Gempur Kemiskinan dan Stunting, Bappeda PALI Kunci 34,9 Persen APBD 2026 untuk Investasi Manusia!

Jumat, 5 Juni 2026 - 13:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Bappeda PALI Hj. Rina Anggraini, ST., MT (kiri) saat memimpin jalannya Rapat Paparan Akhir Analisis Kemiskinan Kabupaten PALI. Di tahun anggaran 2026, Bappeda PALI secara tegas mengalokasikan porsi perencanaan terbesar hingga 34,9 persen APBD guna mempercepat penurunan angka kemiskinan dan stunting di bumi Serepat Serasan. (Foto: Dok/Bappeda PALI)

Kepala Bappeda PALI Hj. Rina Anggraini, ST., MT (kiri) saat memimpin jalannya Rapat Paparan Akhir Analisis Kemiskinan Kabupaten PALI. Di tahun anggaran 2026, Bappeda PALI secara tegas mengalokasikan porsi perencanaan terbesar hingga 34,9 persen APBD guna mempercepat penurunan angka kemiskinan dan stunting di bumi Serepat Serasan. (Foto: Dok/Bappeda PALI)

PALI | tintamerah.co -, Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan tidak ingin setengah-setengah dalam menyejahterakan rakyatnya. Melalui Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun Anggaran 2026, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten PALI secara tegas mengambil langkah berani dengan memprioritaskan porsi anggaran terbesar demi memotong rantai kemiskinan dan stunting secara masif.

Tidak tanggung-tanggung, alokasi perencanaan raksasa sebesar 34,9 persen dari APBD Kabupaten PALI resmi dikunci khusus untuk mendanai agenda penurunan angka kemiskinan, pengentasan stunting, serta dongkrak kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Langkah strategis ini dinilai sebagai fondasi mutlak yang tidak bisa ditawar lagi.

Kepala Bappeda Kabupaten PALI, Hj. Rina Anggraini, ST., MT, menegaskan bahwa kebijakan penganggaran ini bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan sebuah komitmen strategis yang saling beririsan demi masa depan bumi Serepat Serasan.

“Dari lima sektor prioritas yang kita tetapkan, porsi perencanaan terbesar memang kita arahkan pada penurunan kemiskinan dan stunting, yaitu sebesar 34,9 persen dari APBD. Ini menjadi fondasi utama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Semua indikatornya saling beririsan dan saling mendukung untuk memacu laju Pertumbuhan Ekonomi, mendongkrak Indeks Pembangunan Manusia (IPM), sekaligus menekan angka kemiskinan,” ujar Hj. Rina Anggraini dalam keterangan tertulis yang diterima tintamerah.co, Jumat (5/6/2026).

BACA JUGA  Kader PAN PALI Wajib Turun Ke Lapangan: H. Ubaidillah Instruksikan Bakti Sosial Sambut HUT RI Ke-81 Dan HUT PAN Ke-28

Lima Agenda Besar Pengubah Wajah PALI

Hj. Rina Anggraini menjabarkan bahwa dalam RKPD 2026, Bappeda PALI telah memetakan lima agenda besar pembangunan daerah yang menjadi komitmen mutlak pemerintah:

  1. Penurunan angka kemiskinan dan stunting serta peningkatan kualitas SDM (Fokus utama dengan porsi anggaran terbesar).
  2. Peningkatan akses pelayanan infrastruktur dasar dan konektivitas antarwilayah.
  3. Peningkatan ekonomi kerakyatan dan ketahanan pangan.
  4. Penguatan reformasi birokrasi dan pelayanan publik.
  5. Peningkatan kualitas lingkungan hidup, ketahanan bencana, perubahan iklim, dan stabilitas keamanan.

Keputusan menempatkan manusia sebagai pusat prioritas perencanaan utama didukung oleh tren positif capaian makro Kabupaten PALI dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan data evaluasi internal, angka kemiskinan di PALI sukses ditekan secara konsisten dari 11,76 persen pada tahun 2022 menjadi 9,27 persen pada tahun 2025. Begitu pula dengan IPM yang merangkak naik menyentuh angka 70,55 pada 2025, menandakan peningkatan daya beli, kualitas kesehatan, dan pendidikan masyarakat.

BACA JUGA  Amankan Lebaran di PALI, Dinas Damkar Siagakan Personel Full Shift dan Larang Cuti

Jaga Momentum, Ogah Lengah

Kendati grafik makro ekonomi PALI terus menunjukkan perbaikan signifikan, Bappeda PALI menolak untuk berpuas diri. Pengalokasian 34,9 persen anggaran APBD di tahun 2026 ini diproyeksikan sebagai hantaman telak untuk menyapu bersih sisa-sisa kemiskinan ekstrem di tingkat kecamatan hingga ke pelosok desa.

Melalui perencanaan yang tajam dan terukur, Bappeda PALI memastikan bahwa setiap rupiah uang rakyat yang tertuang dalam APBD 2026 akan kembali dalam bentuk program yang konkret, berdampak langsung, dan berkelanjutan demi kemajuan Kabupaten PALI ke depan.

 

Penulis: Efran | Editor: tintamerah.co

Berita Terkait

Skandal “Bangkai Besi” Berulang: Mesin ATM Mandiri Simpang Lima Pendopo PALI Rusak Lagi, Manajemen Cuek dan Alergi Perbaikan Total?
Layanan Bobrok, ATM Mandiri PALI Mangkrak: Anggaran Ada, Solusi Tiada!
Kado Pahit HUT ke- 28 Bank Mandiri Untuk Nasabah PALI: Mesin ATM Rusak Bertahun-Tahun di Hari Jadi Korporasi
Skandal “Bangkai Besi” ATM Mandiri PALI: Layanan Bobrok & Merugikan Nasabah, Ketua LSM Serampuh Desak Pinca Dicopot!
Skandal “Bangkai Besi” ATM Bank Mandiri Cabang Pendopo PALI, Pimpinan Cabang Diduga “Alergi” Konfirmasi dan Abaikan Hak Nasabah
Bongkar Dugaan Rekrutmen Tertutup Pertamina Adera Field: DPRD PALI Layangkan Surat Pemanggilan Resmi, Tuntut Keadilan Bagi Tenaga Kerja Lokal
PA GMNI PALI: Tidak Boleh Ada Rekrutmen Tertutup, Setiap Perusahaan Harus Terbuka dan Non-Diskriminatif
Firdaus Hasbullah: Tiga Tim ORADO PALI Siap Harumkan Nama Daerah di Turnamen 101 Piala Panglima TNI

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:58 WIB

Skandal “Bangkai Besi” Berulang: Mesin ATM Mandiri Simpang Lima Pendopo PALI Rusak Lagi, Manajemen Cuek dan Alergi Perbaikan Total?

Jumat, 2 Oktober 2026 - 17:48 WIB

Layanan Bobrok, ATM Mandiri PALI Mangkrak: Anggaran Ada, Solusi Tiada!

Jumat, 2 Oktober 2026 - 17:32 WIB

Kado Pahit HUT ke- 28 Bank Mandiri Untuk Nasabah PALI: Mesin ATM Rusak Bertahun-Tahun di Hari Jadi Korporasi

Jumat, 2 Oktober 2026 - 16:16 WIB

Skandal “Bangkai Besi” ATM Mandiri PALI: Layanan Bobrok & Merugikan Nasabah, Ketua LSM Serampuh Desak Pinca Dicopot!

Jumat, 2 Oktober 2026 - 14:42 WIB

Skandal “Bangkai Besi” ATM Bank Mandiri Cabang Pendopo PALI, Pimpinan Cabang Diduga “Alergi” Konfirmasi dan Abaikan Hak Nasabah

Berita Terbaru