Wajah Bopeng Parlemen PALI: 8 Legislator “Pemakan Gaji Buta” Telantarkan LKPJ Bupati!

Selasa, 31 Maret 2026 - 09:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemandangan deretan kursi tak bertuan mewarnai Rapat Paripurna LKPJ Bupati PALI TA 2025 di Gedung DPRD PALI, Senin (30/3/2026). Tim tintamerah.co menghimpun 8 legislator mangkir tanpa keterangan jelas dalam agenda krusial evaluasi pembangunan ini. Rakyat bayar pajaknya, oknum dewan makan gaji butanya? (Foto: Dok/tintamerah)

Pemandangan deretan kursi tak bertuan mewarnai Rapat Paripurna LKPJ Bupati PALI TA 2025 di Gedung DPRD PALI, Senin (30/3/2026). Tim tintamerah.co menghimpun 8 legislator mangkir tanpa keterangan jelas dalam agenda krusial evaluasi pembangunan ini. Rakyat bayar pajaknya, oknum dewan makan gaji butanya? (Foto: Dok/tintamerah)

PALI | tintamerah.co -, Gedung Paripurna DPRD Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan kembali bersolek dengan aroma kemalasan yang menyengat. Senin (30/3/2026), di saat nasib rakyat dan evaluasi pembangunan tahun 2025 dipertaruhkan dalam Rapat LKPJ Bupati, 8 legislator PALI justru mempertontonkan drama memuakkan: Mangkir tanpa kabar.

Bukan sekadar kursi kosong, fenomena ini adalah tamparan keras bagi ribuan pemilih yang menitipkan mandatnya di kotak suara. Berdasarkan verifikasi absensi yang dihimpun tim redaksi tintamerah.co, daftar “dosa” administrasi ini mencatat 8 nama yang sama sekali tidak menorehkan tanda tangan kehadirannya:

  1. JON HERIZAL, A.Md
  2. ROBINHUD ASBI
  3. EDY EKA PURYADI, S.Sos
  4. SIGIT KAMSENO, ST
  5. ADI WARSITO, ST
  6. AGUNG ANDRIANSYAH, SH
  7. MUHAMMAD BUDI HOIRU, SH.I
  8. JODIKA, SE
BACA JUGA  Kadis LH PALI Pukul Balik Tudingan PGK: "Tidak Ada Formalitas, Jika Baku Mutu Jebol Kita Rekomendasikan Tutup!"

(Catatan: Legislator Suarno, SE terpantau hadir di lokasi namun secara ajaib namanya ‘bersih’ dari daftar absensi—sebuah keteledoran atau kesengajaan yang patut dipertanyakan).

Amanah Rakyat Digadai Alasan Klasik

Ketua DPRD PALI, H. Ubaidillah, SH, tampak kelimpungan mencarikan tameng bagi rekan-rekan sejawatnya. Meski berdalih ada 5 orang yang izin karena sakit atau urusan keluarga, ia tak mampu menutupi borok sisanya yang menghilang tanpa jejak.

“Yang tidak izin, saya tidak tahu keberadaan mereka,” cetus Ubaidillah dengan nada masygul saat dikonfirmasi tintamerah.co selesai sidang.

Jawaban ini adalah pengakuan dosa kolektif: Pimpinan Dewan pun tak punya taji untuk mendisiplinkan anggotanya yang hobi “bolos” di agenda krusial.

BACA JUGA  Menakar Kesiapan Paskibraka PALI: Serka Novianto Tegaskan Seluruh Peserta Punya Kualitas dan Tanggung Jawab Setara

Jika untuk duduk di kursi empuk ber-AC saja mereka malas, bagaimana mungkin rakyat berharap mereka berpanas-panasan mengawasi lubang jalan dan fasilitas-fasilitas publik yang mangkrak?

Residivis Kursi Kosong: Antara Malas dan Gaji Buta

Catatan hitam ini seolah mengonfirmasi laporan investigasi tintamerah.co sebelumnya: “Gaji Buta di Balik Kursi Kosong”. Para legislator ini seakan lupa bahwa setiap rupiah yang masuk ke rekening mereka—mulai dari gaji pokok hingga tunjangan representasi—adalah tetesan keringat rakyat PALI.

LKPJ Bupati 2025 adalah momen sakral untuk menguliti kinerja pemerintah. Namun, dengan absennya para “Singa Parlemen” gadungan ini, fungsi kontrol legislatif lumpuh total. Bagaimana mereka mau mengkritisi pembangunan jika batang hidungnya saja tak nampak?

BACA JUGA  Kadiskop dan UKM Sumsel Apresiasi Pemkab PALI Subsidi Bunga Nol Persen kepada Pelaku UMKM

Hanya Muncul Saat Buta Suara?

Masyarakat PALI patut bertanya: Apakah 8 nama di atas hanya akan terlihat gagah saat kampanye, lalu menjelma menjadi “hantu” saat rapat penting tiba?

Publik tak butuh permohonan maaf atau janji koordinasi yang basi. Rakyat butuh pertanggungjawaban nyata. Jika tugas konstitusi sesederhana “hadir dan bersuara” saja gagal dilakukan, maka mereka tak layak menyandang gelar “Yang Terhormat”.

Gedung rakyat bukan tempat untuk penitipan absen. Dan bagi mereka yang mangkir, sejarah—dan tintamerah.co—akan mencatat kalian sebagai beban anggaran yang mencoreng wajah demokrasi Serepat Serasan.

 

Penulis: Efran | Editor: tintamerah.co

Berita Terkait

Skandal “Bangkai Besi” Berulang: Mesin ATM Mandiri Simpang Lima Pendopo PALI Rusak Lagi, Manajemen Cuek dan Alergi Perbaikan Total?
Layanan Bobrok, ATM Mandiri PALI Mangkrak: Anggaran Ada, Solusi Tiada!
Kado Pahit HUT ke- 28 Bank Mandiri Untuk Nasabah PALI: Mesin ATM Rusak Bertahun-Tahun di Hari Jadi Korporasi
Skandal “Bangkai Besi” ATM Mandiri PALI: Layanan Bobrok & Merugikan Nasabah, Ketua LSM Serampuh Desak Pinca Dicopot!
Skandal “Bangkai Besi” ATM Bank Mandiri Cabang Pendopo PALI, Pimpinan Cabang Diduga “Alergi” Konfirmasi dan Abaikan Hak Nasabah
Bongkar Dugaan Rekrutmen Tertutup Pertamina Adera Field: DPRD PALI Layangkan Surat Pemanggilan Resmi, Tuntut Keadilan Bagi Tenaga Kerja Lokal
PA GMNI PALI: Tidak Boleh Ada Rekrutmen Tertutup, Setiap Perusahaan Harus Terbuka dan Non-Diskriminatif
Firdaus Hasbullah: Tiga Tim ORADO PALI Siap Harumkan Nama Daerah di Turnamen 101 Piala Panglima TNI

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:58 WIB

Skandal “Bangkai Besi” Berulang: Mesin ATM Mandiri Simpang Lima Pendopo PALI Rusak Lagi, Manajemen Cuek dan Alergi Perbaikan Total?

Jumat, 2 Oktober 2026 - 17:48 WIB

Layanan Bobrok, ATM Mandiri PALI Mangkrak: Anggaran Ada, Solusi Tiada!

Jumat, 2 Oktober 2026 - 17:32 WIB

Kado Pahit HUT ke- 28 Bank Mandiri Untuk Nasabah PALI: Mesin ATM Rusak Bertahun-Tahun di Hari Jadi Korporasi

Jumat, 2 Oktober 2026 - 16:16 WIB

Skandal “Bangkai Besi” ATM Mandiri PALI: Layanan Bobrok & Merugikan Nasabah, Ketua LSM Serampuh Desak Pinca Dicopot!

Jumat, 2 Oktober 2026 - 14:42 WIB

Skandal “Bangkai Besi” ATM Bank Mandiri Cabang Pendopo PALI, Pimpinan Cabang Diduga “Alergi” Konfirmasi dan Abaikan Hak Nasabah

Berita Terbaru