JAKARTA | tintamerah.co -, Langkah berani dan taktis diambil oleh jajaran DPRD Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan demi menuntaskan krisis layanan air bersih yang menahun. Dipimpin langsung oleh Wakil Ketua DPRD PALI, Firdaus Hasbullah, S.H., M.H., legislatif PALI melakukan kunjungan kerja strategis ke Perumda Air Minum Jaya (PAM Jaya) Jakarta—salah satu BUMD pengelolaan air minum terbaik di Indonesia—pada Kamis (4/6/2026).
Kunjungan ini bukan sekadar agenda seremonial atau studi banding biasa. Ini adalah aksi “jemput bola” yang agresif untuk membedah dan merombak total performa PDAM Tirta PALI Anugerah (Tirta Serepat) yang saat ini dinilai masih jauh dari kata ideal.
PR Besar: Cakupan Baru 16% dan Kebocoran Air Menembus 35%
Politisi Partai Demokrat, Firdaus Hasbullah, secara lugas mengakui bahwa kondisi pelayanan air bersih di Bumi Serepat Serasan saat ini sedang menghadapi rapor merah yang harus segera dibenahi. Berdasarkan data internal naskah rapat bersama, saat ini PDAM Tirta PALI Anugerah baru bisa menyalurkan distribusi air bersih ke sekitar 16 persen dari total jumlah penduduk.
“Kami datang ke Jakarta bukan untuk pelesiran, tapi belajar langsung dari ahlinya. Di PALI, pekerjaan rumah kita tergolong luar biasa besar. Tingkat kehilangan air atau Non-Revenue Water (NRW) masih sangat tinggi, bertengger di angka 30 hingga 35 persen. Ditambah lagi, kontinuitas distribusi air ke rumah warga belum bisa menyala 24 jam penuh,” tegas Firdaus dalam keterangan pers yang diterima tintamerah.co, Kamis (4/5/2026).
Kondisi ini diperparah oleh keterbatasan anggaran daerah yang membuat pemerintah kesulitan merehabilitasi aset fasilitas produksi dan jalur perpipaan. Jarak antara sumber air baku (Sungai Lematang) ke wilayah distribusi perkotaan pun mencapai 60 kilometer dengan kontur wilayah yang tidak merata. Dampaknya, kepuasan pelanggan berada di titik terendah.
3 ‘Ilmu Sakti’ dari Jakarta untuk PALI
Dari hasil diskusi intensif bersama jajaran manajemen PAM Jaya, Firdaus mengungkapkan ada tiga strategi jitu yang siap diadopsi dan dilaraskan dengan kondisi geografis Kabupaten PALI:
- Penerapan Sistem DMA (District Meter Area): Sistem zonasi ini akan memetakan jaringan pipa secara digital. Hasilnya, jika terjadi kebocoran pipa di lapangan, lokasinya dapat langsung terdeteksi akurat dalam hitungan jam, bukan berhari-hari seperti yang terjadi di PALI selama ini. Ini adalah kunci utama menekan angka kehilangan air (NRW).
- Skema Subsidi Silang 4 Golongan Tarif: Mengadopsi keadilan sosial, tarif air akan dibagi menjadi empat golongan. Kelompok masyarakat kelas atas dan industri yang dinilai mampu akan ikut menopang biaya operasional perusahaan melalui tarif proporsional. Sebaliknya, masyarakat berpenghasilan rendah atau miskin dijamin tetap mendapatkan tarif yang sangat murah dan terjangkau.
- Transformasi Digitalisasi Total: PAM Jaya membuktikan bahwa digitalisasi sistem pembayaran dan layanan melalui aplikasi mampu memotong birokrasi dan menurunkan angka tunggakan pelanggan hingga 40 persen. Efisiensi berbasis teknologi ini akan mendongkrak pendapatan PDAM PALI secara signifikan.
Tegas Dorong Pembangunan Kanal Distribusi dan Waduk Baru
Tidak hanya memperbaiki manajemen internal, Firdaus Hasbullah juga menegaskan bahwa DPRD PALI akan mendorong penuh intervensi infrastruktur secara radikal. Salah satu fokus utama ke depan adalah pembangunan kanal-kanal distribusi dan penguatan jaringan perpipaan terintegrasi guna menjangkau 87 ribu jiwa penduduk perkotaan.
Mengingat jarak sumber air baku eksisting yang mencapai 60 km, opsi membangun sumber air baru yang lebih efisien dan tepat sasaran—seperti waduk buatan di area perkotaan—kini mulai dikaji serius sebagai solusi jangka panjang.
“Target kami sangat sederhana tapi tegas: masyarakat PALI harus menikmati hak dasarnya, yaitu air bersih yang layak, merata, dan berkelanjutan. Apa yang berhasil dilakukan PAM Jaya harus diterjemahkan menjadi program nyata di daerah kita, bukan cuma jadi bahan diskusi di atas kertas,” pungkas Firdaus.
Penulis: Efran | Editor: tintamerah.co















