DPRD PALI “Mati Suri”, Pertamina Adera Dituding Jadi Sarang Mafia Proyek dan Rekrutmen Siluman!

Rabu, 1 April 2026 - 17:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Koordinator FPR PALI, Syafri (kanan) dan Ketua FPR PALI, Edo Saputra (kanan), saat menindaklanjuti surat permohonan Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait carut-marut rekrutmen dan dugaan monopoli proyek di PT Pertamina Adera Field yang hingga kini diabaikan DPRD PALI. FPR mendesak transparansi total atas keterlibatan tenaga kerja lokal dan audit terhadap sistem distribusi proyek perusahaan. (Foto: Dok/Safri)

Koordinator FPR PALI, Syafri (kanan) dan Ketua FPR PALI, Edo Saputra (kanan), saat menindaklanjuti surat permohonan Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait carut-marut rekrutmen dan dugaan monopoli proyek di PT Pertamina Adera Field yang hingga kini diabaikan DPRD PALI. FPR mendesak transparansi total atas keterlibatan tenaga kerja lokal dan audit terhadap sistem distribusi proyek perusahaan. (Foto: Dok/Safri)

PALI | tintamerah.co -, Aroma busuk dugaan praktik curang di tubuh PT Pertamina Hulu Rokan Zona 4 Adera Field kini meledak menjadi kemarahan publik. Front Perlawanan Rakyat (FPR) Kabupaten PALI secara terbuka menguliti borok lembaga legislatif DPRD PALI yang dianggap “mandul” dan sengaja memelihara pembungkaman demi melindungi kepentingan korporasi.

Hingga detik ini, DPRD PALI menunjukkan gejala “keheningan institusional” yang kronis. Dua surat resmi yang dilayangkan FPR pada 7 Januari 2026 dan 9 Februari 2026 hanya berakhir di keranjang sampah birokrasi tanpa balasan seujung kuku pun.

DPRD PALI: Wakil Rakyat atau Penjaga Gerbang Korporasi?

Koordinator FPR PALI, Syafri, melontarkan kritik yang menghujam jantung kekuasaan di Bumi Serepat Serasan. Ia menegaskan bahwa sikap diam para anggota dewan bukan sekadar kelalaian administrasi, melainkan indikasi kuat adanya “main mata” untuk membiarkan ketidakadilan merajalela.

BACA JUGA  Akselerasi Proteksi Kebakaran, Damkar PALI Targetkan Respon Time 10 Menit di 2026 untuk Wilayah Perkotaan

“Kami sudah bersurat dua kali tanpa jawaban. Ini bukan sekadar lamban, ini terkesan pembiaran dengan sengaja. Wajar jika publik bertanya-tanya, apakah dewan sudah ‘dikunci’ oleh kepentingan tertentu?” tegas Syafri dalam keterangan pers yang diterima tintamerah.co, Rabu (1/4/2026).

Borok Pertamina Adera: Eksploitasi yang Menindas Lokal

FPR membongkar daftar dosa PT Pertamina Adera Field yang selama ini tertutup rapat di balik pagar besi perusahaan. Dugaan yang diajukan bukan sekadar isu, melainkan ancaman nyata bagi hajat hidup masyarakat PALI:

  • Mafia Rekrutmen: Adanya dugaan praktik “titipan” dan jalur siluman yang membunuh kesempatan warga lokal yang berkompeten.
  • Monopoli Proyek: Distribusi proyek diduga kuat hanya berputar di lingkaran kelompok eksklusif tertentu, menutup keran ekonomi bagi pengusaha daerah.
  • Pengasingan Tenaga Kerja Lokal: Masyarakat PALI hanya menjadi penonton di tanah sendiri akibat minimnya keterlibatan tenaga kerja lokal dalam operasional perusahaan.
  • Operasional Gelap: Transparansi rekrutmen dan operasional dianggap nol besar, memicu dugaan pelanggaran regulasi yang sistematis.
BACA JUGA  Kapolres PALI Pimpin Sertijab Beberapa PJU di Wilayahnya

Ultimatum Terbuka: Jangan Bersembunyi di Balik Ketiak Birokrasi!

Serangan tajam juga diarahkan langsung kepada Field Manager PT Pertamina Hulu Rokan Zona 4 Adera Field. FPR memperingatkan agar petinggi perusahaan tidak terus-menerus pengecut dengan bersembunyi di balik dinding birokrasi yang kaku.

“Jika tidak ada yang disembunyikan, hadapi publik di RDP! Jangan jadi pengecut yang hanya berani bersembunyi di balik birokrasi,” tantang Syafri.

Bahasa Tekanan Publik: Langkah Terakhir Menghadapi Tuli-nya Kekuasaan

Meski telah melaporkan kasus ini ke SKK Migas Sumbagsel dan melalui jalur Whistleblowing System (WBS), FPR menyadari bahwa surat resmi seringkali tidak mempan bagi mereka yang sudah nyaman dalam kekuasaan.

FPR melayangkan ultimatum terakhir: jika dalam waktu dekat DPRD PALI masih bersikap tuli dan Pertamina Adera tetap bungkam, maka jalanan akan menjadi panggung bagi rakyat untuk bicara.

BACA JUGA  Kepala Damkar PALI Dijadwalkan Hadir Langsung di Pembukaan NFSC 2026 Palembang

“Jika surat resmi diabaikan, maka publik akan menggunakan bahasa yang lebih dipahami oleh kekuasaan: tekanan terbuka. Sejarah menunjukkan, massa di jalanan jauh lebih efektif daripada kertas yang hanya jadi pajangan di meja dewan,” pungkasnya dengan nada mengancam.

 

Penulis: Efran | Editor: tintamerah.co

Berita Terkait

Firdaus Hasbullah: Di Balik Survei, Aspirasi Rakyat PALI adalah Harga Mati
Menembus Tirai Pendidikan PALI: Efran Bawa Misi Transparansi ke Sekretariat Dewan Pendidikan
Sekda Kartika Yanti Tertular Bupati Asgianto: Komunikasi Publik Pemkab PALI Alami Pembusukan Moral, Kangkangi Perintah dan Sembunyi dari Wartawan
DI BALIK SENYAP BUPATI ASGIANTO: Bukan Bersembunyi, Menjemput Ratusan Miliar untuk PALI yang Diguncang Badai
Skandal Kelangkaan Gas Melon di PALI: Tokoh Masyarakat Muktar Jayadi Tuding Eksekutif Hingga Aparat Hukum Mandul Berjemaah Menghadapi Gerilya Mafia Energi
Ketukan Pintu di Ujung Senja: Langkah Nyata Lurah Talang Ubi Timur Memeluk Warga yang Rapuh
PALI KACAU: Birokrasi Tiarap, Sinergi Forkopimda Ambyar, Rakyat Menjerit di Tengah Tekanan Fiskal!
Pasca Iwan Tuaji Diamankan Kejati Sumsel: Bupati Asgianto ‘Menghilang’, Prokopim Sebut Dinas Luar ke Jakarta

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 17:31 WIB

Firdaus Hasbullah: Di Balik Survei, Aspirasi Rakyat PALI adalah Harga Mati

Sabtu, 13 Juni 2026 - 13:53 WIB

Menembus Tirai Pendidikan PALI: Efran Bawa Misi Transparansi ke Sekretariat Dewan Pendidikan

Kamis, 11 Juni 2026 - 12:49 WIB

Sekda Kartika Yanti Tertular Bupati Asgianto: Komunikasi Publik Pemkab PALI Alami Pembusukan Moral, Kangkangi Perintah dan Sembunyi dari Wartawan

Kamis, 11 Juni 2026 - 11:43 WIB

DI BALIK SENYAP BUPATI ASGIANTO: Bukan Bersembunyi, Menjemput Ratusan Miliar untuk PALI yang Diguncang Badai

Kamis, 11 Juni 2026 - 11:00 WIB

Skandal Kelangkaan Gas Melon di PALI: Tokoh Masyarakat Muktar Jayadi Tuding Eksekutif Hingga Aparat Hukum Mandul Berjemaah Menghadapi Gerilya Mafia Energi

Berita Terbaru