PALI Akhiri Penantian Panjang: Ground Breaking Kantor Bupati Permanen Dimulai Juli 2026

Selasa, 17 Maret 2026 - 22:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi foto AI peletakan batu pertama pembangunan Kantor Bupati PALI. (Dok/tintamerah)

Ilustrasi foto AI peletakan batu pertama pembangunan Kantor Bupati PALI. (Dok/tintamerah)

PALI | tintamerah.co -, Setelah bertahun-tahun menjadi satu-satunya daerah di Sumatera Selatan yang belum memiliki kantor bupati permanen, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, akhirnya siap mencetak sejarah baru. Pemerintah Kabupaten PALI melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) mengonfirmasi bahwa pembangunan pusat komando pemerintahan akan segera dimulai pada pertengahan tahun ini.

Kepala Dinas PUPR PALI, Ristanto Wahyudi, mengungkapkan bahwa proyek strategis ini telah mendapatkan atensi khusus, bahkan menjadi dorongan langsung dari Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.

Fokus di KM 10: Ikon Baru di Lahan Existing

Berbeda dengan wacana sebelumnya, Ristanto menegaskan bahwa Kantor Bupati PALI yang baru akan tetap menempati lokasi di KM 10. Keputusan ini diambil untuk mengoptimalkan lahan yang sudah ada sekaligus mempercepat proses pembangunan secara bertahap.

BACA JUGA  Polres PALI Gelar Budaya Pagelaran Wayang Kulit Dengan Lakon Wahyu Makutharama

“Kita semua berdoa agar bulan Juni atau Juli nanti sudah bisa dilakukan ground breaking. Fokus utama kita tahun ini adalah Kantor Bupati, karena jujur saja, PALI adalah satu-satunya kabupaten di Sumsel yang hingga saat ini belum memiliki kantor bupati secara permanen,” ujar Ristanto saat memberikan keterangan resmi kepada tintamerah.co, Jumat (6/3/2026).

Ia menambahkan bahwa Gubernur Sumsel pun telah memberikan lampu hijau untuk membantu pendanaan pembangunan secara bertahap, mengingat urgensi simbol kedaulatan daerah tersebut.

Strategi Dua Titik: Percepatan Pengembangan Wilayah

Alih-alih memusatkan seluruh administrasi di satu lokasi tunggal, Pemkab PALI kini menerapkan strategi “Dual Point Government”. Pusat pemerintahan akan terkonsentrasi di dua titik utama: KM 10 dan kawasan Talang Kerangan.

BACA JUGA  Bupati Asgianto Bentuk Tim Pansel Isi Jabatan Kosong di PDAM, Posisi Direksi Dilelang, Simak Ulasannya!

“Nanti sistemnya terbagi. Sebagian kantor yang melekat langsung dengan pelayanan Bupati akan berada di KM 10, sementara sebagian lagi terkonsentrasi di Talang Kerangan. Tujuannya jelas: untuk percepatan pengembangan wilayah agar tidak hanya satu titik saja yang maju,” jelasnya.

Transformasi Simpang Lima Menjadi Alun-Alun Terintegrasi

Selain pembangunan perkantoran, wajah kota PALI juga akan berubah drastis dengan rencana penataan kawasan publik. Ristanto membeberkan ambisi besar Bupati PALI untuk mengubah kawasan Simpang Lima menjadi alun-alun kota yang modern dan terintegrasi.

Rencana besarnya, alun-alun ini akan membentang dari Simpang Lima hingga terkoneksi ke Sanggar Pramuka. Saat ini, pemerintah daerah tengah berupaya melakukan lobi dan koordinasi untuk pengalihan aset agar penataan kawasan ini bisa segera dieksekusi.

BACA JUGA  Wabup dan Kapolres PALI Pastikan Keberangkatan Ahmad Kuliah ke Al-Azhar

“Pak Bupati sedang berusaha maksimal meminta aset tersebut diserahkan ke pemerintah daerah. Kita ingin Simpang Lima menjadi pusat ruang publik yang layak bagi masyarakat PALI,” tutup Ristanto.

 

Laporan: Efran

 

Berita Terkait

Gas Melon “Langka & Mahal”, DPRD PALI Panggil Paksa Pemangku Kebijakan: Jangan Sampai Rapat Hanya Jadi Sandiwara!
Menanti Aksi Nyata di Gelora November: LLI PALI Harapkan Firdaus Hasbullah Jadi Pembina dan Sandaran Sarana
Komedi Mahalnya Gas 3 Kg di PALI: Pertamina Patra Niaga Sumbagsel ‘Cuci Tangan’, Rakyat Tetap Tercekik
Firdaus Hasbullah: Di Balik Survei, Aspirasi Rakyat PALI adalah Harga Mati
Menembus Tirai Pendidikan PALI: Efran Bawa Misi Transparansi ke Sekretariat Dewan Pendidikan
Sekda Kartika Yanti Tertular Bupati Asgianto: Komunikasi Publik Pemkab PALI Alami Pembusukan Moral, Kangkangi Perintah dan Sembunyi dari Wartawan
DI BALIK SENYAP BUPATI ASGIANTO: Bukan Bersembunyi, Menjemput Ratusan Miliar untuk PALI yang Diguncang Badai
Skandal Kelangkaan Gas Melon di PALI: Tokoh Masyarakat Muktar Jayadi Tuding Eksekutif Hingga Aparat Hukum Mandul Berjemaah Menghadapi Gerilya Mafia Energi

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 09:20 WIB

Gas Melon “Langka & Mahal”, DPRD PALI Panggil Paksa Pemangku Kebijakan: Jangan Sampai Rapat Hanya Jadi Sandiwara!

Senin, 15 Juni 2026 - 08:16 WIB

Menanti Aksi Nyata di Gelora November: LLI PALI Harapkan Firdaus Hasbullah Jadi Pembina dan Sandaran Sarana

Senin, 15 Juni 2026 - 07:37 WIB

Komedi Mahalnya Gas 3 Kg di PALI: Pertamina Patra Niaga Sumbagsel ‘Cuci Tangan’, Rakyat Tetap Tercekik

Sabtu, 13 Juni 2026 - 17:31 WIB

Firdaus Hasbullah: Di Balik Survei, Aspirasi Rakyat PALI adalah Harga Mati

Kamis, 11 Juni 2026 - 12:49 WIB

Sekda Kartika Yanti Tertular Bupati Asgianto: Komunikasi Publik Pemkab PALI Alami Pembusukan Moral, Kangkangi Perintah dan Sembunyi dari Wartawan

Berita Terbaru