KADES MUHAMMAD JONOT TERPOJOK! Kesaksian Penting Haryanto Bongkar Kebohongan Skandal Cetak Sawah Tempirai: Gudang Kades Jadi Pusat Penimbunan Pupuk dan Alsintan!

Rabu, 8 April 2026 - 10:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kolase foto menunjukkan kondisi di dalam gudang yang diduga kuat milik Kepala Desa Tempirai, Muhammad Jonot. Tampak tumpukan ratusan karung pupuk subsidi (atas) dan alat mesin pertanian (Alsintan) berupa traktor roda empat dan mesin pemanen (bawah) yang terparkir rapi. Temuan ini berbanding terbalik dengan pernyataan Kades yang sebelumnya mengaku tidak terlibat dalam proyek cetak sawah di desanya. (Foto: Dok/tintamerah.co)

Kolase foto menunjukkan kondisi di dalam gudang yang diduga kuat milik Kepala Desa Tempirai, Muhammad Jonot. Tampak tumpukan ratusan karung pupuk subsidi (atas) dan alat mesin pertanian (Alsintan) berupa traktor roda empat dan mesin pemanen (bawah) yang terparkir rapi. Temuan ini berbanding terbalik dengan pernyataan Kades yang sebelumnya mengaku tidak terlibat dalam proyek cetak sawah di desanya. (Foto: Dok/tintamerah.co)

PALI | tintamerah.co -, Tabir gelap yang menyelimuti proyek cetak sawah rakyat di Desa Tempirai, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, mulai tersingkap lewat pengakuan mengejutkan. Jika sebelumnya Kepala Desa Tempirai, Muhammad Jonot, berupaya mencuci tangan dengan mengklaim tidak terlibat dalam program tersebut, kini pernyataan kontradiktif dari lapangan justru menunjuk hidung sang Kades secara langsung.

Investigasi terbaru tim tintamerah.co menemukan fakta mencengangkan. Penting Haryanto, salah satu sosok kunci di lapangan, secara gamblang membeberkan bahwa seluruh logistik vital proyek—mulai dari pupuk subsidi hingga alat mesin pertanian (Alsintan)—justru ditumpuk dan dititipkan di gudang milik Muhammad Jonot.

Gudang Kades: ‘Bunker’ Logistik di Tengah Proyek Bermasalah

Dalam percakapan yang berhasil dihimpun tintamerah.co, Selasa (31/3/2026), terungkap bahwa distribusi bantuan negara tersebut tidak transparan. Berbagai jenis sarana produksi pertanian tersimpan rapi di bawah kendali Kades Jonot.

“Dolomit, Urea, NPK, hingga racun rumput semuanya ada di situ (Gudang Kades). Bahkan alat pertanian juga di tempat Pak Kades,” ungkap Penting Haryanto.

Fakta ini bagaikan tamparan keras bagi Muhammad Jonot. Pasalnya, dalam berbagai kesempatan sebelumnya, ia bersikeras menyatakan dirinya tidak dilibatkan dalam Program Cetak Sawah Rakyat (PCSR) Tempirai. Pertanyaan besar kini muncul: Jika tidak terlibat, mengapa gudang pribadinya dijadikan markas penyimpanan aset negara bernilai ratusan juta rupiah?

BACA JUGA  BONGKAR! Inspektorat PALI Benarkan Adanya 'Abuse of Power' dan Dokumen Siluman Proyek Simpang Tais, Anggaran Sudah Cair 95%!

Bau Busuk Proyek Fiktif Semakin Menyengat

Temuan ini memperkuat laporan tintamerah.co sebelumnya terkait Skandal Cetak Sawah di Tempirai: Lahan Warga Digusur Tanpa Permisi, Diduga Kuat Fiktif Ratusan Hektar.

Skema yang dijalankan nampak semakin sistematis. Di saat warga menjerit karena lahan mereka digusur tanpa izin, logistik pertanian yang seharusnya sudah berada di tangan petani justru mengendap di gudang penguasa desa. Kondisi ini memperkuat dugaan bahwa klaim “tidak tahu-menahu” sang Kades hanyalah akting untuk menghindari jeratan hukum.

Kades Jonot Berbohong?

Masyarakat kini menuntut kejujuran. Kesaksian mengenai penyimpanan bibit padi di gudang lain di Tempirai serta penumpukan pupuk Urea, NPK dan Dolomit serta Alsintan di Gudang Kades menunjukkan adanya mata rantai yang terputus antara bantuan pemerintah dengan realita di sawah.

“Rakyat jangan dibodohi. Kalau Alsintan dan pupuk ada di rumah Kades, lalu di mana cetak sawah ratusan hektar yang dijanjikan itu? Ini bukan lagi sekadar koordinasi yang buruk, ini adalah indikasi kuat adanya persekongkolan untuk menimbun bantuan rakyat,” tegas salah satu tokoh masyarakat setempat yang geram melihat carut-marut proyek ini.

Hingga berita ini diturunkan, Muhammad Jonot belum memberikan penjelasan logis mengapa gudang pribadinya menjadi tempat “penitipan” barang-barang yang berkaitan dengan proyek yang diklaim tidak diketahuinya tersebut.

BACA JUGA  Dalam Rangka Memperingati HUT Kemerdekaan RI Polres PALI dan Jajaran Membagikan Bansos Di Wilhum Polsek Penukal Abab

Kades Tempirai Bungkam! Dikonfirmasi Soal Foto Pupuk dan Alsintan di Gudangnya, Kontak Muhammad Jonot Tiba-tiba Nonaktif

Upaya konfirmasi yang dilakukan tim redaksi tintamerah.co terhadap Kepala Desa Tempirai, Muhammad Jonot, terkait dugaan penimbunan logistik proyek cetak sawah rakyat, menemui jalan buntu dan memicu tanda tanya besar.

Pada Rabu (8/4/2026), redaksi mencoba melakukan klarifikasi langsung kepada Muhammad Jonot guna meminta tanggapan atas kesaksian Penting Haryanto yang menyebut gudang milik Kades menjadi pusat penyimpanan pupuk subsidi dan alat mesin pertanian (Alsintan).

Sempat Menghindar, Lalu ‘Menghilang’

Proses konfirmasi melalui pesan instan WhatsApp tersebut berlangsung dramatis. Awalnya, saat tim redaksi mengirimkan foto bukti pertama, Muhammad Jonot sempat merespons singkat dengan dalih bahwa foto yang dikirimkan bukan merupakan lokasi gudang miliknya.

“Bukan,” tulis Jonot dalam pesan WathsApp-nya.

Namun, situasi berubah drastis saat tim redaksi mengirimkan rangkaian foto kedua yang memperlihatkan tumpukan karung pupuk dan keberadaan Alsintan dengan sudut pandang yang lebih spesifik. Pasca pengiriman foto tersebut, status WhatsApp sang Kades terpantau tidak lagi aktif. Pesan yang dikirimkan hanya menunjukkan status centang satu (tidak terkirim).

BACA JUGA  Pastikan Pengamanan Idul Fitri, Polres PALI Gelar Pasukan

Tak berhenti di situ, upaya menghubungi melalui sambungan telepon sebanyak tiga kali juga tidak membuahkan hasil. Panggilan telepon dari redaksi tidak mendapatkan respons sama sekali dari yang bersangkutan.

Langkah Surat Resmi Dilayangkan

Mengingat pentingnya asas keberimbangan berita (cover both sides) dan urgensi transparansi dalam proyek yang diduga fiktif tersebut, redaksi tintamerah.co mengambil langkah formal dengan melayangkan surat konfirmasi resmi kepada pihak Pemerintah Desa Tempirai.

“Kami sudah berupaya membuka ruang klarifikasi seluas-luasnya. Namun, sikap bungkam dan mendadak tidak aktifnya kontak Kades justru memperkuat kecurigaan publik atas apa yang sebenarnya tersimpan di gudang tersebut,” ungkap perwakilan redaksi.

Hingga berita ini ditayangkan, Muhammad Jonot masih belum memberikan pernyataan resmi maupun balasan atas surat konfirmasi yang telah disampaikan. Bungkamnya sang Kades seolah membenarkan desas-desus bahwa tumpukan logistik negara tersebut memang berada di bawah kendali pribadinya, berbanding terbalik dengan klaim sebelumnya yang mengaku tidak terlibat dalam proyek tersebut.

Aparat Penegak Hukum (APH) ditantang untuk segera turun tangan. Jangan biarkan air mata warga Tempirai mengering di atas lahan yang dirampas, sementara oknum pejabat desa menumpuk bantuan di gudang belakang rumah.

 

Penulis: Efran | Editor: tintamerah.co

 

Berita Terkait

Pabrik Sawit PT Aburahmi Nekat Beroperasi Tanpa Izin Lengkap, Kasat Pol PP PALI Syarul Darman Tegas Pastikan Segel dan Setop Sementara!
Perkuat Armada, Damkar PALI Geber Uji Coba Unit Multifungsi 4.000 Liter untuk Pos Penukal
Cegah Kasus Berulang, DPMPTSP PALI Siatkan Pengawasan Ekstra Ketat Pasca Uji Nyali PT Aburahmi Tanpa Izin
Sanksi Administratif Menanti! Uji Nyali PT Aburahmi Operasikan Pabrik Sawit Tanpa Izin Lengkap di Bumi Serepat Serasan
Wibawa Hukum PALI Ditelanjangi, DPMPTSP Gelar Rapat Darurat Soal Pabrik Sawit PT Aburahmi Belum Lengkap Perijinan
Kepala DPMPTSP PALI Ungkap Pabrik Sawit PT Aburahmi Beroperasi Tanpa Izin Lengkap!
Gelorakan Ekonomi Kerakyatan, Perkembangan UMKM Sunday Morning Gelora November Pertamina Pendopo Kian Melesat
Tembus Ratusan Peserta! Wahana Flying Fox Damkar PALI Kembali Menggebrak Gelora November Dalam Semangat HUT RI Ke-81

Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 07:34 WIB

Pabrik Sawit PT Aburahmi Nekat Beroperasi Tanpa Izin Lengkap, Kasat Pol PP PALI Syarul Darman Tegas Pastikan Segel dan Setop Sementara!

Senin, 3 Agustus 2026 - 13:36 WIB

Perkuat Armada, Damkar PALI Geber Uji Coba Unit Multifungsi 4.000 Liter untuk Pos Penukal

Senin, 3 Agustus 2026 - 13:09 WIB

Cegah Kasus Berulang, DPMPTSP PALI Siatkan Pengawasan Ekstra Ketat Pasca Uji Nyali PT Aburahmi Tanpa Izin

Senin, 3 Agustus 2026 - 12:52 WIB

Sanksi Administratif Menanti! Uji Nyali PT Aburahmi Operasikan Pabrik Sawit Tanpa Izin Lengkap di Bumi Serepat Serasan

Senin, 3 Agustus 2026 - 12:33 WIB

Wibawa Hukum PALI Ditelanjangi, DPMPTSP Gelar Rapat Darurat Soal Pabrik Sawit PT Aburahmi Belum Lengkap Perijinan

Berita Terbaru