PALI | tintamerah.co -, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan di bawah komando Aryansyah kini tengah mengambil langkah taktis dalam memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD). Menyadari besarnya potensi sektor energi di wilayahnya, Bapenda PALI bergerak progresif dengan mengoptimalkan sinergi bersama PT Pertamina dan mitra strategis, serta menerapkan skema creative financing untuk mengelola sumur minyak tua.
Dalam wawancara eksklusif di ruang kerjanya, Senin (29/6/2026), Kepala Bapenda PALI, Aryansyah, menegaskan komitmennya untuk memastikan bahwa setiap aktivitas investasi energi di PALI memberikan dampak nyata bagi kas daerah.
Langkah Konkret dan Strategi Bisnis BUMD
Menjawab tantangan mengenai korelasi investasi dengan peningkatan PAD, Aryansyah menjelaskan bahwa Bapenda kini terlibat aktif dalam memformulasikan rencana bisnis Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Langkah ini dilakukan agar potensi fiskal dapat dipetakan dengan akurat.
“Langkah pasti yang dilakukan Bapenda adalah kita berusaha mendapatkan berapa besar potensi pemasukan yang akan kita terima. Hal ini terakumulasi di dalam rencana bisnis yang disampaikan BUMD kita dengan PT Pertamina Hulu Energi,” ungkap Aryansyah dengan tegas.
Aryansyah menambahkan bahwa Bapenda, bersama tim dari Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), memberikan masukan krusial dalam penyusunan rencana bisnis BUMD tersebut. Fokus utamanya adalah menentukan porsi penerimaan yang masuk ke kas daerah serta porsi yang dapat dioptimalkan kembali untuk operasional BUMD.
“Nanti kita akan memberikan masukan seberapa besar fiskal yang akan kita terima kepada BUMD. Sehingga nanti BUMD bisa membuat rencana bisnis mereka, kemudian berapa persen dari penerimaan masuk ke kas daerah Kabupaten PALI yang bisa nanti dimanfaatkan kembali oleh BUMD-nya kita,” paparnya.
Ia memberikan ilustrasi konkret mengenai pengelolaan dana tersebut. “Jadi misalnya kita mendapatkan dana 30 miliar per bulan, berapa persen dana 30 miliar ini yang bisa dimanfaatkan kembali oleh BUMD untuk operasional mereka. Jadi langkah-langkah rencana bisnis ini, Bapenda beserta tim, salah satunya mungkin BPKAD, akan memberikan masukan di dalam BUMD membuat rencana bisnis mereka. Itu langkah pastinya kita,” tegas Aryansyah.
Mendobrak Birokrasi demi Iklim Investasi
Dalam upaya menjaga tren positif PAD dan mendobrak birokrasi, Aryansyah berkomitmen menerapkan strategi yang memudahkan sekaligus memaksimalkan kontribusi sektor energi. Melalui skema creative financing, Bapenda PALI tidak hanya terpaku pada cara-cara konvensional, tetapi berupaya melakukan terobosan dalam pengelolaan sumur-sumur minyak agar tetap produktif dan memberikan nilai tambah bagi daerah.
Strategi ini selaras dengan upaya pemerintah kabupaten dalam memperluas basis pendapatan tanpa menghambat iklim investasi yang sedang tumbuh pesat di PALI.
Penjajakan Potensi Objek Pajak Baru
Lebih jauh, Bapenda PALI kini juga tengah menjajaki berbagai peluang baru pasca-pertemuan strategis dengan jajaran petinggi Pertamina. Aryansyah mengisyaratkan bahwa Bapenda sedang melakukan kajian mendalam terkait objek pajak atau retribusi potensial lainnya dari sektor migas maupun pengembangan energi terbarukan di wilayah PALI.
“Kita terus melakukan evaluasi dan pemetaan potensi. Sinergi ini bukan hanya soal bagi hasil pusat, tapi bagaimana kita memastikan setiap potensi yang ada di tanah PALI dapat berkontribusi maksimal untuk kemandirian fiskal daerah,” pungkasnya.
Penulis: Efran | Editor: tintamerah.co















