Magnet Sosial “Rumah Kebon”: Gelombang Silaturahmi Tanpa Sekat di Kediaman Heri Amalindo

Rabu, 25 Maret 2026 - 17:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Seorang ibu tampak menggendong bayinya saat mengantre untuk bersalaman dengan Heri Amalindo di Rumah Kebon, Rabu (25/3/2026). Momentum lebaran ini dimanfaatkan warga untuk melepas rindu dengan sosok pemimpin yang dikenal merakyat.

Seorang ibu tampak menggendong bayinya saat mengantre untuk bersalaman dengan Heri Amalindo di Rumah Kebon, Rabu (25/3/2026). Momentum lebaran ini dimanfaatkan warga untuk melepas rindu dengan sosok pemimpin yang dikenal merakyat. "Rumah ini selalu terbuka untuk siapa saja," tegas Heri Amalindo di sela-sela menyambut tamu yang datang silih berganti tanpa putus. (Dok/tintamerah)

PALI | tintamerah.co -, Hari Raya Idul Fitri 1447 H menjadi bukti nyata bahwa relasi antara pemimpin dan rakyatnya tidak melulu soal jabatan formal. Di kediaman pribadinya, Rumah Kebon, Simpang Raja, Kelurahan Handayani Mulya, suasana hangat menyelimuti open house yang digelar oleh mantan Bupati PALI, Heri Amalindo, pada Rabu (25/3/2026).

Sejak pagi, arus warga dari berbagai penjuru Bumi Serepat Serasan seolah tak terbendung. Mereka datang silih berganti, menciptakan antrean yang organik namun penuh kekeluargaan. Tidak ada protokoler yang kaku, yang ada hanyalah jabat tangan erat dan senyum lepas.

Kehangatan di Balik Gendongan Bayi

Pemandangan menarik terlihat di tengah kerumunan. Puluhan ibu-ibu tampak sabar menggendong buah hati mereka demi bisa bersalaman langsung dengan sosok yang telah memimpin PALI selama dua periode tersebut. Ada semacam harapan dan doa yang mereka titipkan dalam sebuah sapaan singkat.

BACA JUGA  Ronggolawe PALI Gelar Perlombaan dan Pameran Burung Berkicau PALI Cup 1, Diikuti 1.432 Peserta Dari Berbagai Daerah

Bagi warga, sosok Heri Amalindo bukan sekadar mantan pejabat, melainkan figur yang telah melekat di hati masyarakat. Kedatangan mereka ke Rumah Kebon adalah bentuk kerinduan sekaligus apresiasi atas dedikasi yang pernah tertoreh.

Pernyataan Heri Amalindo: “Rumah Rakyat, Bukan Sekadar Rumah Kebon”

Menyambut kehadiran warga yang terus mengalir, Heri Amalindo tampak tak sedikitpun menunjukkan raut lelah. Dengan gaya bicaranya yang lugas dan rendah hati, ia menegaskan bahwa momentum lebaran adalah waktu untuk meruntuhkan tembok pembatas.

“Hari ini bukan soal siapa saya atau siapa mereka. Ini soal kita. Idul Fitri adalah jembatan untuk kembali menyatukan hati. Saya sangat terharu melihat antusiasme saudara-saudara saya dari jauh-jauh datang ke sini. Rumah Kebon ini selalu terbuka bagi siapa saja yang ingin bersilaturahmi, bukan hanya saat saya menjabat, tapi selamanya selama hayat dikandung badan,” ujar Heri Amalindo tegas di sela-sela menyalami warga.

BACA JUGA  Pemkab PALI Bangun Jalan Sepanjang 6.700 Meter Menggunakan Aspal AC-WC

Ia juga menambahkan bahwa kehadiran ibu-ibu yang membawa anak-anak mereka adalah pengingat baginya untuk terus memikirkan masa depan generasi PALI ke depan.

“Melihat ibu-ibu membawa bayi mereka, itu mengetuk hati saya. Mereka adalah masa depan kita. Silaturahmi ini memberi saya energi dan semangat baru untuk terus memberikan yang terbaik bagi masyarakat, di mana pun saya berada,” pungkasnya.

Arus Warga Tak Terputus

Hingga sore hari, gelombang tamu masih terus berdatangan. Kendaraan roda dua dan roda empat memadati area parkir di sekitar Simpang Raja. Fenomena ini menegaskan satu hal: magnet sosial seorang Heri Amalindo tetap kuat. Rakyat tidak hanya mencari hidangan lebaran, mereka mencari sosok yang bersedia mendengar dan menyambut mereka dengan tangan terbuka.

BACA JUGA  IWO PALI Gelar Sosialisasi Tentang Lembaga Pers Siswa, Di ikuti 30 Peserta Siswa-Siswi SMAN 1 Talang Ubi

Di Rumah Kebon hari ini, politik sejenak menepi, berganti dengan narasi ketulusan dan persaudaraan yang menggugah.

Laporan: Efran | Editor: tintamerah.co

Berita Terkait

Firdaus Hasbullah: Di Balik Survei, Aspirasi Rakyat PALI adalah Harga Mati
Menembus Tirai Pendidikan PALI: Efran Bawa Misi Transparansi ke Sekretariat Dewan Pendidikan
Sekda Kartika Yanti Tertular Bupati Asgianto: Komunikasi Publik Pemkab PALI Alami Pembusukan Moral, Kangkangi Perintah dan Sembunyi dari Wartawan
DI BALIK SENYAP BUPATI ASGIANTO: Bukan Bersembunyi, Menjemput Ratusan Miliar untuk PALI yang Diguncang Badai
Skandal Kelangkaan Gas Melon di PALI: Tokoh Masyarakat Muktar Jayadi Tuding Eksekutif Hingga Aparat Hukum Mandul Berjemaah Menghadapi Gerilya Mafia Energi
Ketukan Pintu di Ujung Senja: Langkah Nyata Lurah Talang Ubi Timur Memeluk Warga yang Rapuh
PALI KACAU: Birokrasi Tiarap, Sinergi Forkopimda Ambyar, Rakyat Menjerit di Tengah Tekanan Fiskal!
Pasca Iwan Tuaji Diamankan Kejati Sumsel: Bupati Asgianto ‘Menghilang’, Prokopim Sebut Dinas Luar ke Jakarta

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 17:31 WIB

Firdaus Hasbullah: Di Balik Survei, Aspirasi Rakyat PALI adalah Harga Mati

Sabtu, 13 Juni 2026 - 13:53 WIB

Menembus Tirai Pendidikan PALI: Efran Bawa Misi Transparansi ke Sekretariat Dewan Pendidikan

Kamis, 11 Juni 2026 - 12:49 WIB

Sekda Kartika Yanti Tertular Bupati Asgianto: Komunikasi Publik Pemkab PALI Alami Pembusukan Moral, Kangkangi Perintah dan Sembunyi dari Wartawan

Kamis, 11 Juni 2026 - 11:43 WIB

DI BALIK SENYAP BUPATI ASGIANTO: Bukan Bersembunyi, Menjemput Ratusan Miliar untuk PALI yang Diguncang Badai

Kamis, 11 Juni 2026 - 11:00 WIB

Skandal Kelangkaan Gas Melon di PALI: Tokoh Masyarakat Muktar Jayadi Tuding Eksekutif Hingga Aparat Hukum Mandul Berjemaah Menghadapi Gerilya Mafia Energi

Berita Terbaru