PALI | tintamerah.co -, Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, terus memutar otak untuk menuntaskan persoalan infrastruktur jalan di tengah kondisi fiskal yang sedang tidak menentu. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUTR) Kabupaten PALI, Ristanto Wahyudi, mengungkapkan bahwa pihaknya kini menerapkan skala “Super Prioritas” untuk menentukan ruas jalan mana yang akan disentuh pembangunan tahun ini.
Dalam keterangannya kepada tintamerah.co, Jumat (6/3/2026), Ristanto tak menampik bahwa anggaran daerah saat ini tergolong minim. Namun, kondisi tersebut tidak menyurutkan langkah pemerintah untuk tetap melakukan pembangunan. Salah satu langkah konkret yang diambil adalah dengan melakukan jemput bola atau “ngamen” ke tingkat provinsi.
Upaya “Ngamen” untuk Bantuan Keuangan
Ristanto membeberkan bahwa dirinya mendampingi langsung Bupati PALI selama dua hari berturut-turut untuk melakukan koordinasi intensif dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.
“Kami kemarin dua hari berturut-turut bersama Pak Bupati, istilahnya ‘ngamen’ ke provinsi. Kami meminta bantuan, selain untuk pembangunan gedung kantor, juga fokus pada infrastruktur jalan,” ujar Ristanto.
Langkah ini diambil untuk menggaet dana melalui jalur Bantuan Keuangan Bersifat Khusus (BKBK) dan jalur Instruksi Jalan Daerah (IJD). Hal ini dianggap sebagai solusi logis agar pembangunan di Bumi Serepat Serasan tidak mandek meski APBD kabupaten sedang terbatas.
Skala Super Prioritas: Kukui Hingga Jeramba Besi
Menjawab pertanyaan mengenai titik-titik pembangunan tahun ini, Ristanto menjelaskan bahwa pihaknya telah menyusun peta jalan (road map) yang sangat ketat. Dari kategori super prioritas hingga yang kurang prioritas, semua telah didata berdasarkan urutan urgensi.
Beberapa titik yang menjadi sorotan utama tahun ini antara lain:
- Ruas Jalan di Kukui
- Daerah Betung
- Akses ekonomi dari Kukui hingga Jeramba Besi
- Kukui menuju Simpang Babat
“Jalan-jalan ini adalah akses ekonomi masyarakat yang mayoritas berprofesi sebagai petani. Kami sudah punya rencana induk jalan kabupaten; mana yang akan dibuka baru, mana yang ditingkatkan kualitasnya, dan mana yang sekadar pemeliharaan,” tegasnya.
Membuka Akses Terisolir: Bandara hingga Sukamaju
Salah satu poin menarik yang disinggung adalah rencana konektivitas dari area Bandara menuju Desa Sukamaju, tepatnya di kawasan Pertamina Benakat Timur (Setuntung). Ristanto mengonfirmasi bahwa seluruh akses tersebut masuk dalam rencana jangka panjang pemerintah.
“Semua akses ingin kita buka ke depan. Namun kembali lagi, kita punya skala prioritas yang harus dilalui karena mengingat keterbatasan anggaran. Di periode Pak Asgianto dan Pak Iwan Tuwaji ini, penganggaran dilakukan benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat yang paling mendesak,” tambahnya.
Ristanto pun mengajak masyarakat untuk turut mendoakan agar upaya lobi (“ngamen”) ke provinsi tersebut membuahkan hasil maksimal. “Sama-sama kita berdoa hasil ‘ngamen’ kami berhasil, sehingga percepatan infrastruktur di PALI bisa tetap berjalan sesuai harapan,” pungkasnya.
Laporan: Efran















