Untung dan Suhartinah: JKN Hadir untuk Bantu Keluarga Kami

Selasa, 3 Juni 2025 - 23:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Palembang, tintamerah.co.id– Manfaat Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dirasakan langsung oleh pasangan suami istri, Untung Suprayitno (61) dan Suhartinah (63), Pensiunan PNS yang bertempat tinggal di Kecamatan Plaju, menceritakan pengalaman mereka menjalani pengobatan serius tanpa harus terbebani oleh biaya yang besar.

Untung Suprayitno tak pernah menyangka bahwa diabetes yang dideritanya sejak 2015 akan memberikan dampak besar pada kesehatan matanya. Awalnya, ia hanya merasakan penurunan penglihatan. Namun, dokter memvonis bahwa mata kanannya memerlukan serangkaian tindakan medis untuk mengatasi komplikasi akibat diabetes tersebut.

“Sudah enam kali saya menjalani tindakan untuk mata kanan saya,” ungkap Untung, mengingat proses panjang yang telah ia jalani. Tindakan tersebut meliputi tiga kali injeksi, operasi katarak, hingga tindakan laser yang semuanya dilakukan di tahun yang berbeda.

Untung merasa sangat terbantu dengan adanya JKN. Seluruh biaya pengobatan, dari awal hingga akhir, ditanggung oleh program ini. “Tidak ada biaya yang saya keluarkan secara pribadi. Semua ditanggung JKN dan pelayanannya sangat baik,” katanya penuh rasa syukur.

BACA JUGA  Unit Subdit II Fismondev Ditkrimsus Polda Sumsel Berhasil Amankan 6 Tersangka Tindak Pidana Jaminan Fidusia

Perjalanan pengobatan Untung melibatkan kontrol rutin untuk diabetes dan perawatan mata. Keduanya dilakukan di dua rumah sakit yang berbeda. Meskipun begitu, ia mengakui bahwa pelayanan dari JKN selalu lancar dan memadai. “JKN sangat membantu proses pengobatan saya. Kalau tidak ada JKN, mungkin saya sudah kesulitan secara finansial,” tambahnya.

Cerita serupa datang dari sang istri, Suhartinah, yang telah menjalani hidup dengan alat pacu jantung (pacemaker) sejak 2016. Ia menderita aritmia, kondisi di mana detak jantungnya terlalu lambat hanya 40 denyut per menit. Saat pertama kali didiagnosis, ia mengaku tidak menyadari gejalanya.

“Pada saat itu saya memang habis ada kegiatan, mungkin karena efek kelelahan badan saya merasa tidak enak,” ceritanya. Ia melanjutkan, “Setelah diperiksa di Puskesmas tempat saya terdaftar, ternyata detak jantung saya jauh di bawah normal. Saya harus segera rawat inap di rumah sakit rujukan,”. Berkat penanganan cepat dari Fasilitas Kesehatan, pemasangan alat pacu jantung pun berhasil dilakukan tanpa hambatan.

BACA JUGA  Kelompok Pembibitan Eco Agrotomation Binaan Bukit Asam Panen Perdana Melon Premium

“Semua proses dari awal hingga pemasangan alat pacu jantung ini ditanggung JKN. Kalau tidak, saya tidak tahu harus mencari biaya dari mana,” tambah Suhartinah mensyukuri keadaannya.

Kini, Suhartinah rutin melakukan kontrol dua kali setahun untuk memastikan alat pacu jantungnya berfungsi dengan baik. Ia juga mendapatkan obat-obatan yang diresepkan dokter tanpa kekurangan satu pun. “Obatnya selalu lengkap dan semuanya gratis berkat JKN. Program ini benar-benar sangat membantu kami,” katanya penuh haru.

Bagi pasangan ini, JKN bukan sekadar program kesehatan, tetapi juga penyelamat yang memberikan harapan dan kesempatan kedua untuk hidup lebih baik. Pengalaman mereka membuktikan bahwa JKN mampu memberikan akses layanan kesehatan berkualitas kepada masyarakat yang membutuhkan, terutama bagi mereka yang menghadapi masalah kesehatan serius.

BACA JUGA  Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Telah Melaksanakan Vaksinasi 17000 Ekor Ternak Sapi

“Semoga JKN terus ada dan semakin baik pelayanannya. Program ini benar-benar sangat membantu kami dan banyak orang lain,” kata Untung.

Pengalaman dari pasangan ini menjadi bukti nyata pentingnya keberlanjutan program jaminan kesehatan yang inklusif. JKN tidak hanya memberikan layanan medis, tetapi juga memastikan setiap warga negara memiliki hak untuk hidup sehat tanpa harus khawatir akan biaya yang besar.

Dengan penuh rasa syukur, Untung dan Suhartinah berharap program ini terus berkembang, sehingga semakin banyak masyarakat Indonesia yang bisa menikmati manfaatnya. “JKN sangat membantu bagi keluarga kami,” tutup Untung.

Berita Terkait

Firdaus Hasbullah: Di Balik Survei, Aspirasi Rakyat PALI adalah Harga Mati
Menembus Tirai Pendidikan PALI: Efran Bawa Misi Transparansi ke Sekretariat Dewan Pendidikan
Sekda Kartika Yanti Tertular Bupati Asgianto: Komunikasi Publik Pemkab PALI Alami Pembusukan Moral, Kangkangi Perintah dan Sembunyi dari Wartawan
DI BALIK SENYAP BUPATI ASGIANTO: Bukan Bersembunyi, Menjemput Ratusan Miliar untuk PALI yang Diguncang Badai
Skandal Kelangkaan Gas Melon di PALI: Tokoh Masyarakat Muktar Jayadi Tuding Eksekutif Hingga Aparat Hukum Mandul Berjemaah Menghadapi Gerilya Mafia Energi
Ketukan Pintu di Ujung Senja: Langkah Nyata Lurah Talang Ubi Timur Memeluk Warga yang Rapuh
PALI KACAU: Birokrasi Tiarap, Sinergi Forkopimda Ambyar, Rakyat Menjerit di Tengah Tekanan Fiskal!
Pasca Iwan Tuaji Diamankan Kejati Sumsel: Bupati Asgianto ‘Menghilang’, Prokopim Sebut Dinas Luar ke Jakarta

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 17:31 WIB

Firdaus Hasbullah: Di Balik Survei, Aspirasi Rakyat PALI adalah Harga Mati

Sabtu, 13 Juni 2026 - 13:53 WIB

Menembus Tirai Pendidikan PALI: Efran Bawa Misi Transparansi ke Sekretariat Dewan Pendidikan

Kamis, 11 Juni 2026 - 12:49 WIB

Sekda Kartika Yanti Tertular Bupati Asgianto: Komunikasi Publik Pemkab PALI Alami Pembusukan Moral, Kangkangi Perintah dan Sembunyi dari Wartawan

Kamis, 11 Juni 2026 - 11:43 WIB

DI BALIK SENYAP BUPATI ASGIANTO: Bukan Bersembunyi, Menjemput Ratusan Miliar untuk PALI yang Diguncang Badai

Kamis, 11 Juni 2026 - 11:00 WIB

Skandal Kelangkaan Gas Melon di PALI: Tokoh Masyarakat Muktar Jayadi Tuding Eksekutif Hingga Aparat Hukum Mandul Berjemaah Menghadapi Gerilya Mafia Energi

Berita Terbaru