13 Tahun PALI: Menolak Lupa Sejarah, Melihat Dampak Nyata bagi Rakyat

Senin, 20 April 2026 - 17:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Refleksi 13 Tahun PALI: Ketua DPC PDIP PALI, H. Kristian, saat memberikan pandangan terkait HUT PALI ke-13 bertema

Refleksi 13 Tahun PALI: Ketua DPC PDIP PALI, H. Kristian, saat memberikan pandangan terkait HUT PALI ke-13 bertema "Kompak, Bergerak, Berdampak". Ia menekankan pentingnya generasi muda memaknai sejarah berdirinya kabupaten sebagai pelecut semangat untuk menciptakan pembangunan yang dirasakan langsung oleh rakyat. (Foto: Dok/Pribadi)

PALI | tintamerah.co -, Tiga belas tahun sudah Bumi Serepat Serasan berdiri tegak sebagai daerah otonom. Momentum Hari Jadi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) ke-13 tahun ini bukan sekadar seremoni potong tumpeng atau parade baris-berbaris. Lebih dari itu, ini adalah alarm pengingat bagi generasi penerus untuk menengok ke belakang, menghargai keringat para pejuang pemekaran, sekaligus menatap masa depan dengan standar yang lebih tinggi.

Mengusung tema besar “Kompak, Bergerak, Berdampak”, peringatan HUT PALI kali ini menjadi momentum refleksi mendalam. Sejarah berdirinya kabupaten ini adalah sejarah keberanian—sebuah narasi tentang bagaimana rakyat PALI memilih menentukan nasibnya sendiri demi pemerataan pembangunan dan kesejahteraan yang lebih dekat di pelupuk mata.

BACA JUGA  Peduli Stunting, Koramil 404-03 Talang Ubi Bersama Pemda PALI dan BADAR Berikan PMT

Kristian: “Jangan Hilangkan Marwah Perjuangan”

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten PALI, H. Kristian, menegaskan bahwa memahami sejarah adalah fondasi utama dalam membangun daerah. Menurutnya, tanpa pemaknaan sejarah yang kuat, pembangunan hanya akan menjadi deretan angka statistik tanpa jiwa.

“Generasi muda PALI harus tahu bahwa kabupaten ini tidak jatuh dari langit. Ada dialektika perjuangan, ada persatuan ide dari para tokoh masyarakat, dan ada harapan besar rakyat yang dititipkan di dalamnya. Mengenang sejarah adalah cara kita menjaga marwah PALI,” tegas H. Kristian kepada tintamerah.co, Senin (20/4/2026).

Ia juga menyoroti relevansi tema HUT tahun ini dengan realitas sosial di lapangan.

“Kompak artinya tidak ada lagi ego sektoral. Bergerak berarti kita tidak boleh berpuas diri dengan status quo. Dan yang paling krusial adalah Berdampak. Setiap kebijakan, setiap rupiah APBD, dan setiap langkah pemerintah harus dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat di pelosok desa, harus dinikmati semua orang,” lanjutnya dengan lugas.

BACA JUGA  Polsek Penukal Abab Hadiri Giat Karnaval Dan Pawai Di Kecamatan Penukal

Transformasi dan Tantangan Masa Depan

Di usia yang ke-13, PALI memang telah menunjukkan transformasi fisik yang signifikan. Namun, tantangan ke depan jauh lebih kompleks. Isu kemandirian ekonomi, kualitas pendidikan, dan akses kesehatan yang merata tetap menjadi pekerjaan rumah yang menuntut aksi nyata, bukan sekadar janji manis di atas baliho.

Semangat “Berdampak” yang diusung harus menjadi tolok ukur kinerja birokrasi. H. Kristian mengajak seluruh elemen masyarakat untuk kembali ke khitah perjuangan pembentukan kabupaten: yaitu menyejahterakan rakyat di tanah kaya minyak dan gas ini.

“PALI adalah rumah kita. Di usia 13 tahun ini, mari kita buktikan bahwa pemekaran ini adalah keputusan sejarah yang tepat dengan memberikan dampak nyata bagi kehidupan masyarakat luas,” pungkasnya.

BACA JUGA  Wujudkan Akses Ekonomi, Sinergi TNI-Rakyat Percepat Pembangunan Jembatan Beton di Desa Muara Dua-PALI

 

Penulis: Efran | Editor: tintamerah.co

Berita Terkait

Komedi Mahalnya Gas 3 Kg di PALI: Pertamina Patra Niaga Sumbagsel ‘Cuci Tangan’, Rakyat Tetap Tercekik
Firdaus Hasbullah: Di Balik Survei, Aspirasi Rakyat PALI adalah Harga Mati
Menembus Tirai Pendidikan PALI: Efran Bawa Misi Transparansi ke Sekretariat Dewan Pendidikan
Sekda Kartika Yanti Tertular Bupati Asgianto: Komunikasi Publik Pemkab PALI Alami Pembusukan Moral, Kangkangi Perintah dan Sembunyi dari Wartawan
DI BALIK SENYAP BUPATI ASGIANTO: Bukan Bersembunyi, Menjemput Ratusan Miliar untuk PALI yang Diguncang Badai
Skandal Kelangkaan Gas Melon di PALI: Tokoh Masyarakat Muktar Jayadi Tuding Eksekutif Hingga Aparat Hukum Mandul Berjemaah Menghadapi Gerilya Mafia Energi
Ketukan Pintu di Ujung Senja: Langkah Nyata Lurah Talang Ubi Timur Memeluk Warga yang Rapuh
PALI KACAU: Birokrasi Tiarap, Sinergi Forkopimda Ambyar, Rakyat Menjerit di Tengah Tekanan Fiskal!

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 07:37 WIB

Komedi Mahalnya Gas 3 Kg di PALI: Pertamina Patra Niaga Sumbagsel ‘Cuci Tangan’, Rakyat Tetap Tercekik

Sabtu, 13 Juni 2026 - 17:31 WIB

Firdaus Hasbullah: Di Balik Survei, Aspirasi Rakyat PALI adalah Harga Mati

Sabtu, 13 Juni 2026 - 13:53 WIB

Menembus Tirai Pendidikan PALI: Efran Bawa Misi Transparansi ke Sekretariat Dewan Pendidikan

Kamis, 11 Juni 2026 - 12:49 WIB

Sekda Kartika Yanti Tertular Bupati Asgianto: Komunikasi Publik Pemkab PALI Alami Pembusukan Moral, Kangkangi Perintah dan Sembunyi dari Wartawan

Kamis, 11 Juni 2026 - 11:00 WIB

Skandal Kelangkaan Gas Melon di PALI: Tokoh Masyarakat Muktar Jayadi Tuding Eksekutif Hingga Aparat Hukum Mandul Berjemaah Menghadapi Gerilya Mafia Energi

Berita Terbaru