Gugur Saat Puasa, 3 Polisi Ditembak Mati Kopda Bazarsah: Harapan Buka Bersama Berubah Jadi Duka

Selasa, 8 Juli 2025 - 13:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Palembang,  tintamerah.co.id- Sasnia masih mengingat jelas percakapan terakhir dengan suaminya, Kapolsek Negara Batin AKP Anumerta Lusiyanto, pada Senin pagi, 17 Maret 2025.

Saat itu, suaminya meminta agar ia menyiapkan makanan lebih banyak untuk berbuka puasa nanti malam. “Suami saya masih berpuasa karena saat itu bulan Ramadan. Beliau minta disiapkan makanan banyak, katanya mau buka puasa bersama di rumah setelah penggerebekan,” ujar Sasnia, dengan suara bergetar.

Namun, harapan untuk menyambut waktu berbuka itu berubah menjadi kabar duka. Sore harinya, Sasnia menerima pesan di grup WhatsApp: suaminya gugur dalam tugas, tertembak dalam penggerebekan judi sabung ayam di Kampung Karang Manik, Kecamatan Negara Batin, Way Kanan, Lampung.

BACA JUGA  Bupati Lampura Budi Utomo Melakukan Penandatanganan Bersama Instansi Terkait Mal Pelayanan Publik

Tak hanya Kapolsek Lusiyanto, dua anggota lainnya, Bripka Petrus Apriyanto dan Bripda M Ghalib Surya Ganta, juga tewas dalam insiden tersebut. Ketiganya ditembak mati oleh oknum TNI, Kopda Bazarsah, yang kini menjadi terdakwa dalam persidangan di Pengadilan Militer I-04 Palembang.

Fakta menyedihkan ini diperkuat keterangan dua dokter forensik RS Bhayangkara Lampung, dr Chaterina Andriani dan dr I Putu Suwartama, yang melakukan autopsi pada Selasa, 18 Maret 2025.

“Dari hasil pemeriksaan, ketiga korban ditemukan dalam keadaan lambung kosong selama lebih dari 24 jam. Artinya, mereka dalam kondisi berpuasa saat ditembak,” jelas dr Chaterina saat memberikan kesaksian di pengadilan, Senin (7/7/2025).

Ketiga polisi tersebut, lanjutnya, tewas akibat tembakan peluru kaliber 5,56 mm, yang berasal dari senjata laras panjang jenis SS1 dan FNC milik Kopda Bazarsah.

BACA JUGA  Tim Pengendali Inflasi Daerah Sumsel : Harga Beras Sudah Cenderung Turun

Detail Luka Tembak Menggambarkan Kekejaman dan brutalisme aparat yang memegang senjata.

Kapolsek Lusiyanto tertembak di dada kanan, peluru menembus jantung dan paru-paru, menyebabkan kematian seketika.
Sedangkan Bripka Petrus Apriyanto ditembak dari jarak dekat di mata kiri, peluru menembus otak dan memecahkan tempurung kepala.

Sementara Bripda M Ghalib Surya Ganta mengalami luka tembak di bibir bawah, menembus rahang dan bersarang di tulang iga.

“Kami menemukan sisa proyektil di dalam tubuh korban yang cocok dengan peluru kaliber 5,56 mm. Terutama pada Bripka Petrus, peluru masuk dari kelopak mata, pecah di otak—kemungkinan besar ditembak dari jarak sangat dekat,” terang dr Putu.

Sasnia dan keluarga korban lainnya tak bisa menyembunyikan kesedihannya. Ia bukan hanya kehilangan pasangan hidup, tetapi juga kehilangan sosok pemimpin yang dikenal humanis di lingkungan tugasnya.

BACA JUGA  Dihari ke 20 Ramadan, Personel bersama PJU Polda Susmel Gelar Sholat Dzuhur Berjamaah

“Saya harap pelaku dihukum mati. Suami saya wafat saat berpuasa, dalam tugas. Jangan biarkan ini menjadi luka yang dibiarkan terbuka,” katanya lirih. (**)

Berita Terkait

Skandal “Bangkai Besi” Berulang: Mesin ATM Mandiri Simpang Lima Pendopo PALI Rusak Lagi, Manajemen Cuek dan Alergi Perbaikan Total?
Layanan Bobrok, ATM Mandiri PALI Mangkrak: Anggaran Ada, Solusi Tiada!
Kado Pahit HUT ke- 28 Bank Mandiri Untuk Nasabah PALI: Mesin ATM Rusak Bertahun-Tahun di Hari Jadi Korporasi
Skandal “Bangkai Besi” ATM Mandiri PALI: Layanan Bobrok & Merugikan Nasabah, Ketua LSM Serampuh Desak Pinca Dicopot!
Skandal “Bangkai Besi” ATM Bank Mandiri Cabang Pendopo PALI, Pimpinan Cabang Diduga “Alergi” Konfirmasi dan Abaikan Hak Nasabah
Bongkar Dugaan Rekrutmen Tertutup Pertamina Adera Field: DPRD PALI Layangkan Surat Pemanggilan Resmi, Tuntut Keadilan Bagi Tenaga Kerja Lokal
PA GMNI PALI: Tidak Boleh Ada Rekrutmen Tertutup, Setiap Perusahaan Harus Terbuka dan Non-Diskriminatif
Firdaus Hasbullah: Tiga Tim ORADO PALI Siap Harumkan Nama Daerah di Turnamen 101 Piala Panglima TNI

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:58 WIB

Skandal “Bangkai Besi” Berulang: Mesin ATM Mandiri Simpang Lima Pendopo PALI Rusak Lagi, Manajemen Cuek dan Alergi Perbaikan Total?

Jumat, 2 Oktober 2026 - 17:48 WIB

Layanan Bobrok, ATM Mandiri PALI Mangkrak: Anggaran Ada, Solusi Tiada!

Jumat, 2 Oktober 2026 - 17:32 WIB

Kado Pahit HUT ke- 28 Bank Mandiri Untuk Nasabah PALI: Mesin ATM Rusak Bertahun-Tahun di Hari Jadi Korporasi

Jumat, 2 Oktober 2026 - 16:16 WIB

Skandal “Bangkai Besi” ATM Mandiri PALI: Layanan Bobrok & Merugikan Nasabah, Ketua LSM Serampuh Desak Pinca Dicopot!

Jumat, 2 Oktober 2026 - 14:42 WIB

Skandal “Bangkai Besi” ATM Bank Mandiri Cabang Pendopo PALI, Pimpinan Cabang Diduga “Alergi” Konfirmasi dan Abaikan Hak Nasabah

Berita Terbaru