PURBALINGGA | tintamerah.co -, Ketua Partai Gerindra Jawa Tengah, Suaryono, menghimbau agar kader Partai Gerindra diminta untuk pasang badan mengawal kesuksesan program unggulan Presiden Prabowo Subianto, khususnya terkait program Makan Bergizi Gratis (MBK). Hal ini ditegaskan Sudaryono dalam pertemuan kader yang menekankan pentingnya menjaga integritas program pemerintah dari oknum tidak bertanggung jawab dalam unggahan akun Facebook miliknya di Kabupaten Purbalingga, Jumat (6/3/2026).
Dalam arahannya, pria yang juga menjabat Wakil Menteri Pertanian Republik Indonesia ini menekankan bahwa politik Gerindra adalah politik kebaikan yang diajarkan langsung oleh Presiden Prabowo. Kader di tingkat akar rumput memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan kebijakan pusat sampai ke tangan rakyat dengan kualitas yang layak.
Jangan Biarkan Program Presiden Dirusak
Kader diminta tidak segan-segan melaporkan jika menemukan penyimpangan di lapangan. Salah satu contoh nyata yang diangkat adalah temuan menu makanan yang tidak sesuai standar di wilayah Purbalingga.
“Kalau di lingkungan Anda ada pembagian MBK yang tidak sesuai, laporkan kepada saya. Jangan sampai program orang yang kita cintai, yang kita idam-idamkan jadi Presiden, dirusak oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab,” tegas putra asli Grobokan itu.
Tindakan tegas disebut telah diambil terhadap laporan yang masuk, termasuk melakukan koordinasi langsung dengan Kepala Badan Gizi Nasional (BGM), Kapolres, hingga Kajari untuk memastikan pengawasan berjalan maksimal.
Merawat Kemenangan dengan Kerja Nyata
Memasuki masa pemerintahan saat ini, seluruh elemen partai diingatkan bahwa tugas saat ini justru lebih berat dibandingkan saat masa perjuangan pemilu. Merawat kemenangan dan menjaga kepercayaan rakyat melalui program nyata adalah prioritas utama.
“Dulu kita kalah saja berjuang terus, masa sekarang sudah menang malah diam? Itu keliru. Kader Gerindra harus jadi mata, telinga, dan corong masyarakat,” tambahnya di hadapan para pengurus DPC Purbalingga dan kader.
Politik Tanpa Dendam
Menutup arahannya, ditekankan pula pesan Presiden Prabowo mengenai cara berpolitik yang santun dan tanpa dendam pribadi. Fokus utama kader harus sepenuhnya dicurahkan untuk pengabdian kepada bangsa dan negara.
“For the sake of the country, there is no room for personal feeling,” ujar Sudarnyono mengutip pesan Presiden Prabowo, yang berarti bahwa kepentingan pribadi tidak boleh menghalangi pengabdian kepada negara.
Kegiatan yang berlangsung di bulan Ramadan ini ditutup dengan rencana eksekusi diklat kader setelah Idulfitri, guna memperkuat barisan dalam mengajak masyarakat berbuat kebaikan melalui jalur politik.
Penulis: eja | Editor: Efran















