PALI | tintamerah.co -, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, bersiap melakukan transformasi besar pada infrastruktur pusat pemerintahannya. Tahun 2026 dipastikan menjadi titik awal perubahan wajah Bumi Serepat Serasan dengan rencana dimulainya pembangunan gedung baru Kantor Bupati PALI yang ikonik.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten PALI, Ristanto Wahyudi, mengungkapkan bahwa proyek strategis ini menjadi prioritas utama pemerintah daerah. Meski kondisi APBD PALI tengah mengalami keterbatasan, langkah taktis diambil melalui koordinasi intensif dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.
Andalkan Dana Provinsi di Tengah Minimnya APBD
Ristanto secara terbuka mengakui bahwa kondisi fiskal daerah saat ini sangat terbatas. Oleh karena itu, pihaknya bergerak cepat “menjemput bola” ke tingkat provinsi agar pembangunan mercusuar ini tetap berjalan.
“Kami sedang berusaha agar groundbreaking bisa dilakukan tahun ini. Kemarin kami sudah meminta bantuan ke Pak Gubernur agar pembiayaannya dibantu provinsi. Insya Allah disetujui, meskipun secara bertahap,” ujar Ristanto saat memberikan keterangan resmi kepada tintamerah.co di ruang kerjanya, Jumat (6/3/2026).
Berdasarkan hasil Detailed Engineering Design (DED), total kebutuhan anggaran untuk pembangunan kantor bupati mencapai Rp81 miliar, ditambah Rp6 miliar untuk penataan pematangan lahan. Untuk tahap awal, Pemerintah Provinsi Sumsel diprediksi akan mengucurkan bantuan sekitar Rp25 hingga Rp30 miliar.
“Dana kita (APBD PALI) lagi sangat-sangat minim. Jadi, kita harus pintar-pintar ‘ngamen’ dan mencari dukungan dana dari luar agar pembangunan tetap jalan,” tambahnya dengan nada lugas.
Target Struktur Rampung Desember 2026
Lokasi pembangunan dipastikan akan menempati lahan hibah seluas 9 hektare dari PT MHP di kawasan pusat pemerintahan. Meski posisinya hampir tepat di gedung saat ini, akan ada perubahan signifikan pada aksesibilitas dan tata visual.
“Jalannya akan kita geser agar dari pinggir jalan view-nya langsung menghadap Kantor Bupati. Target kami, hingga akhir Desember nanti, struktur lantai 1 dan lantai 2 sudah selesai. Januari 2027 kita masuk tahap finishing,” jelas Ristanto.
Sentuhan Arsitektur Lokal dan Rencana Masjid Raya
Tak sekadar gedung beton, Kantor Bupati PALI yang baru ini dirancang khusus dengan melibatkan tim ahli dari Universitas Sriwijaya (Unsri). Desain bangunan akan mengusung konsep kearifan lokal yang kuat, memadukan budaya dan arsitektur asli PALI ke dalam estetika modern.
Selain gedung perkantoran, Ristanto membeberkan rencana jangka panjang Bupati PALI untuk membangun Masjid Raya Kabupaten PALI di lokasi yang sama. Namun, fokus utama saat ini tetap pada penyelesaian Kantor Bupati dan Rumah Sakit.
“Tahun ini kita fokus dulu ke gedung publik utama. Untuk gedung OPD lain belum ada di tahun anggaran ini. Kita ingin menciptakan pusat pemerintahan yang tidak hanya fungsional, tapi juga menjadi kebanggaan dan identitas masyarakat PALI,” tutupnya.
Laporan: Efran















