Benang Kusut “Proyek Siluman” Simpang Tais: Miskomunikasi atau Permainan di Jantung UKPBJ PALI?

Jumat, 10 April 2026 - 22:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PALI | tintamerah.co – Di balik riuh rendah pembangunan infrastruktur di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, sebuah aroma tidak sedap menyeruak dari proyek Peningkatan Jalan Simpang Tais. Proyek yang seharusnya menjadi urat nadi mobilitas warga ini justru terjebak dalam pusaran skandal “dokumen siluman” dan status gagal tender yang penuh teka-teki.

Kepala Bagian UKPBJ (Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa) Kabupaten PALI yang baru menjabat, Sephy Hendika Putra Masalan, akhirnya buka suara saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (9/4/2026). Dalam wawancara eksklusif bersama tintamerah.co, Sephy tidak menampik adanya kekacauan sistemik yang terjadi sebelum masa kepemimpinannya.

Lubang di Balik Status Gagal Tender

Persoalan ini bermula pada tahun anggaran 2025. Berdasarkan data sistem LPSE, proyek tersebut dinyatakan gagal tender karena peserta tunggal tidak hadir saat pembuktian kualifikasi. Secara regulasi, hal ini otomatis menggugurkan proses lelang.

BACA JUGA  Polres PALI Gelar Budaya Pagelaran Wayang Kulit Dengan Lakon Wahyu Makutharama

Namun, kejanggalan muncul saat dokumen yang menyatakan tender “selesai dengan pemenang” justru beredar dan diterima oleh pihak luar.

“Ada miskomunikasi di mana pihak tertentu bisa menerima berkas yang menyatakan tender itu selesai. Sekarang masalah ini sedang diaudit secara intensif oleh Inspektorat,” ungkap Sephy.

Keanehan kian meruncing pada aspek teknis sistem LPSE. Sephy menjelaskan bahwa normalnya sistem akan “mengunci” secara otomatis jika jadwal pembuktian terlampaui. Namun, dalam kasus Simpang Tais, sistem seolah “memberi celah” dengan tetap terbuka hingga akhir tahun.

Menelusuri Jejak “Dokumen Siluman”

Skandal ini semakin panas menyusul laporan investigasi tintamerah.co sebelumnya. Dalam laporan bertajuk Skandal Dokumen Siluman dan Alibi Gagal Tender, Dinas PUTR PALI secara tegas membongkar adanya dokumen yang tidak pernah mereka keluarkan namun muncul dalam proses lelang.

Kepala Dinas PUTR, Ristanto Wahyudi, dalam laporan Skandal Proyek PUTR PALI: Bongkar Teka-teki Proyek Ghaib, juga mempertanyakan transparansi di tubuh Unit Layanan Pengadaan (ULP) yang kini di bawah naungan UKPBJ.

BACA JUGA  HUT IWO ke - 9 Tahun BSB Cabang Pendopo terima Penghargaan Sahabat Pers

Menanggapi hal tersebut, Sephy mengakui adanya “putus arus” informasi yang fatal.

“Terjadi miss yang sangat besar antara Pokja, staf operator, hingga pihak dinas. Ada dokumen yang terkirim padahal seharusnya tidak boleh terjadi,” tegasnya.

Langkah Tegas: Nonaktifkan Personel Pokja

Sadar bahwa kepercayaan publik terhadap lembaga yang dipimpinnya sedang di titik nadir, Sephy mengambil langkah drastis. Ia mengonfirmasi telah menonaktifkan sejumlah personel Kelompok Kerja (Pokja) yang namanya banyak tertera dalam dokumen bermasalah tersebut.

“Supaya fair dan mereka bisa fokus pada proses audit yang sedang berjalan. Saya tidak akan menepis kesalahan yang ada. Ini adalah evaluasi pahit yang harus kami jalani,” ujar Sephy dengan nada bicara yang tegas.

Muara di Inspektorat dan APH

BACA JUGA  KPU PALI Lantik 25 anggota PPK untuk Pemilu 2024

Saat ini, bola panas berada di tangan Inspektorat. Sephy mengaku telah beberapa kali memberikan keterangan sebagai ahli untuk mengungkap siapa yang harus bertanggung jawab atas carut-marut ini.

Meski proyek telah berjalan dan dibayar 100%, Sephy menegaskan bahwa secara administratif di UKPBJ, proses tersebut menyisakan banyak tanda tanya besar yang kini merambah ke ranah hukum.

“Ini pengalaman paling berharga sekaligus paling berat sepanjang karier saya. Hikmahnya, kami dipaksa untuk benar-benar menguasai aturan dan memperbaiki koordinasi agar ‘proyek ghaib’ semacam ini tidak lagi menghambat pembangunan di PALI,” tutupnya.

Kini, masyarakat PALI menanti hasil audit Inspektorat. Apakah ini murni kesalahan komunikasi teknis, ataukah ada tangan-tangan tak terlihat yang sengaja menganyam benang kusut ini demi keuntungan pribadi? Satu yang pasti, tabir gelap di Simpang Tais perlahan mulai tersingkap.

 

Penulis: Efran | Editor: tintamerah.co

 

Berita Terkait

Kepala Damkar PALI Dijadwalkan Hadir Langsung di Pembukaan NFSC 2026 Palembang
Lepas Tim Uji Skill ke Tingkat Nasional, Rizal Pahlefi Berharap Damkar PALI Harumkan Nama Daerah di Kancah Nasional
PALI Siap Unjuk Gigi di Kompetisi Pemadam Kebakaran Nasional 2026 di Palembang
Gebrakan Bupati Asgianto: RSUD Talang Ubi Menuju Tipe B, Layanan Cuci Darah Jadi Target Utama di 2027
Besok, DPRD PALI Panggil Dinas Pertanian, LIDIK Ancam Aksi Massa!
Jauh dari Kebisingan, RSUD Talang Ubi Kini Lebih Representatif dan Siap Naik Kelas ke Tipe B
Menggugat “Cetak Sawah di Atas Air Mata”: YKBHN Desak DPRD PALI Bongkar Skandal PCSR Tempirai!
Gebrakan Spektakuler Bupati Asgianto: RSUD Talang Ubi Menuju Mercusuar Kesehatan Sumsel, Siap Naik Kelas ke Tipe B!

Berita Terkait

Minggu, 26 April 2026 - 22:36 WIB

Kepala Damkar PALI Dijadwalkan Hadir Langsung di Pembukaan NFSC 2026 Palembang

Minggu, 26 April 2026 - 22:07 WIB

Lepas Tim Uji Skill ke Tingkat Nasional, Rizal Pahlefi Berharap Damkar PALI Harumkan Nama Daerah di Kancah Nasional

Minggu, 26 April 2026 - 21:43 WIB

PALI Siap Unjuk Gigi di Kompetisi Pemadam Kebakaran Nasional 2026 di Palembang

Minggu, 26 April 2026 - 19:07 WIB

Gebrakan Bupati Asgianto: RSUD Talang Ubi Menuju Tipe B, Layanan Cuci Darah Jadi Target Utama di 2027

Minggu, 26 April 2026 - 18:58 WIB

Besok, DPRD PALI Panggil Dinas Pertanian, LIDIK Ancam Aksi Massa!

Berita Terbaru