PALI | Tintamerah.co.id -, Kepala Cabang (Kacab) Bank Sumselbabel (BSB) Pendopo Darmiansyah, SH bungkam soal masyarakat petani Desa Tempirai yang mengeluh sulitnya mendapatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Awak media pernah mencoba meminta tanggapan Kacab BSB Pendopo, Senin (11/01/22), namun saat itu Darmiansyah belum bisa memberikan tanggapan karena menghadiri zoom meeting rapat laporan akhir tahun.
Setelah beberapa hari menunggu tidak ada jawaban, awak media meminta klarifikasi ke Pimpinan Pusat BSB Palembang.
“Tksh infonyo pak, saran saya minta tlg 2 org anggota petani dan 1 org dari dinas terkait utk diskusi ulang terkait KUR tsb dg pihak bsb pendopo bagian kreditnya. Tksh,” tulis Direktur Utama BSB Pusat Palembang Ahmad Syamsudin melalui Sekretaris Perusahaan Normandi Akil kepada Tintamerah.co.id di pesan Whatsapp-nya, Rabu (13/01/22).
Dia mengatakan agar awak media menemui kembali pihak BSB Cabang Pendopo untuk meminta klarifikasi.
“Mhn maaf tlg temui bagian krdnya yo pak. Saya msh zoom meeting rapat evaluasi dg seluruh pemimpin cabang dan direksi. Tks,” katanya.
Kemudian dia menanyakan kembali apakah sudah mendapatkan tanggapan dari BSB Cabang Pendopo.
“Bagian krd pendopo sdh dihub lum,” ucapnya.
Sebelumnya, Ketua Kelompok Tani Tunas Harapan Desa Tempirai Ihsan Suharto mengatakan seharusnya BSB Pendopo melakukan survey secara mendalam kepada masyarakat yang mengajukan pinjaman.
“Jadi terkait warga yang terkena BI Checking, itu kan resiko yang bersangkutan jadi tidak bisa kesalahan orang lain itu dlibatkan ke orang lain yang tidak bersalah,” kata dia kepada tintamerah.co.id, Senin (11/01/22).
Menurut dia, BSB Pendopo harus bersikap santun kepada calon nasabah dengan tidak boleh memvonis masyarakat yang tidak bersalah.
“Ini tidak fair tentang aturan hukum yang berlaku di Negara Republik Indonesia ini, yang salah tetap salah,” ujar dia.
Selain itu, kata dia, pihaknya belum pernah mengajukan pinjaman apapun kepada seluruh pihak penyalur.
Disisi lain, dia menerangkan pihaknya merasa berkeinginan membangun sistem perekonomian rakyat di pedesaaan.
Maka dari itu, ujar dia, untuk merealisasikan rencana besar tersebut perlu dukungan penuh dari pemerintah daerah dan Lembaga keuangan.
Untuk itu, kata dia, sesuai dengan instruksi Presiden Jokowi dalam mewujudkan pemulihan perekonomian ditengah pandemi Covid-19, bahwa pinjaman KUR tersebut harus dipermudah.
Ditempat yang sama, Ketua Kelompok Tani Maju Bersama Penting Harianto mengatakan pihaknya sudah mengajukan KUR di BSB Cabang Pembantu Tanah Abang sejak September 2021 tetapi sampai saat ini belum terealisasi.
“Hanya satu kali mereka datang kelapangan melakukan survey,” kata dia.
Lebih lanjut, dia menjelaskan, pihaknya merasa kecewa terhadap kinerja tim survey lapangan BSB yang tidak professional.
“Tidak mempertanyakan usaha apa yang ingin kami lakukan, uang yang akan diberikan kepada calon nasabah itu berapa dan usaha kami itu perkembangannya bagaimana,” ungka dia.
Lalu, kata dia, setelah survey tersebut BSB tidak menindaklanjuti dan terputuslah komunikasi hinggah saat ini.
Laporan : Efran















