JAKARTA | tintamerah.co -, Di sebuah ruangan pertemuan di jantung ibu kota, gema ketukan palu sidang terdengar lebih dari sekadar tanda formalitas. Ketukan itu adalah simbol komitmen untuk membawa pulang perubahan bagi Bumi Serepat Serasan.
Dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pimpinan dan Anggota DPRD Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) yang berlangsung pada 02 – 05 April 2026 di Jakarta, sosok Firdaus Hasbullah, S.H., M.H., Wakil Ketua II DPRD PALI, menjadi motor penggerak utama. Dengan gaya bicaranya yang tegas, ia menekankan bahwa pengawasan anggaran adalah “nadi” kesejahteraan rakyat.
Sinergi Akademis dan Praktis
Kegiatan ini bukan sekadar kumpul rutin. Menggandeng Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Trisakti, Bimtek ini menghadirkan pakar-pakar yang kompeten di bidangnya.
Beberapa narasumber kunci yang menguliti materi antara lain:
- Tim Ahli dari Universitas Trisakti: Memberikan bedah mendalam mengenai regulasi terbaru pengelolaan keuangan daerah.
- Perwakilan Kemendagri: Menjelaskan sinkronisasi kebijakan pusat dan daerah dalam penyusunan APBD.
- Praktisi Audit Keuangan: Melatih anggota dewan cara membaca “celah” dalam laporan realisasi anggaran.
Maraton Intelektual: Dari Regulasi hingga Lapangan
Rangkaian acara disusun secara padat dan taktis selama empat hari. Dimulai dengan pembukaan formal pada 2 April, para wakil rakyat PALI ini langsung dihadapkan pada jadwal yang menguras energi namun mencerahkan:
- Hari Pertama & Kedua: Fokus pada “Peningkatan Kapasitas Pimpinan dan Anggota DPRD”. Materi berkisar pada penguatan fungsi legislasi dan pemahaman mendalam atas instrumen hukum pengawasan.
- Hari Ketiga: Sesi paling krusial, yakni “Optimalisasi Fungsi Pengawasan dan Anggaran”. Di sini, Firdaus Hasbullah dan rekan sejawatnya terlibat dalam diskusi interaktif mengenai teknik bertanya yang tajam saat rapat dengar pendapat (RDP) dengan eksekutif.
- Hari Keempat: Perumusan rekomendasi dan penutupan. Di sinilah komitmen politik dikunci sebelum para anggota kembali ke daerah.
Instruksi Tegas Sang Wakil Ketua
Dalam sesi penutupan yang menggugah, Firdaus Hasbullah tak membuang waktu dengan retorika kosong. Ia langsung menetapkan langkah strategis:
“Kita di sini untuk menguji asumsi APBD, menelusuri anatomi belanja daerah. Pulang dari sini, saya ingin kita semua membawa mindset ‘Auditor’: sopan dalam nada bicara, tapi sangat keras pada kebenaran data,” tegas Firdaus.
Ia pun menginstruksikan tiga poin penting:
- Identifikasi Prioritas: Setiap komisi wajib mengawal satu pos anggaran krusial di kuartal ini.
- Review Kebijakan: Hasil Bimtek harus segera diimplementasikan dalam rapat-rapat paripurna mendatang.
- Transparansi Publik: Mengajak masyarakat ikut mengawasi melalui kanal resmi Setwan agar fungsi penganggaran benar-benar terasa hingga ke pelosok desa.
Kritik sebagai Tanda Cinta
Bagi Firdaus, kontrol yang ketat terhadap eksekutif bukanlah bentuk permusuhan. Sebaliknya, itu adalah wujud tanggung jawab moral.
“Kritik yang membangun adalah tanda cinta kita pada PALI. Jika pengawasan kita kuat, kepercayaan warga akan tumbuh. Kita harus memastikan anggaran daerah benar-benar mendarat di hajat hidup orang banyak,” ujarnya sembari mengetuk palu penutupan dengan mantap.
Bimtek kali ini menjadi saksi bahwa DPRD PALI, di bawah kawalan kepemimpinan yang progresif, tengah bertransformasi menjadi lembaga yang lebih responsif, analitis, dan memiliki “taring” yang tajam demi menjaga setiap rupiah milik rakyat.
Penulis: Efran | Editor: tintamerah.co















