JAMBI | tintamerah.co -, Saat jutaan keluarga di penjuru negeri bersiap merajut rindu di ruang tamu, sebuah realitas berbeda tersaji di instalasi-instalasi vital Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 1. Di sini, tidak ada kata “libur”. Yang ada hanyalah deru mesin yang stabil dan mata yang terjaga demi memastikan dapur masyarakat tetap mengepul dan lampu-lampu tetap menyala di hari kemenangan.
Menghadapi momentum Idulfitri 1447 H, PHR Zona 1 tidak sekadar menjaga angka produksi, melainkan meneguhkan barikade keselamatan demi kedaulatan energi nasional.
Siaga 24 Jam di Atas “Nol Insiden”
Bagi PHR Zona 1, keberhasilan operasional bukan hanya soal berapa barrel minyak yang mengalir, tapi tentang kepastian bahwa setiap pekerja pulang dengan selamat. Memasuki periode Lebaran 2026, perusahaan meningkatkan status kesiapsiagaan ke level tertinggi.
Tim tanggap darurat, Incident Management Team (IMT) dan Site Emergency Response Team (SERT), disiagakan penuh 24 jam. Dari PHE Jambi Merang hingga PEP Rantau, sistem pengawasan diperketat. Ini bukan sekadar formalitas; ini adalah respons atas beban tanggung jawab besar di tengah euforia hari raya.
General Manager Zona 1, Mefredi, menegaskan bahwa disiplin adalah harga mati.
“Keamanan operasi selama Idulfitri tidak hanya bergantung pada sistem, tetapi pada kedisiplinan setiap individu. Aturan keselamatan bukan sekadar teks, tapi napas dalam setiap aktivitas kami,” tegasnya dalam keterangan pers yang diterima tintamerah.co, Kamis (26/3/2026).
Ketajaman Operasi di Tengah Pengeboran Aktif
Ketegasan PHR Zona 1 diuji di lapangan-lapangan yang tengah melakukan aktivitas kritikal. Di lokasi RNTDZ 51 (PEP Rantau) dan PPT-A1 (PEP Pangkalan Susu), deru bor tetap menghujam bumi meski takbir berkumandang. Di sini, pengawasan aspek Health, Safety, Security and Environment (HSSE) dilakukan tanpa kompromi.
Setiap personel wajib melewati pemeriksaan kesehatan ketat untuk memastikan kondisi fit to work. Tidak ada ruang untuk kelalaian. Pemantauan cuaca dari BMKG dan mitigasi risiko sosial di sekitar wilayah operasi dipantau menit demi menit demi kelancaran operasional yang tanpa cela.
Rekam Jejak Emas: Modal Kepercayaan
Langkah ekstra ketat di momen Lebaran ini berpijak pada fondasi prestasi yang solid. Sepanjang tahun 2025, PHR Zona 1 mengukir catatan impresif:
- Total Recordable Incident Rate (TRIR): 0,0
- Lost Time Injury (LTI): Zero (Nol)
- Jam Kerja Selamat: 20.369.999 jam
Angka-angka ini bukan sekadar statistik, melainkan bukti nyata bahwa operasional yang masif mampu berjalan beriringan dengan standar keselamatan kelas dunia. Pada momen Idulfitri ini, standar tersebut tidak hanya dijaga, tapi dipacu lebih tinggi.
Pengabdian untuk Negeri
Di balik penguatan pengamanan fisik dan patroli bersama aparat, ada filosofi pelayanan yang mendalam. PHR Zona 1 sadar bahwa gangguan sekecil apa pun pada operasional mereka akan berdampak pada rantai pasok energi nasional.
“Kami memastikan operasi tetap normal dengan pengawasan intensif. Ini adalah bentuk dukungan nyata kami agar produksi nasional tetap terjaga, sementara masyarakat merayakan hari kemenangan dengan tenang,” pungkas Mefredi.
Saat matahari Lebaran terbit, para pejuang energi di PHR Zona 1 mungkin tidak berada di meja makan keluarga, namun dedikasi mereka hadir di setiap tetes energi yang dinikmati seluruh rakyat Indonesia.
Laporan: Efran | Editor: tintamerah.co















