TANGSEL | tintamerah.co -, Peringatan Hari Perempuan Internasional (International Women’s Day) yang jatuh pada tanggal 8 Maret setiap tahunnya kembali menjadi sorotan bagi para aktivis mahasiswa. Kali ini, Ulin Puspa, kader Korps PMII Putri (KOPRI) dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), menegaskan bahwa momentum ini harus menjadi titik balik bagi penguatan peran perempuan di berbagai sektor strategis.
Menurut Ulin, peringatan tahun ini bukan sekadar seremonial belaka, melainkan sebuah refleksi atas panjangnya perjuangan perempuan dalam menuntut kesetaraan akses dan hak dalam kehidupan bermasyarakat.
Bukan Sekadar Perayaan Tahunan
Ulin menekankan bahwa esensi dari Hari Perempuan Internasional adalah pengingat kolektif mengenai hak perempuan dalam mendapatkan ruang yang setara, mulai dari bangku pendidikan hingga kursi kepemimpinan.
“Momentum ini harus dimaknai sebagai penguat semangat bagi perempuan untuk terus berdaya, meningkatkan kapasitas diri, dan berkontribusi aktif dalam pembangunan masyarakat,” ujar Ulin Puspa dalam keterangan tertulisnya, Minggu (8/3/2026).
KOPRI Sebagai Kawah Candradimuka Kepemimpinan
Sebagai bagian dari KOPRI PMII, Ulin menyoroti pentingnya organisasi kemahasiswaan sebagai wadah bagi perempuan muda untuk mengasah taji kepemimpinan mereka. Ia menilai perempuan bukan lagi sekadar pelengkap dalam struktur sosial, melainkan agen perubahan (agent of change) yang membawa gagasan segar.
Beberapa poin kunci yang ditekankan Ulin terkait peran perempuan di organisasi antara lain:
- Wadah Strategis: Organisasi menjadi tempat mengasah soft skills dan wawasan intelektual.
- Solidaritas Gerakan: Memperkuat jejaring antarperempuan untuk memperjuangkan keadilan gender.
- Kepemimpinan Nyata: Mendorong perempuan untuk berani tampil di garis depan pengambilan keputusan.
“Perempuan hari ini tidak hanya menjadi bagian dari pembangunan, tetapi juga menjadi penggerak perubahan. Karena itu, penting bagi kita semua untuk terus membuka ruang seluas-luasnya bagi perempuan untuk tampil dan memimpin,” tambah Ulin.
Harapan untuk Masa Depan Perempuan Indonesia
Menutup keterangannya, Ulin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memberikan kesempatan yang inklusif bagi perempuan. Ia optimis bahwa kemajuan bangsa sangat bergantung pada sejauh mana negara mampu memberdayakan kaum perempuannya.
“Ketika perempuan diberi kesempatan yang sama, maka kontribusi yang diberikan akan membawa dampak besar bagi kemajuan masyarakat dan bangsa,” pungkas Ulin.
Penulis: ej@ | Editor: Efran















