleh potret nyata di lapangan yang menjadi data sekunder berharga. Data tersebut nantinya akan dipadukan secara komprehensif dengan data primer yang dimiliki dinas untuk dijadikan pijakan kuat serta landasan utama dalam mengolah program dan merumuskan kebijakan strategis di masa mendatang.
“Kami sangat berharap mahasiswa lainnya juga ikut bergerak membantu masyarakat melalui jalur penelitian. Jika ingin bergerak di bidang ekonomi, bantulah dengan riset yang menyasar langsung pada klaster kuliner, pelaku ekonomi kreatif, ataupun pemetaan UMKM di tingkat kecamatan hingga jenis usaha spesifik lainnya. Masukan dan kesimpulan berbasis metodologi ilmiah inilah yang kami butuhkan sebagai dasar kebijakan,” tambah Rohman.
Gerakan riset ini dinilai sangat selaras dengan visi besar Dinas Koperasi dan UKM PALI yang telah dilaporkan oleh tintamerah.co sebelumnya mengenai eksistensi strategis Sunday Morning di Bumi Serepat Serasan. Dalam laporan terdahulu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM PALI secara gamblang membongkar misi utama dari pelaksanaan kegiatan mingguan tersebut.
Tujuan mendasar dibentuknya pusat jajanan dan kreativitas ini adalah untuk memutar roda perekonomian lokal secara masif serta menjaga daya beli masyarakat di tengah dinamika ekonomi global. Lebih dari sekadar tempat transaksi jual beli, program ini dirancang sebagai benteng pertahanan ekonomi yang kuat agar kekayaan kuliner khas PALI serta perputaran uang masyarakat tidak lari ke luar daerah, melainkan tetap berputar dan memakmurkan daerah sendiri.
Dengan adanya riset akademis mengenai tata kelola laporan keuangan dan teknologi informasi dari mahasiswa seperti Jessie, benteng pertahanan ekonomi tersebut diharapkan dapat semakin kokoh karena ditopang oleh pelaku UMKM yang naik kelas, cerdas secara finansial, serta melek teknologi.
Penulis: Efran | Editor: tintamerah.co















