BREAKING NEWS: PALI Memanggil, Wamentan Sudaryono Turun Tangan! Perang Total Melawan Mafia Cetak Sawah Tempirai Dimulai

Selasa, 9 Juni 2026 - 12:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Menteri Pertanian RI, Sudaryono, menegaskan komitmennya untuk menerjunkan tim investigasi khusus guna membongkar dugaan korupsi dan mafia proyek Cetak Sawah Rakyat di Desa Tempirai, Kabupaten PALI, Sumatera Selatan. (Foto: Dok/Tangkapan layar Facebook Sudaryono)

Wakil Menteri Pertanian RI, Sudaryono, menegaskan komitmennya untuk menerjunkan tim investigasi khusus guna membongkar dugaan korupsi dan mafia proyek Cetak Sawah Rakyat di Desa Tempirai, Kabupaten PALI, Sumatera Selatan. (Foto: Dok/Tangkapan layar Facebook Sudaryono)

PALI | tintamerah,co -, Tabir gelap yang menyelimuti karut-marut Program Cetak Sawah Rakyat di Desa Tempirai, Kecamatan Penukal Utara, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, akhirnya menembus dinding pertahanan birokrasi pusat. Tidak main-main, Wakil Menteri Pertanian Republik Indonesia, Sudaryono, secara tegas menyatakan akan menerjunkan tim investigasi khusus guna membongkar dugaan gurita korupsi yang merampas hak-hak petani kecil di Bumi Serepat Serasan.

Langkah berani ini diambil setelah redaksi tintamerah.co melakukan gerilya jurnalistik panjang demi menyuarakan jeritan rakyat jelata yang tertindas oleh dugaan konspirasi oknum dinas, kepala desa, dan kelompok tani.

Perjuangan Panjang Menembus Dinding Kementan

Respon cepat yang diberikan oleh Wakil Menteri Pertanian yang juga menjabat sebagai Ketua Gerindra Jawa Tengah ini tidak datang begitu saja. Ada proses panjang, berliku, dan penuh kesabaran yang dilakukan oleh jurnalis tintamerah.co, Efran, demi mengetuk pintu keadilan di tingkat pusat.

Perjuangan ini dimulai sejak awal Maret, saat sapaan salam dan perkenalan diri dikirimkan sebagai bentuk iktikad baik seorang jurnalis pergerakan. Namun, laporan awal tersebut sempat tertahan oleh padatnya agenda negara. Tidak menyerah begitu saja, redaksi kembali melayangkan pesan pengingat pada pertengahan Mei, menegaskan bahwa ada program strategis nasional milik Presiden yang sedang digerogoti oleh oknum tidak bertanggung jawab di daerah.

BACA JUGA  MERDEKA! 80 Tahun Indonesia Merdeka, Bagaimana dengan Kemerdekaan Pers Kita?

Pucuk dicinta ulam pun tiba. Dalam dua hari terakhir, Wamen Sudaryono secara intensif, responsif, dan mendalam membalas langsung pesan WhatsApp dari redaksi. Komunikasi dua arah ini menjadi sinyal kuat bahwa Kementerian Pertanian tidak akan membiarkan program ketahanan pangan nasional dinodai oleh praktik koruptif.

Rentetan Skandal Tempirai: Dari Lahan Fiktif hingga Pupuk yang Lenyap di Malam Buta

Investigasi yang disodorkan tintamerah.co kepada Wamen Sudaryono bukanlah isapan jempol belaka. Laporan tersebut merupakan rangkuman dari rentetan fakta lapangan berdarah-darah yang sebelumnya telah ditayangkan secara berseri.

Skandal ini pertama kali meledak ketika Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lembaga Investigasi dan Informasi Kemasyarakatan (LIDIK) PALI melayangkan surat tuntutan transparansi ke Dinas Pertanian PALI. Berdasarkan investigasi lanjutan, ditemukan pola culas berupa penggusuran lahan warga tanpa permisi, hingga muncul dugaan kuat adanya lahan fiktif dalam proyek tersebut.

Kejahatan kemanusiaan ini semakin menjadi-jadi ketika hak petani berupa pupuk bantuan justru lenyap secara misterius di malam buta. Belakangan, kedok ini terbongkar melalui pengakuan mengejutkan dari seorang oknum yang bernyanyi bahwa dirinya hanya dijadikan tumbal, sementara gudang milik Kepala Desa Muhammad Jonot diduga kuat menjadi pusat penimbunan pupuk dan alat mesin pertanian. Bahkan, Ketua Kelompok Tani Tempirai Bersatu akhirnya tak berkutik dan mengakui secara blak-blakan bahwa dirinya telah teledor menjual pupuk bantuan tersebut.

BACA JUGA  SMSI Apresiasi Diluncurkan Prangko Bergambar Wajah Dubes RI untuk Ukraina di Kyiv

Tak hanya logistik yang dijarah, hak atas tanah adat pun dirampas. Suparin, seorang petani kecil, harus meneteskan air mata darah demi mempertahankan tanah warisnya yang dicaplok secara sepihak. Sang kepala desa bahkan sempat menantang hukum dengan pongah, sebelum akhirnya tersudut dalam audit khusus oleh Inspektorat PALI setelah sidak gabungan yang kemudian Wakil Bupati Iwan Tuaji yang memberikan ultimatum keras untuk tidak melindungi mafia cetak sawah. Melalui perlawanan hukum yang panjang, kades yang sempat kabur saat sidak itu akhirnya bertekuk lutut dan terpaksa menerbitkan Surat Keterangan Tanah (SKT) milik Suparin.

Komitmen Tegas Wamen Sudaryono: “Tentu Memerlukan Investigasi”

Melihat gurita masalah yang dipaparkan secara gamblang oleh tintamerah.co, Wamen Sudaryono tidak tinggal diam. Ketika dilaporkan bahwa program cetak sawah di Tempirai diduga kuat fiktif, pupuk dijual oleh oknum, dan alsintan disewakan ke luar PALI, Wamen langsung melayangkan pertanyaan kunci yang tegas.

“Apakah sudah dilaporkan ke dinas terkait,” tanya Sudaryono kepada tintamerah.co, Senin (8/6/2026).

BACA JUGA  Petani Kelapa Sawit Indonesia Terima Kasih ke Presiden Jokowi Karena Cabut Larangan Ekspor

Pertanyaan itu langsung dijawab lugas oleh redaksi bahwa Dinas Pertanian PALI diduga kuat terlibat mendalam dan terkesan menutupi borok tersebut dengan menolak dikonfirmasi maupun diwawancara. Mendengar jeritan bahwa program presiden telah disalahgunakan oleh oknum, Wamen Sudaryono langsung memberikan jaminan serta komitmen penuh dari negara.

“Terimakasih masukannya, aspirasi para petani di PALI akan kami atensi lebih lanjut,” tegas Wamen Sudaryono dalam pesannya, Selasa (9/6/2026).

Ia juga menambahkan komitmen birokrasinya untuk segera bergerak demi menegakkan keadilan.

“Terimakasih, mohon ditunggu, tentu memerlukan investigasi untuk memastikan fakta dan data yg ada,” lanjutnya.

Di akhir percakapan, sang Wakil Menteri menyampaikan pesan penutup yang memberikan angin segar bagi perjuangan masyarakat PALI.

“Ya, terimakasih. Sukses dan sehat selalu,” pungkas Sudaryono sembari memberikan simbol jempol sebagai bentuk apresiasi atas jurnalisme investigasi yang berpihak pada rakyat.

Kini, bola panas berada di tangan Kementerian Pertanian. Tim investigasi pusat yang dijanjikan akan segera turun menjadi tumpuan harapan terakhir bagi para petani PALI untuk menyapu bersih para mafia tanah dan perampok hak rakyat yang bersembunyi di balik baju birokrasi.

 

Penulis: Efran | Editor: tintamerah.co

Berita Terkait

Jemput Bola ke PAM Jaya, Firdaus Hasbullah Bawa 3 Strategi Jitu untuk Rombak Total PDAM Tirta PALI Anugerah
Di Balik Gelar ‘Jawara’, Menakar Integritas SKK Migas Mengawal Rupiah Negara
Pimpin Demokrat Sumsel, Cik Ujang Resmi Terima SK Penetapan Ketua DPD
Menajamkan “Taring” Pengawasan: Ikhtiar Firdaus Hasbullah Membawa Marwah DPRD PALI ke Level Baru
Benteng Kemerdekaan: Kala Jaksa dan Penjaga Pers Menyatukan Barisan
Menakar Nyali MoU Dewan Pers – Polri dalam Melindungi Kebebasan Pers
BGN Minta Masyarakat Kawal Menu Makan Bergizi Gratis: “Kalau Tak Sesuai, Kami Suspend Dapurnya!”
Pasca-Ledakan Pipa Gas di PALI, FORMAPALI JABODETABEK Desak Pertamina Lakukan Evaluasi Total

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 12:00 WIB

BREAKING NEWS: PALI Memanggil, Wamentan Sudaryono Turun Tangan! Perang Total Melawan Mafia Cetak Sawah Tempirai Dimulai

Kamis, 4 Juni 2026 - 15:36 WIB

Jemput Bola ke PAM Jaya, Firdaus Hasbullah Bawa 3 Strategi Jitu untuk Rombak Total PDAM Tirta PALI Anugerah

Jumat, 8 Mei 2026 - 17:51 WIB

Di Balik Gelar ‘Jawara’, Menakar Integritas SKK Migas Mengawal Rupiah Negara

Rabu, 6 Mei 2026 - 00:09 WIB

Pimpin Demokrat Sumsel, Cik Ujang Resmi Terima SK Penetapan Ketua DPD

Sabtu, 4 April 2026 - 12:45 WIB

Menajamkan “Taring” Pengawasan: Ikhtiar Firdaus Hasbullah Membawa Marwah DPRD PALI ke Level Baru

Berita Terbaru