Jakarta | tintamerah -, Insiden kebocoran pipa gas milik PT Pertamina EP Hulu Rokan Zona 4 Pendopo Field yang memicu semburan api hebat di wilayah Sungai Deras, Desa Talang Akar, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, menuai reaksi keras. Forum Mahasiswa dan Pemuda PALI (Formapali) Jabodetabek mendesak adanya evaluasi menyeluruh terhadap standar keselamatan infrastruktur migas di wilayah tersebut.
Koordinator Formapali Jabodetabek, Ulin Puspa, menyatakan bahwa peristiwa tersebut merupakan alarm keras bagi manajemen Pertamina. Menurutnya, insiden ini bukan sekadar kendala teknis biasa, melainkan ancaman nyata bagi nyawa warga sekitar.
“Keselamatan masyarakat tidak boleh dipertaruhkan akibat kelalaian teknis maupun minimnya mitigasi risiko. Kejadian di Talang Akar menunjukkan adanya potensi kelemahan dalam sistem pengawasan dan pemeliharaan infrastruktur energi,” ujar Ulin dalam keterangan tertulisnya yang diterima tintamerah.co, Kamis (5/3/2026).
Empat Tuntutan Strategis
Sebagai bentuk tanggung jawab moral pemuda daerah, Formapali Jabodetabek melayangkan empat poin tuntutan utama kepada pihak Pertamina:
- Audit Menyeluruh: Melakukan evaluasi dan audit teknis terhadap seluruh jaringan pipa gas di wilayah operasional PALI tanpa terkecuali.
- Peremajaan Infrastruktur: Segera mengganti pipa-pipa tua atau yang sudah tidak layak operasi guna mencegah risiko kebocoran di masa depan.
- Transparansi Publik: Meminta hasil investigasi penyebab kebocoran dibuka secara transparan kepada masyarakat luas.
- Kompensasi dan Jaminan Keamanan: Memberikan jaminan keamanan jangka panjang serta kompensasi yang adil bagi warga yang terdampak langsung oleh insiden tersebut.
Keselamatan Rakyat di Atas Produksi
Lebih lanjut, Ulin menekankan bahwa sebagai perusahaan milik negara (BUMN), Pertamina harus mampu menyeimbangkan antara target produksi dengan tanggung jawab sosial dan lingkungan. Ia menilai, tata kelola energi yang profesional harus berpihak pada kepentingan rakyat kecil.
“Jangan sampai keselamatan masyarakat dikorbankan demi mengejar angka produksi. Evaluasi total harus dilakukan sekarang, bukan menunggu jatuh korban berikutnya,” tegas Ulin.
Formapali Jabodetabek berkomitmen akan terus mengawal kasus ini hingga ada langkah konkret dari pihak perusahaan. Mereka berharap kejadian serupa tidak terulang kembali di Bumi Serapat Serasan, demi terciptanya lingkungan pemukiman yang aman berdampingan dengan objek vital nasional.
Sampai berita ini diturunkan, pihak terkait masih terus melakukan upaya penanganan di lokasi kejadian dan melakukan investigasi internal terkait penyebab pasti kebocoran pipa tersebut.
Editor: Efran















