PALI | tintamerah.co -, Pemandangan berbeda terlihat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) pada Senin pagi (30/3/2026). Mengawali hari pertama kerja dengan semangat baru, tingkat kehadiran Aparatur Sipil Negara (ASN) mencapai angka signifikan yakni 90%, sebuah angka yang menegaskan komitmen pelayan publik di Bumi Serepat Serasan.
Bupati PALI, yang memimpin langsung apel pagi pukul 07.25 WIB—lima menit lebih awal dari jadwal resmi—memberikan pesan menohok sekaligus menggugah bagi seluruh jajarannya. Ia menegaskan bahwa kedisiplinan bukan sekadar menggugurkan kewajiban absen, melainkan bentuk pertanggungjawaban moral kepada rakyat.
Apresiasi Lewat ‘Reward’ Spiritual
Ketegasan Bupati tidak hanya muncul dalam bentuk sanksi, tetapi juga melalui apresiasi yang menyentuh sisi spiritual. Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten PALI mengumumkan pemberian hadiah istimewa bagi ASN yang menunjukkan dedikasi luar biasa dan ketaatan beribadah.
“Disiplin adalah nafas pelayanan. Sebagai bentuk apresiasi, bagi mereka yang konsisten dan memiliki catatan khatam Al-Qur’an, kami siapkan hadiah berupa perjalanan Umrah dan penghargaan lainnya. Ini adalah reward bagi mereka yang bekerja dengan hati,” ujar Bupati saat dikonfirmasi tintamerah.co, Senin (30/3/2026).
Data menunjukkan tren positif dibandingkan tahun sebelumnya. Jika pada April 2025 lalu hanya segelintir ASN yang mampu menunjukkan prestasi serupa, tahun ini jumlahnya melonjak drastis menjadi 62 orang yang tercatat khatam Al-Qur’an dan layak menerima apresiasi.
Sorotan Tajam: Belanja Pegawai vs Pembangunan
Di tengah euforia kedisiplinan, Bupati juga menyinggung isu krusial terkait efisiensi anggaran. Ia menyoroti kebijakan pusat mengenai batas maksimal belanja pegawai sebesar 30%.
Pemerintah Kabupaten PALI berkomitmen melakukan penyesuaian agar postur APBD lebih berpihak pada pembangunan infrastruktur dan layanan dasar masyarakat. Bupati menekankan pentingnya kekompakan antara eksekutif dan legislatif untuk memastikan nasib tenaga P3K tetap terjaga tanpa melanggar regulasi yang ada.
Catatan Merah Bagi yang Mangkir
Meski tingkat kehadiran tinggi, Bupati tetap memberikan peringatan keras bagi 10% ASN yang belum hadir tanpa keterangan yang jelas. Inspektorat telah diinstruksikan untuk melakukan validasi data dan menyiapkan sanksi administratif sesuai aturan yang berlaku.
“Tidak ada tempat bagi mereka yang hanya ingin menikmati gaji tanpa dedikasi. Rakyat PALI menunggu kerja nyata kita, bukan alasan,” tegasnya menutup sesi wawancara dengan awak media.
Senin ini menjadi momentum penting bagi Pemkab PALI untuk membuktikan bahwa transformasi birokrasi bukan sekadar jargon, melainkan aksi nyata yang dimulai dari ketepatan waktu di jam pertama kerja.















