Terungkap, Selain Larang Warga Masuk Area Kebun PT Inti Agro Makmur Diduga Rampas Tanah Rakyat

Minggu, 7 November 2021 - 16:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumer Foto: Website mediainfokorupsi.com, Minggu (07/11).

Sumer Foto: Website mediainfokorupsi.com, Minggu (07/11).

PALI | Tintamerah.co.id -, Selain melarang siapapun memasuki area lahan perkebunan tanpa ijin, PT Inti Agro Makmur (IAM) Divisi Danau Cala kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan diduga serobot lahan warga.

Hal tersebut diungkapkan Anto Irwanto warga Dusun I Desa Persiapan Marga Mulia kecamatan Penukal Utara kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Kamis (04/11).

“Secara keseluruhan lahan milik kami yang diserobot Inti Agro 209 hektar,” kata Anto kepada Tintamerah.co.id.

Menurut dia, dari kesuluruhan 209 hektar lahan tersebut 60 hektar lahan miliknya, 71 hektar lahan Zakaria, Fudin 45 hektar, Rahim 25 hektar, Tosa 8 hektar.

Lanjut dia, diantara lahan warga yang dirampas perusahaan terdapat 28 hektar lahan yang sudah memilki sertifikat tanah atas nama Zakaria.

BACA JUGA  PALI Akhiri Penantian Panjang: Ground Breaking Kantor Bupati Permanen Dimulai Juli 2026

Menurut dia, sejak pihak perusahaan beroperasi lahan sejumlah 209 hektar tersebut sudah menjadi perkebunan sawit PT IAM.

Dia menyebut, pihaknya pernah diminta Kepala Desa Danau Cala Lekat Gabah untuk berkoordinasi terkait kepemilikan lahannya yang akan digarap oleh pihak perusahaan.

“Anto kamu punya lahan disana, nanti siapapun yang punya tanah akan diganti rugi pihak perusahaan, itu kata Lekat Gabah,” ujar dia.

Namun setelah itu pihaknya merasa dipermainkan oleh Kepala Desa Danau Cala dan PT IAM.

Menurut dia, pihaknya pernah menanyakan kepada Kepala Desa Danau Cala bahwa lahan tersebut milik PT IAM, tetapi PT IAM menyatakan lahan tersebut hak Kepala Desa Cala.

BACA JUGA  PALI Siap Unjuk Gigi di Kompetisi Pemadam Kebakaran Nasional 2026 di Palembang

Menanggapi hal tersebut pihaknya langsung protes dengan menutup akses jalan dilahannya namun setelah ditinggalkan portal jalan dilepas oleh pihak perusahaan.

Menurut dia, Zakaria pernah memasang portal jalan yang ditunggu selama satu bulan dilahan miliknya namun setelah ditinggal dua hari kembali portal jalan dilepas oleh pihak perusahaan.

Disisih lain, dia menuturkan, selain keberatan dengan PT IAM yang melarang warga untuk pergi mencari ikan sejak zaman nenek moyangnya, warga mengeluh jalan yang dilalui kendaraan perusahaan menjadi rusak.

Sementara itu saat dihubungi Tintamerah.co.id, Minggu (07/11), General Manager PT IAM Budi dan Humas Lapangan Juki Yadi belum memberikan tanggapannya.

Diketahui sebelumnya , dari informasi Tintamerah.co.id warga Desa Persiapan Marga Mulia kecamatan Penukal Utara kebupaten PALI tidak terima dengan keputusan PT IAM yang melarang warga yang mencari ikan dan melihat lahan milik warga yang berada diarea perkebunan perusahaan. Namun warga kesal mereka dilarang masuk di wilayah perusahaan, sementara sejak beroperasi PT IAM menggunakan jalan desa yang dibangun pemerintah kabupaten PALI. Jalan tersebut merupakan  satu-satunya akses jalan untuk operasional kendaraan truk pengangkut buah sawit.

BACA JUGA  Prahara BGP 2025: Firdaus Hasbullah Angkat Bicara, Desak Pemerintah Beri Kepastian 26 Finalis yang Terlantar

Laporan                : Efran

Editor                    : Andre

Berita Terkait

Gas Melon “Langka & Mahal”, DPRD PALI Panggil Paksa Pemangku Kebijakan: Jangan Sampai Rapat Hanya Jadi Sandiwara!
Menanti Aksi Nyata di Gelora November: LLI PALI Harapkan Firdaus Hasbullah Jadi Pembina dan Sandaran Sarana
Komedi Mahalnya Gas 3 Kg di PALI: Pertamina Patra Niaga Sumbagsel ‘Cuci Tangan’, Rakyat Tetap Tercekik
Firdaus Hasbullah: Di Balik Survei, Aspirasi Rakyat PALI adalah Harga Mati
Menembus Tirai Pendidikan PALI: Efran Bawa Misi Transparansi ke Sekretariat Dewan Pendidikan
Sekda Kartika Yanti Tertular Bupati Asgianto: Komunikasi Publik Pemkab PALI Alami Pembusukan Moral, Kangkangi Perintah dan Sembunyi dari Wartawan
DI BALIK SENYAP BUPATI ASGIANTO: Bukan Bersembunyi, Menjemput Ratusan Miliar untuk PALI yang Diguncang Badai
Skandal Kelangkaan Gas Melon di PALI: Tokoh Masyarakat Muktar Jayadi Tuding Eksekutif Hingga Aparat Hukum Mandul Berjemaah Menghadapi Gerilya Mafia Energi

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 09:20 WIB

Gas Melon “Langka & Mahal”, DPRD PALI Panggil Paksa Pemangku Kebijakan: Jangan Sampai Rapat Hanya Jadi Sandiwara!

Senin, 15 Juni 2026 - 08:16 WIB

Menanti Aksi Nyata di Gelora November: LLI PALI Harapkan Firdaus Hasbullah Jadi Pembina dan Sandaran Sarana

Senin, 15 Juni 2026 - 07:37 WIB

Komedi Mahalnya Gas 3 Kg di PALI: Pertamina Patra Niaga Sumbagsel ‘Cuci Tangan’, Rakyat Tetap Tercekik

Sabtu, 13 Juni 2026 - 17:31 WIB

Firdaus Hasbullah: Di Balik Survei, Aspirasi Rakyat PALI adalah Harga Mati

Kamis, 11 Juni 2026 - 12:49 WIB

Sekda Kartika Yanti Tertular Bupati Asgianto: Komunikasi Publik Pemkab PALI Alami Pembusukan Moral, Kangkangi Perintah dan Sembunyi dari Wartawan

Berita Terbaru