LAHAT | tintamerah.co -, Ada saatnya untuk datang, ada masanya untuk beranjak. Bagi Ir. Jefran Azsyapputra, ST, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatra Selatan, bukan sekadar titik koordinat dalam peta kariernya. Selama lima tahun terakhir, Bumi Serepat Serasan telah menjadi laboratorium perjuangan, ruang tumbuh, sekaligus saksi bisu atas setiap jengkal progres pembangunan yang ia kawal.
Selasa (21/4/2026) menjadi titik balik yang emosional. Setelah resmi dilantik menjadi Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Lahat, Jefran menyampaikan salam perpisahan yang tak hanya berisi basa-basi birokrasi, melainkan sebuah refleksi mendalam tentang pengabdian.
“PALI dengan segala keindahannya adalah lima tahun yang sangat istimewa. Di sini, saya tidak hanya menemukan rekan kerja, tetapi sahabat dan keluarga yang tulus,” ungkap Jefran dalam pesan yang sarat makna.
Selama menjabat, Jefran dikenal sebagai sosok yang tidak alergi dengan proses. Baginya, setiap tantangan infrastruktur di PALI adalah pembelajaran. Ia menegaskan bahwa PALI adalah tempatnya “memulai progres”—sebuah fondasi yang akan ia bawa sebagai bekal memimpin pembangunan di Bumi Seganti Setungguan, Lahat.
Dalam kalimat pamitnya, Jefran secara khusus memberikan penghormatan kepada tokoh-tokoh yang membentuk karakternya selama di PALI. Ucapan terima kasih yang mendalam ia haturkan kepada Dr. Ir. Heri Amalindo, MM.
“Beliau bukan hanya pemimpin, tapi guru sekaligus orang tua yang baik bagi saya,” tegasnya. Ucapan apresiasi juga ia sampaikan kepada Bapak Asgianto, ST, atas sinergi dan kerja sama yang solid selama ini.
Perpisahan ini bukanlah akhir, melainkan transisi. Jefran pergi meninggalkan jejak fisik berupa pembangunan, namun ia juga membawa pulang “ruh” perjuangan dari PALI.
“Setiap orang ada masanya, dan setiap masa ada orangnya. Sekarang waktunya saya pamit dari kota yang indah ini. Sampai jumpa dengan cerita yang berbeda,” pungkasnya.
PALI kini melepas salah satu putra terbaik yang pernah bertamu dan berbakti. Sementara Lahat, telah menanti tangan dingin sang penata untuk merajut cerita pembangunan yang baru.
Penulis: Efran| Editor: tintamerah.co















