PALI | tintamerah.co -, Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Dinkop UKM) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan resmi menetapkan arah kebijakan program kerja untuk tahun anggaran 2026. Fokus utama tahun depan adalah mendongkrak daya saing pelaku usaha lokal agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Kepala Dinkop UKM PALI, Rohman, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa seluruh program kerja 2026 ini merupakan turunan langsung dari misi besar Bupati PALI periode 2025–2029.
“Arah kebijakan kita di tahun 2026 fokus pada peningkatan daya saing UMKM lokal. Hal ini sejalan dengan misi Bupati untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi inklusif yang berkelanjutan di Bumi Serepat Serasan,” ujar Rohman dalam keterangan pers yang diterima tintamerah.co, Selasa (28/4/2026).
Dorong Industri Kreatif dan Akses Modal
Rohman memaparkan, ada beberapa poin krusial yang akan menjadi tulang punggung program kerja mendatang. Selain pengembangan industri kreatif, pihaknya akan memperkuat pendampingan bagi para pelaku usaha.
“Kita arahkan pada pengembangan industri kreatif lokal serta pemberdayaan UKM melalui berbagai program pembinaan. Kami ingin memastikan ada penguatan kapasitas usaha yang nyata,” jelasnya.
Tak hanya soal skill, masalah klasik pelaku usaha yakni permodalan juga menjadi perhatian serius. Rohman menegaskan bahwa Dinkop UKM akan memfasilitasi dukungan akses pembiayaan dan bantuan modal usaha bagi UKM yang potensial.
Menyesuaikan Prioritas Daerah
Meski memiliki target besar, Rohman menyebut pelaksanaan program di lapangan akan tetap fleksibel mengikuti ketersediaan anggaran daerah. Ia menjamin seluruh kegiatan akan tetap berpedoman pada sinkronisasi program pusat dan daerah.
“Pelaksanaan kegiatan tetap menyesuaikan anggaran yang tersedia. Namun, pedoman utama kita adalah program nasional, program wajib pemerintah daerah, serta program prioritas Bupati dan Wakil Bupati PALI tahun 2025–2026,” tutupnya.
Dengan langkah strategis ini, diharapkan UMKM di Kabupaten PALI tidak hanya menjadi penonton di rumah sendiri, melainkan menjadi motor penggerak ekonomi yang tangguh dan mandiri di masa depan.
Penulis: Efran | Editor: tintamerah.co













