Pelatih Cindra di Retreat Pertamina LCLP: Membentuk Karakter dari Berbagai Elemen Masyarakat

Kamis, 19 Juni 2025 - 09:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Letda Czi Tri Puspa Cindra mendapat tugas melatih pendidikan karakter siswa retreat Pertamina Locl Leadres Program 2025 Zona di Yonzipur II/SG Prabumulih
(Foto: avessinah)

Letda Czi Tri Puspa Cindra mendapat tugas melatih pendidikan karakter siswa retreat Pertamina Locl Leadres Program 2025 Zona di Yonzipur II/SG Prabumulih (Foto: avessinah)

Prabumulih | Tintamerah.co.id -, Pelatih  Pertamina Local Community Leaders Program (LCLP) Tahun 2025 Zona 4 Letda Czi Tri Puspa Cindra mengatakan retreat untuk anggota Organisasi Kemasyarakatan (Ormas), anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan Wartawan  di Batalyon Zeni Tempur (Yonzipur) II/SG Prabumulih bertujuan untuk memberikan pendidikan karakter.

Hal tersebut dilontarkan Tri Puspa Cindra kepada Tintamerah.co.id saat memberikan treatment pendidikan karakter siswa Pertamina LCP di Yonzipur II/SG, Sabtu (14/06/25).

“Tujuannya itu membentuk karakter yang orang-orang yang dari bermacam elemen masyarakat ini menjadi karakternya itu lebih baik, lebih bagus, etika, tata cara termasuk ajaran-ajaran yang bagus,” kata pria yang akrab disapa Cindra itu.

“Intinya semuanya itu mendasar ke aturan-aturan yang berlaku. Sehingga setelah kembali dari tempat di Yonzipur II ini para peserta bisa mengaplikasikan, bisa memberikan dan menyalurkan apa-apa yang sudah diterima di Yonzipur ini,” ujar Cindra.

Untuk membentuk karakter peserta retreat, pihaknya memulai dengan menerapkan aturan pola bangun tidur hinggah istirahat malam. Ia memberlakukan kepada semua peserta bangun pukul 04.00 menjelang subuh, dilanjutkan dengan mewajibkan seluruh peserta untuk sholat subuh berjamaah di Masjid.

“Misalkan mungkin karakter yang mungkin selama ini malas bangun tidur. Malas bangun tidur dalam artian sekarang bangun jam 4 pagi. Harus dibangunkan, terus beraktifitas, senam, terus ada kegiatan apel, terus sholat yang semula mungkin di rumahnya masing-masing selama ini mungkin malas. Sekarang sholat wajib 5 waktu,” ungkap Cindra.

Selain itu, kata Cindra, para pelatih membangun semangat kebersamaan, solidaritas, dan kesetiaan yang mendalam di antara siswa LCLP. Semangat ini mendorong mereka untuk saling mendukung, melindungi, dan bekerja sama demi mencapai tujuan bersama, serta menumbuhkan rasa bangga menjadi bagian dari korps atau kesatuan tersebut.

Tak hanya itu, tak luput juga jiwa disiplin prajurit yang tekankan oleh Pelatih Cindra, karena menurutnya, disiplin akan merujuk pada kesadaran, kepatuhan, dan ketaatan yang mendalam pada peraturan dan norma yang berlaku dalam lingkungan militer.

Selanjutnya Cindra berujar, bahwa program ini bukan hanya tentang mengikuti perintah, tetapi juga tentang internalisasi nilai-nilai keprajuritan seperti kehormatan, integritas, dan rasa hormat, yang tercermin dalam tindakan dan keputusan.

BACA JUGA  Bimtek TK/TPA BKPRMI Prabumulih, Meningkatkan Kualitas dan Wawasan Guru Mengaji

Lebih lanjut, Cindra menuturkan, bahwa pihaknya juga memberikan segala sesuatu yang mencakup ruang lingkup aspek pelatihan retreat.

“Ruang lingkupnya ini bisa dibilang mencangkup segala hal. Dengan Tuhan, dengan adanya kegiatan di sini, kita rajin ibadah. Mungkin setelah keluar dari tempat ini atau Yonzipur ini, bisa-bisa semakin taat sehingga yang semula mungkin malas-malasan ibadah, akhirnya karena sudah melakukan sering ibadah di sini, terbiasa untuk ibadah,” ucap Cindra.

“Terus bisa menularkan ke mungkin yang sudah berkeluarga ke anaknya. Kalau yang masih bujangan atau masih lajang sama kawan-kawannya untuk yang ibadah. Terus mungkin tata cara disiplin waktu. Mungkin bisa ditularkan lingkup dengan keluarga nanti, kalau kami bangun pagi lebih sehat sehingga bisa beraktivitas, tidak telat waktu, disiplin waktu sehingga kegiatan itu bisa berjalan,” tambah Cindra.

Selain itu, Cindra berkata bahwa ilmu yang didapatkan dari para pelatih Yonzipur bukan hanya dapat diaplikasikan pada diri sendiri, tetapi dapat juga ditularkan dengan kelauarga.

Menurut Cindra, seseorag yang telah memiliki karakter secara otomatis mempunyai ciri khas tersendiri seperti gaya penampilan, akhlak, dan etika. Ia mengatakan orang yang berkarakter mulia akan mampu memberikan kontribusi di lingkungan dimanapun ia berada, terutama lingkungan keluarga.

“Dengan anak dulu yang di dalam lingkup keluarga, dengan anak dulu. Jadi sekarang bisa mengajarkan anak, bangun pagi, sholat subuh, mandi, sholat subuh. Setelah itu beraktivitas, olahraga. Otomatis yang didapat apa? Sehat. Bahasanya itu dengan Tuhan dapat, dengan ibadahnya dapat, dengan kesehatannya juga dapat. Nah itu yang diimplementasinya,” pungkas Cindra.

Setelah dapat mengaplikasikan dalam lingkungan keluarga, jelas Cindra, orang yang berkarakter, energi positifnya akan ekspansi terhadap lingkungan yang lebih besar seperti lingkungan pertemanan.

Cindra juga menekankan bahwa dalam membentuk karakter seseorang harus diawali dari para pelatih yang menjadi contoh nyata dalam menerapkan nilai-nilai karakter dalam keseharian berupa perilaku positif, ucapan yang santun, dan tindakan yang bertanggung jawab sehingga akan ditiru oleh para siswa – siswi retreat.

Sehingga dengan sendirinya peserta Pertamina LCLP akan mengimplementasikan kebiasaan diri dengan perilaku positif, seperti jujur, disiplin, dan sopan santun, akan membentuk karakter yang kuat.

BACA JUGA  Kelurahan Majasari-SMSI Kota Prabumulih Gelar Majasari UMKM Expo 2021

Selanjutnya, terang Cindra, untuk menjawab tantangan tersebut, Yonzipur II/SG mendorong penguatan mental peserta melalui beberapa pilar strategi utama yakni menanamkan sikap loyalitas terhadap kepimimpinan, menghargai kepemimpinan teman, percaya diri, kesabaran, dan kerja keras.

Dalam menerapkan pendidikan karakter kepada seluruh peserta dari berbagai daerah, pihaknya tidak akan membedakan perlakuan istimewa terhadap pelanggaran peserta.

“Terus apa namanya termasuk dari segi hal-hal disiplin lain. Oh ini harus rapi, yang ini tidak rapi, ini apa namanya dibedakan. Tidak ada, semuanya sama,” ujar Cindra.

“Kalau bahasanya itu ditegur, ya semuanya ditegur. Yang salah ditegur. Terus dari segi kerapian, dari segi pembagian misalkan makanan. Terus semuanya itu terkandung jiwa korsa sehingga merasa, oh kami ini kalau salah. Kalau salah satu orang semuanya diingatkan, ditegur. Sehingga kami tidak melaksanakan hal tersebut,” jelas Cindra.

Sehingga, terang Cindra terjadilah hubungan rasa saling menjaga. Kalau  salah satu teman kena tindak atau mendapat hukuman, teman yang lainnya menjadi tidak enak hati, akhirnya menyatu menjadi satu.

Kemudian, Cindra mengatakan bahwa seluruh peserta berasal dari orang yang bukan anggota militer sehingga penerapan pelatihan berbanding terbalik dengan pelatihan kepada prajurit.

Kendati demikian, menurut Cindra, akan menjadi tantangan tersendiri bagi dirinya bagaimana penerapan untuk memberikan pendidikan karakter didalam pelatihan.

“Yang penting kalau bahannya ini tidak peduli sumber dan bahannya. Yang penting barang ini jadi. Harus terbentuk dan menjadi sesuai apa yang diharapkan,” ujar Cindra.

Selain itu, Cindra menuturkan, kalua melatih prajurit militer mereka sudah mengetahui semua aturan-aturan sehingga mempermudah untuk mengajari atau mengingatkan atau menyampaikan.

Sementara, dalam memberikan pelatihan kepada warga sipil ia memulai dengan men-treatment peserta dari hal yang terkecil sampai dengan sedetail mungkin seperti cara menegur atau memberikan hukuman dengan penyampaian bahasa-bahasa yang tidak menyinggung perasaan sehingga menjadi sakit hati.

Kendati begitu, ia menyampaikan seluruh pelatih tetap menerapkan sikap tegas dan disiplin kepada seluruh peserta.

BACA JUGA  Polsek Prabumulih Timur Dalami Kasus Tukang Ojek Tusuk Tukang Ojek

“Tapi dalam hal ini tetap tegas disiplin wajib sehingga mereka jangan beranggapan,  Oh disini kok bahasanya terlalu lembut atau ini. Jangan dimanjah. Nah jangan dimanjah. Tetap. Tapi bedanya dibedakan dari segi seperti itu,” tutur Cindra.

Cindra mengaku ia pernah melatih kalangan sipil untuk prajabatan ASN dan PNS serta Paskibraka Pemda Lahat saat mendapat penugasan di Rindam II Sriwijaya, Puntang, Lahat.

Kemudian, Cindra menilai, saat ini sudah ada perbedaan sikap peserta dari awal datang hingga saat ini, ia mengatakan sudah ada perubahan karakter yang lumayan baik.

“Terus sosialisasi dengan rekan. Karena awal-awalnya itu kan sampai di sini mungkin bergaulnya cuma satu kelompok saja. Misalkan dari Muara Enim, Muara Enim saja, Prabumulih, Prabumulih saja. Sekarang sudah membaur sehingga punya hubungan kekeluargaan yang erat, kalau kami pernah dilatih sama-sama di sini,” ungkap Cindra.

Tak hanya itu, menurut Cindra, etika para peserta berangsur berubah seiring perjalanan pelatihan, mereka sudah menjaga sikap sopan santun kepada semua orang di dalam lingkungan Yonzipur.

“Kalau seandainya ketemu pimpinan, bahasanya itu salam. Salam itu kayak kita menyampaikan kalau mungkin kalau Muslim, assalamualaikum. Tapi kalau yang namanya di sini, menggunakan penghormatan,” pungkas Cindra.

“Sehingga lebih bagus lagi. Lebih bagus dari sebelumnya itu sudah sangat-sangat lumayan ada perbedaan,” tambah Cindra.

Dalam kesempatan itu, Cindra berharap agar para siswa dapat mengaplikasikan dan menerapkan ilmu pendidikan karakter yang didapatkan selama mengikuti kegiatan retreat Pertamina LCLP 2025 di Yonzipur II/SG di lingkungan keluarga, lingkungan sosial masyarakat, dan lingkungan tempat bekerja.

Karena, menurut Cindra, dalam lingkungan tersebut membutuhkan orang-orang yang beretika dan berkarakter.

Seperti diketahui, PHR Zona 4 meluncurkan Pertamina Local Community Leaders Program yang diproyeksi bias mencetak para peserta retreat orang yang berwawasan, Tangguh, dan bertanggung jawab.

Untuk mendukung program tersebut, PHR Zona 4 menggandeng Yonzipur II/SG untuk menggembleng 92 peserta retreat yang terdiri dari anggota Ormas, LSM, dan Wartawan.

Program itu dijadwalkan akan berlangsung selama 14 hari dimulai tanggal 10 hingga 23 Juni 2025.

 

(ej@/tintamerah.co.id)

Berita Terkait

Agresif & Inovatif! Pertamina EP Zona 4 Bor 90 Sumur, Sukses Amankan Ketahanan Energi Nasional
APM ‘Kepung’ PHR Zona 4: Bongkar Aroma Busuk Rekrutmen PDSI-PDC, Siap “Meledak” di DPRD 29 April!
Sempat Bungkam Soal Isu Biaya Jargas Rp 4,5 Juta, Dirut Petro Prabu Akhirnya Buka Suara dan Siap Blak-blakan Senin Besok!
Lawan Penurunan Reservoir, PEP Zona 4 Sukses ‘Hidupkan Kembali’ Sumur LBK-29: Produksi Melejit ke 552 BOPD!
Ocktaf Riadi Buka Suara Soal Retreat Pertamina LCLP 2025 di Yonzipur Prabumulih Dinilai untuk Membungkam Kebebasan Ekspresi
Deretan Pelatih Pembentukan Karakter Pertamina LCLP 2025 Zona 4
Manager Relation Pertamina Zona Ajak Alumni Retreat LCLP 2025 Jadi Pejuang Migas
Gubernur HD, Bupati dan Walikota Dijadwalkan akan Hadiri Penutupan Pertamina LCLP 2025 Zona 4

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 09:19 WIB

Agresif & Inovatif! Pertamina EP Zona 4 Bor 90 Sumur, Sukses Amankan Ketahanan Energi Nasional

Selasa, 21 April 2026 - 20:26 WIB

APM ‘Kepung’ PHR Zona 4: Bongkar Aroma Busuk Rekrutmen PDSI-PDC, Siap “Meledak” di DPRD 29 April!

Minggu, 5 April 2026 - 08:43 WIB

Sempat Bungkam Soal Isu Biaya Jargas Rp 4,5 Juta, Dirut Petro Prabu Akhirnya Buka Suara dan Siap Blak-blakan Senin Besok!

Jumat, 3 April 2026 - 14:25 WIB

Lawan Penurunan Reservoir, PEP Zona 4 Sukses ‘Hidupkan Kembali’ Sumur LBK-29: Produksi Melejit ke 552 BOPD!

Minggu, 22 Juni 2025 - 15:02 WIB

Ocktaf Riadi Buka Suara Soal Retreat Pertamina LCLP 2025 di Yonzipur Prabumulih Dinilai untuk Membungkam Kebebasan Ekspresi

Berita Terbaru