Aliansi Insan Pers Geruduk Kantor Bupati, Tuntut Permintaan Maaf Atas Intimidasi “Menjahili” Wartawan

Selasa, 5 Mei 2026 - 11:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penanggung jawab Aliansi Insan Pers PALI, Efran, saat menyampaikan orasi panas di depan Kantor Pemkab PALI, Selasa (30/4/2026). Massa menuntut Bupati Asgianto mencabut pernyataan intimidatif dan mendesak penghentian praktik kriminalisasi terhadap jurnalis di Bumi Serepat Serasan.

Penanggung jawab Aliansi Insan Pers PALI, Efran, saat menyampaikan orasi panas di depan Kantor Pemkab PALI, Selasa (30/4/2026). Massa menuntut Bupati Asgianto mencabut pernyataan intimidatif dan mendesak penghentian praktik kriminalisasi terhadap jurnalis di Bumi Serepat Serasan.

PALI | tintamerah.co -, Gelombang kemarahan insan pers tak terbendung di Bumi Serepat Serasan. Di bawah terik matahari, puluhan jurnalis yang tergabung dalam Aliansi Insan Pers PALI melakukan aksi unjuk rasa besar-besaran di depan Kantor Pemerintah Kabupaten PALI, Sumatera Selatan, Senin (4/5/2026). Aksi ini dipicu oleh pernyataan kontroversial Bupati Asgianto yang dinilai merendahkan dan mengintimidasi profesi jurnalis.

Dalam orasinya, para jurnalis mengecam keras ucapan Bupati yang menyebut bisa “menjahili” wartawan cukup dengan sekali telepon kepada Kapolres dan Kajari. Pernyataan tersebut dianggap sebagai bentuk intimidasi verbal yang nyata dan mencederai martabat pers sebagai pilar keempat demokrasi.

Trauma Kriminalisasi 2020 Jangan Terulang

Penanggung Jawab Aksi, Efran, dalam orasi yang menggetarkan, mengingatkan kembali luka lama sejarah pers di PALI. Ia menegaskan bahwa jurnalis PALI belum lupa akan kasus kriminalisasi tahun 2020 yang menjerat Efran, Enggi Brama Nova, dan Eddi Saputra hanya karena pemberitaan kritis.

“Kami datang membawa luka sejarah yang belum kering. Luka itu tidak boleh terulang kembali! Jangan lagi ada upaya membungkam kebenaran dengan jeruji besi,” teriak Efran di hadapan massa aksi.

BACA JUGA  Gelar Aksi Demo, MPC Pemuda Pancasila PALI Sampaikan Tiga Tuntutan

6 Tuntutan Harga Mati

Aliansi Insan Pers PALI secara resmi menyampaikan pernyataan sikap tertulis yang memuat enam poin tuntutan utama kepada Pemerintah Kabupaten PALI, di antaranya:

  1. Hentikan Kriminalisasi: Mendesak agar tidak ada lagi jurnalis yang dipidana karena tugas profesinya.
  2. Permohonan Maaf Terbuka: Menuntut Bupati Asgianto menarik ucapan “menjahili” wartawan dan meminta maaf secara terbuka kepada seluruh insan pers.
  3. Hormati UU Pers: Mendesak Pemkab PALI mematuhi UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers.
  4. Implementasi MoU Dewan Pers-Polri: Meminta aparat penegak hukum mengedepankan mekanisme sengketa di Dewan Pers, bukan langsung ranah pidana.
  5. Ekosistem Pers Sehat: Menciptakan ruang aman bagi pemberitaan tanpa intimidasi.
  6. Tindak Oknum Pemeras: Mendukung tindakan tegas terhadap oknum yang menyalahgunakan profesi wartawan untuk pemerasan atau hoax.
BACA JUGA  Polres Pali dan Media Mengikuti Dialog Publik

“Pers adalah mitra dalam membangun daerah, bukan musuh yang harus dijahili. Kritik itu obat bagi pemerintahan yang bersih, bukan ancaman yang harus dibungkam,” tegas Efran menutup orasinya.

Respon Pemkab PALI: “Pers Adalah Mitra Strategis”

Menanggapi aksi tersebut, Bupati PALI melalui Asisten III Bidang Administrasi Umum, Haryono, menemui massa aksi dan membacakan pointer pernyataan resmi pemerintah. Haryono menyampaikan apresiasi atas kepedulian para jurnalis dalam menjaga iklim demokrasi di PALI.

“Pemerintah Kabupaten PALI senantiasa menjunjung tinggi kebebasan pers sebagai bagian penting dari demokrasi, sebagaimana diamanatkan UU Nomor 40 Tahun 1999,” ujar Haryono di hadapan massa aksi.

Terkait isu kriminalisasi yang disuarakan, Haryono menegaskan bahwa setiap proses hukum hendaknya berjalan secara profesional dan berkeadilan, dengan tetap mengedepankan perlindungan terhadap kerja-kerja jurnalistik. Ia juga menyoroti pentingnya komunikasi yang bijak di masa depan.

“Kami memandang bahwa komunikasi yang santun, terbuka, dan penuh kehati-hatian merupakan kunci menjaga hubungan baik antara pemerintah dan insan pers. Apabila terdapat perbedaan persepsi, kami berharap dapat ditempuh melalui dialog yang jernih dan konstruktif,” tambahnya.

BACA JUGA  RD Terduga Pelaku Pencurian Kotak Amal Musholla Al-Barokah Berhasil Diamankan Polres PALI

Di akhir penyampaiannya, Haryono mengajak seluruh pihak, termasuk Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) PALI, untuk menjadi jembatan komunikasi guna memperkuat sinergi demi pembangunan daerah yang harmonis.

Aksi heroik ini merupakan puncak dari kegelisahan panjang para kuli tinta di PALI. Sebelumnya, gelombang protes juga telah menyasar gedung wakil rakyat sebagaimana dilaporkan dalam laporan utama tintamerah.co: PALI Membara, Aliansi Insan Pers Geruduk DPRD Tuntut Bupati Cabut Pernyataan Intimidatif. Perjuangan ini juga didorong oleh keprihatinan atas nasib rekan sejawat yang sempat terpuruk akibat jeratan hukum, seperti diulas dalam artikel Jeritan Hati Jurnalis PALI dan Tangis Istri serta Mimpi Anak yang Terkubur, serta dukungan penuh dari Ketua DPRD PALI dalam Pasang Badan, H. Ubaidillah Janji Lindungi Wartawan.

 

Penulis: Efran | Editor: tintamerah.co

Berita Terkait

Berlindung di Balik Dalih “Uji Coba Mesin”, PT Aburahmi Coba Kelabuhi Pemkab dan Publik PALI
Sidak Gabungan PALI Bongkar Borok PT Aburahmi: DPMPTSP Ungkap Belum Kantongi Izin Operasional, Publik Desak Ketegasan Hukum!
Bedah Tuntas Spesifikasi Komprehensif Unit Baru Damkar PALI: Perpaduan Merk Global, Ketangguhan Chassis Heavy-Duty, dan Teknologi Pemadaman Mutakhir
Wujudkan Visi Bupati Asgianto, Damkar PALI Geber Armada Baru demi Target Seluruh Kecamatan Miliki Pos Pemadam
Catatan Kritis Reses Firdaus Hasbullah di Talang Ubi: Kekeringan, Jalan Tani, hingga Absennya OPD Menjadi Sorotan Utama
Membuka Urat Nadi Ekonomi Regional: Firdaus Hasbullah Ungkap Diskursus Strategis Akses Jalan Talang Ubi Menuju Musi Rawas
Reses Wakil Ketua II DPRD PALI Firdaus Hasbullah: Keterbatasan Anggaran Bukan Halangan, Konsorsium Migas dan Perjuangan Pusat Jadi Solusi Pembangunan Talang Ubi
Tegas! Firdaus Hasbullah Perjuangkan Kembalikan Pemotongan Anggaran Rp300–500 Miliar dari Pusat untuk PALI di 2027

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 17:31 WIB

Berlindung di Balik Dalih “Uji Coba Mesin”, PT Aburahmi Coba Kelabuhi Pemkab dan Publik PALI

Kamis, 6 Agustus 2026 - 16:58 WIB

Sidak Gabungan PALI Bongkar Borok PT Aburahmi: DPMPTSP Ungkap Belum Kantongi Izin Operasional, Publik Desak Ketegasan Hukum!

Kamis, 6 Agustus 2026 - 15:51 WIB

Bedah Tuntas Spesifikasi Komprehensif Unit Baru Damkar PALI: Perpaduan Merk Global, Ketangguhan Chassis Heavy-Duty, dan Teknologi Pemadaman Mutakhir

Kamis, 6 Agustus 2026 - 15:32 WIB

Wujudkan Visi Bupati Asgianto, Damkar PALI Geber Armada Baru demi Target Seluruh Kecamatan Miliki Pos Pemadam

Kamis, 6 Agustus 2026 - 14:51 WIB

Catatan Kritis Reses Firdaus Hasbullah di Talang Ubi: Kekeringan, Jalan Tani, hingga Absennya OPD Menjadi Sorotan Utama

Berita Terbaru