PALI | tintamerah.co -, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan terus bergerak cepat mengawal pelaksanaan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun Anggaran 2026. Kendati tren indikator makro ekonomi PALI terus menunjukkan kurva positif, akselerasi di lapangan kini menjadi harga mati yang tidak bisa ditawar.
Berdasarkan data berkas evaluasi strategis pertengahan tahun 2026, realisasi fisik dan serapan anggaran untuk program-program strategis di lingkungan Pemerintah Kabupaten PALI saat ini masih berada di kisaran 25 hingga 40 persen. Angka ini mencerminkan bahwa mayoritas kegiatan strategis daerah masih berada pada tahap pelaksanaan awal, penyesuaian teknis, serta transisi menuju eksekusi penuh proyek fisik di lapangan.
Kepala Bappeda Kabupaten PALI, Hj. Rina Anggraini, ST., MT, menegaskan bahwa persentase serapan tersebut harus segera dipacu oleh seluruh Perangkat Daerah (PD) teknis agar target pembangunan tahun ini dapat tercapai secara maksimal tanpa ada proyek yang terbengkalai.
Menjaga Momentum Investasi Manusia
Akselerasi serapan anggaran ini menjadi sangat krusial mengingat porsi perencanaan terbesar dalam APBD PALI 2026 dipertaruhkan untuk masa depan masyarakat. Melanjutkan laporan tintamerah.co sebelumnya, Bappeda PALI telah mengunci 34,9 persen anggaran APBD 2026 yang secara khusus didekasikan sebagai “investasi manusia” guna menggempur angka kemiskinan dan stunting.
Kebijakan berani ini diambil karena sektor tersebut dinilai sebagai fondasi utama dalam mendongkrak Laju Pertumbuhan Ekonomi, meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), serta mempercepat penurunan angka kemiskinan. Ketiga indikator makro ini saling beririsan dan menjadi tolok ukur utama keberhasilan pembangunan daerah.
“Capaian realisasi fisik dan serapan anggaran program-program strategis saat ini berkisar antara 25-40 persen. Sebagian kegiatan masih dalam tahap pelaksanaan awal dan penyesuaian teknis di lapangan. Namun, ini adalah momentum penting bagi kita untuk terus mengawal agar seluruh program, terutama yang menyangkut hajat hidup orang banyak, berjalan tepat waktu dan tepat sasaran,” ujar Hj. Rina Anggraini dalam keterangan tertulisnya, Jumat (5/6/2026).
Menantang Perangkat Daerah: Jangan Lemah di Eksekusi!
Sebagai dirigen perencanaan daerah, Bappeda PALI mengingatkan bahwa perencanaan yang matang tidak akan berdampak nyata tanpa eksekusi lapangan yang agresif. Pengendalian dan evaluasi ketat terus dilakukan, terutama terhadap pemenuhan dokumen readiness criteria dan indikator capaian kinerja seperti kondisi kemantapan jalan dan jembatan antar-kecamatan.
Bappeda menegaskan bahwa dinas-dinas teknis memegang tanggung jawab penuh dalam melakukan monitoring dan evaluasi berkala agar kendala teknis di lapangan dapat segera diurai. Publik PALI menuntut ketepatan waktu agar tidak ada lagi proyek infrastruktur maupun fasilitas layanan dasar yang mangkrak.
Secara historis (2022–2025), PALI menunjukkan performa impresif:
- Kemiskinan konsisten turun dari 11,76% ke 9,27%.
- IPM berhasil merangkak naik hingga menyentuh angka 70,55.
- Pertumbuhan Ekonomi sukses menembus angka 5,02%.
Dengan modal tren positif tersebut, serapan anggaran 25–40% di pertengahan tahun 2026 ini bukanlah sebuah alasan untuk melambat, melainkan sebuah alarm bagi seluruh birokrasi di Kabupaten PALI untuk menancap gas lebih dalam demi kesejahteraan masyarakat Bumi Serepat Serasan.
Penulis: Efran | Editor: tintamerah.co















