PALI | tintamerah.co -, Di bawah rindangnya pepohonan di Rumah Kebon, Simpang Raja, Kelurahan Handayani Mulya, suasana Lebaran Idul Fitri tahun ini terasa lebih dari sekadar perayaan kemenangan. Kediaman mantan Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Heri Amalindo, berubah menjadi muara kerinduan ribuan masyarakat yang datang silih berganti tanpa jeda.
Open House yang digelar tokoh yang akrab disapa “Mang Heri” ini bukan sekadar seremoni pejabat, melainkan bukti nyata betapa kuatnya ikatan emosional antara sang pemimpin dengan rakyatnya. Dari warga pelosok desa hingga tokoh lintas partai, semuanya membaur dalam satu meja: merayakan Idul Fitri sekaligus menitipkan harapan.
PSI PALI: “Akses Pembangunan Bakal Lebih Cepat di Tangan Heri”
Hadir di tengah kerumunan massa, Ketua DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten PALI, Iskandar, memberikan pernyataan tegas. Baginya, sosok Heri Amalindo adalah anomali di tengah kaku-nya sekat birokrasi.
“Silaturahmi dan ukhuwah ini harus terus kita tingkatkan. Pandangan PSI ke depan jelas: kemajuan daerah ada di tangan pemimpin yang mau mendengar. Sejak dulu kami adalah pendukung setia, karena beliau ini merakyat dan tidak ada batasan. Kapan saja dihubungi, beliau selalu merespons,” ujar Iskandar kepada tintamerah.co, Rabu (25/3/2026), dengan lugas di sela-sela acara.
Lebih jauh, Iskandar melontarkan pernyataan menggugah mengenai masa depan Sumatera Selatan. Ia menilai kapasitas Heri Amalindo sudah sangat layak untuk naik kelas memimpin provinsi.
“Bayangkan jika beliau menjadi Gubernur. Akses pembangunan di PALI dan daerah lain pasti akan lebih cepat karena jalur komunikasinya yang tanpa sekat. Tanpa dukungan dari ‘pucuk’ (pimpinan provinsi), kita hanya akan jalan di tempat dengan mengandalkan APBD yang terbatas. Maka dari itu, kami dari PSI sudah mulai bergerak, ‘gerilya’ ke bawah untuk memenangkan Pak Heri,” tegasnya.
Tamu yang Tak Kunjung Redup
Pantauan di lokasi menunjukkan arus tamu yang terus mengalir deras bak air sungai. Meskipun Heri Amalindo saat ini tidak lagi menjabat sebagai bupati, daya magnetnya justru semakin kuat. Warga rela mengantre demi bersalaman dan berswafoto dengan sosok yang mereka anggap sebagai bapak pembangunan PALI tersebut.
Menanggapi antusiasme yang luar biasa ini, Heri Amalindo tampil dengan gaya khasnya: tenang, rendah hati, namun tetap bertenaga. Ia menegaskan bahwa rumahnya selalu terbuka bagi siapa saja, kapan saja, bukan hanya saat momentum politik.
Pesan Moral: Bersatu Demi Perubahan
Menutup perbincangan, Iskandar mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan memiliki pemimpin yang sudah teruji.
“Pesan moral saya satu: mari kita bersatu mendukung Pak Heri menjadi Gubernur. Kita butuh perubahan nyata agar daerah kita tidak hanya begini-begini saja. Dukungan dari atas adalah kunci, dan kunci itu ada pada sosok Heri Amalindo,” pungkasnya.
Di Rumah Kebon hari ini, Idul Fitri bukan hanya soal maaf-memaafkan, tapi juga soal memupuk keyakinan bahwa masa depan yang lebih baik bagi Sumatera Selatan sedang dirajut dari Simpang Raja.
Laporan: Efran | Editor: tintamerah.co















