Jaga Lingkungan, Bukit Asam Bangun Botanical Garden di Lahan Bekas Tambang

Jumat, 10 Juni 2022 - 16:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Muara Enim | Tintamerah.co.id – 10 Juni 2022* – Dalam rangka meningkatkan nilai tambah pada lahan pasca tambang, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) akan membangun Botanical Garden (taman koleksi) seluas 17 hektar. Diharapkan Botanical Garden ini dapat mendukung perekonomian masyarakat dari sektor pariwisata. Sejalan dengan program PTBA untuk menjadikan Tanjung Enim sebagai kota wisata.

Pembangunan Botanical Garden ini ditandai dengan acara penanaman pohon yang dilakukan oleh jajaran Komisaris MIND ID, Komisaris PTBA, dan seluruh Direksi PTBA. Penanaman pohon ini sekaligus dilakukan dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun 2022.

Turut hadir dalam acara ini antara lain Komisaris Utama MIND ID Doni Monardo, Komisaris MIND ID Ilyas Asaad, Komisaris MIND ID Nicolaus Teguh Budi Harjanto, Komisaris PTBA Piterdono HZ, Direktur Utama PTBA Arsal Ismail, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PTBA Farida Thamrin, Direktur Operasi dan Produksi PTBA Suhedi, Direktur SDM PTBA Suherman, dan Direktur Pengembangan Usaha PTBA Rafli Yandra.

BACA JUGA  Prabumulih Siap Laksanakan Porseniwada 4-6 Oktober Mendatang

“Botanical Garden nantinya akan menjadi salah satu destinasi wisata dari lahan bekas tambang yang memberikan nilai tambah. Ini sejalan dengan Noble Purpose MIND ID dan bukti konkret dari kami bahwa PTBA bukan sekadar menambang,” kata Direktur Utama PTBA, Arsal Ismail.

Di dalam Botanical Garden ini terdapat tanaman nusantara yang berasal dari seluruh Indonesia. Terdiri dari beberapa bioregion mulai dari Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Papua, Jawa dan Bali, Maluku, Sunda Kecil.

“Kami melihat Botanical Garden ini mendukung tujuan kami menjadikan Tanjung Enim sebagai kota wisata. Kami tidak mau Tanjung Enim menjadi kota mati setelah tambang habis,” papar Arsal.

Agar dapat dikembangkan menjadi destinasi wisata, Botanical Garden akan dilengkapi dengan berbagai infrastruktur penunjuang seperti gerbang dan ticketing, kantor pengelola, tempat parkir, signage, bangunan edukasi, food court, tempat berkemah, cottage, musala, toilet umum dan lainnya yang saat ini sedang dalam proses tender.

BACA JUGA  Herman Deru Ajak Warga Sumber Ayu Berlomba Makmurkan Masjid Jami'atul Muslimin 

Pada kesempatan yang sama, Komisaris Utama MIND ID Doni Monardo menyampaikan apresiasi kepada PTBA yang dinilai telah menerapkan Good Mining Practice untuk meminimalkan kerusakan lingkungan.

“PTBA termasuk salah satu perusahaan tambang yang peduli pada aspek linkungan. Bahkan tahun lalu mendapatkan status proper emas. Mudah-mudahan bisa terus ditingkatkan,” kata Doni.

Ia berpesan agar PTBA tak hanya sekadar melakukan reklamasi, tapi juga mengembangkan tanaman-tanaman yang bernilai ekonomis di lahan-lahan bekas tambang.

“Ini harus diperluas untuk jenis-jenis pohon yang punya fungsi ekologis namun bernilai ekonomis. Contohnya minyak kayu putih. Indonesia masih impor bahan baku minyak kayu putih ratusan miliar rupiah tiap tahunnya,” Doni mengungkapkan.

BACA JUGA  Tim Satgas Pangan Polda Sumsel Sidak Ketersediaan Beras, Stok Aman

Sebagai wujud kepeduliannya pada lingkungan, Doni menyerahkan ratusan bibit tanaman untuk dikembangkan di lahan bekas tambang PTBA. Di antaranya adalah Palaka dan Torem dari Maluku, Pule, dan lain-lain. Ada juga pohon beringin yang bijinya berasal dari Istana Kepresidenan. “Bijinya saya minta di Istana. Jadi ini beringin yang berasal dari Istana,” tutur Doni.

Lebih lanjut, Doni meminta jajaran direksi PTBA untuk mempertahankan kinerja yang sudah dicapai. Doni pun mendorong agar hilirisasi industri pertambangan terus dilanjutkan untuk meningkatkan penciptaan nilai tambah di dalam negeri.

“Kami menyampaikan penghargaan yang sebesar-besarnya pada direksi PTBA yang berkontribusi besar. PTBA termasuk yang memberikan dividen besar pada negara. Kami juga pesan untuk selalu berinovasi. Ke depan yang diharapkan Presiden Jokowi, hilirisasi bisa memberikan nilai tambah lebih besar,” tegasnya.
(***)

Berita Terkait

Skandal “Bangkai Besi” Berulang: Mesin ATM Mandiri Simpang Lima Pendopo PALI Rusak Lagi, Manajemen Cuek dan Alergi Perbaikan Total?
Layanan Bobrok, ATM Mandiri PALI Mangkrak: Anggaran Ada, Solusi Tiada!
Kado Pahit HUT ke- 28 Bank Mandiri Untuk Nasabah PALI: Mesin ATM Rusak Bertahun-Tahun di Hari Jadi Korporasi
Skandal “Bangkai Besi” ATM Mandiri PALI: Layanan Bobrok & Merugikan Nasabah, Ketua LSM Serampuh Desak Pinca Dicopot!
Skandal “Bangkai Besi” ATM Bank Mandiri Cabang Pendopo PALI, Pimpinan Cabang Diduga “Alergi” Konfirmasi dan Abaikan Hak Nasabah
Bongkar Dugaan Rekrutmen Tertutup Pertamina Adera Field: DPRD PALI Layangkan Surat Pemanggilan Resmi, Tuntut Keadilan Bagi Tenaga Kerja Lokal
PA GMNI PALI: Tidak Boleh Ada Rekrutmen Tertutup, Setiap Perusahaan Harus Terbuka dan Non-Diskriminatif
Firdaus Hasbullah: Tiga Tim ORADO PALI Siap Harumkan Nama Daerah di Turnamen 101 Piala Panglima TNI

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:58 WIB

Skandal “Bangkai Besi” Berulang: Mesin ATM Mandiri Simpang Lima Pendopo PALI Rusak Lagi, Manajemen Cuek dan Alergi Perbaikan Total?

Jumat, 2 Oktober 2026 - 17:48 WIB

Layanan Bobrok, ATM Mandiri PALI Mangkrak: Anggaran Ada, Solusi Tiada!

Jumat, 2 Oktober 2026 - 17:32 WIB

Kado Pahit HUT ke- 28 Bank Mandiri Untuk Nasabah PALI: Mesin ATM Rusak Bertahun-Tahun di Hari Jadi Korporasi

Jumat, 2 Oktober 2026 - 16:16 WIB

Skandal “Bangkai Besi” ATM Mandiri PALI: Layanan Bobrok & Merugikan Nasabah, Ketua LSM Serampuh Desak Pinca Dicopot!

Jumat, 2 Oktober 2026 - 14:42 WIB

Skandal “Bangkai Besi” ATM Bank Mandiri Cabang Pendopo PALI, Pimpinan Cabang Diduga “Alergi” Konfirmasi dan Abaikan Hak Nasabah

Berita Terbaru