KADISKOP UKM PALI BONGKAR MISI UTAMA SUNDAY MORNING: Putar Roda Ekonomi, Jaga Daya Beli, dan Benteng Agar Kuliner PALI Tak Lari ke Luar Daerah

Minggu, 7 Juni 2026 - 16:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Deretan lapak UMKM kuliner kekinian dan tradisional berjejer rapi melayani pembeli dalam kegiatan Sunday Morning di Lapangan Sanggar Pramuka Gelora November Pertamina Pendopo, Talang Ubi, PALI, Minggu (7/6/2026). Gerakan ekonomi kreatif ini terus didorong oleh Pemkab PALI melalui Diskop UKM guna menjaga daya beli masyarakat dan memastikan roda perekonomian mikro tetap berputar di dalam daerah. (Foto: Dok/Dinkop UKM PALI)

Deretan lapak UMKM kuliner kekinian dan tradisional berjejer rapi melayani pembeli dalam kegiatan Sunday Morning di Lapangan Sanggar Pramuka Gelora November Pertamina Pendopo, Talang Ubi, PALI, Minggu (7/6/2026). Gerakan ekonomi kreatif ini terus didorong oleh Pemkab PALI melalui Diskop UKM guna menjaga daya beli masyarakat dan memastikan roda perekonomian mikro tetap berputar di dalam daerah. (Foto: Dok/Dinkop UKM PALI)

PALI | tintamerah.co -, Gerakan Sunday Morning (Sunmor) yang berpusat di Lapangan Sanggar Pramuka Gelora November Pertamina Pendopo, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, bukan sekadar tempat berkumpulnya massa di akhir pekan. Di balik riuhnya transaksi, terdapat misi strategis pemerintah daerah untuk menyelamatkan dan menggerakkan roda ekonomi kerakyatan secara mandiri.

Hal ini ditegaskan secara lugas oleh Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kadiskop UKM) Kabupaten PALI, Rohman, saat dibincangi di lokasi kegiatan pada Minggu (7/6/2026).

Rohman membongkar secara gamblang maksud dan tujuan utama digagasnya Sunday Morning di Bumi Serepat Serasan. Menurutnya, esensi mendasar dari gerakan ini adalah menciptakan ruang bagi terjadinya transaksi ekonomi lokal yang konsisten guna membantu para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar terus dapat bertahan dan berjualan.

“Dengan adanya pergerakan kelompok masyarakat seperti ini, kita mengundang para pembeli. Kaitannya adalah bagaimana kita mendorong agar daya beli masyarakat di PALI tetap terjaga dan terus berputar,” ujar Rohman dengan nada tegas.

Lebih jauh, Rohman memaparkan alasan strategis mengapa wilayah Pendopo dipilih sebagai motor awal penggerak. Pendopo diakui memiliki pasokan perputaran keuangan yang relatif stabil karena didukung oleh sektor swasta selain pegawai pemerintahan. Potensi finansial inilah yang coba ditangkap dan diredistribusikan ke sektor riil melalui para pedagang kecil.

BACA JUGA  3 Mei, Ketua IWO PALI Ingatkan Eforia Idul Fitri jangan Lupakan Hari Kemerdekaan Pers

“Jika wadah kuliner dan kreativitas seperti ini tidak kita gagas, para pencinta kuliner dan pelaku usaha kita akan lari ke luar daerah, seperti ke Prabumulih atau Palembang. Kita tidak ingin uang masyarakat PALI habis dibelanjakan di luar. Kita ingin perputaran uang itu—sekecil apa pun persentasenya—tetap berada dan berputar di dalam daerah kita sendiri untuk kesejahteraan masyarakat PALI,” cetus Kadiskop UKM PALI tersebut.

Menjawab Jeritan Pedagang: Benang Merah Laporan Tintamerah.co

Penjelasan tegas dari Kadiskop UKM PALI ini seolah menjadi jawaban atas rangkaian laporan mendalam yang terus disuarakan oleh media ini sebelumnya mengenai dinamika jeritan fasilitas pedagang Sunday Morning.

Jika ditarik benang merah secara berurutan, geliat para pelaku usaha di Lapangan Gelora November ini awalnya terekam dalam potret nyata perjuangan pedagang yang harus menjemput rezeki di tengah benturan sistem bongkar pasang yang melelahkan fisik dan mental. Semangat membara untuk mandiri secara ekonomi terpaksa berhadapan dengan realitas teknis lapangan yang belum berpihak penuh pada kenyamanan berwirausaha.

Kondisi tersebut dipertegas oleh kenyataan bahwa meski omzet yang diraup para pedagang mampu menembus angka jutaan rupiah dalam hitungan jam, langkah mereka untuk melompat lebih tinggi senantiasa terganjal oleh minimnya fasilitas publik yang vital di lokasi ruang terbuka hijau tersebut.

BACA JUGA  Untuk Memberikan Rasa Aman Ke Masyarakat Satuan Samapta Polres PALI Laksanakan Giat Patroli

Persoalan infrastruktur mendasar ini kemudian memicu lahirnya suara lantang dari tokoh masyarakat sekaligus perwakilan pedagang seperti Santi Yulianti, yang mendesak komitmen nyata dan kepedulian dari Pemkab, DPRD, hingga keterlibatan perusahaan sekitar agar tidak menutup mata terhadap jeritan fasilitas para pedagang.

Menanggapi rentetan aspirasi bergelombang tersebut, Kadiskop UKM PALI secara responsif menyatakan bahwa urusan permanensi tempat jualan tidak bisa diputuskan sepihak dan akan segera dibawa ke meja pembahasan bersama SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) terkait demi merumuskan solusi jangka panjang, sementara untuk kebutuhan mendasar seperti program pemenuhan listrik bagi UMKM diklaim sudah mulai berjalan di lapangan.

Target Jangka Pendek dan Komitmen Kolaborasi Strategis

Untuk memastikan gerakan ekonomi ini tidak berjalan di tempat, Rohman membeberkan target jangka pendek yang sedang dikejar instansinya. Saat ini, Diskop UKM fokus melakukan klasifikasi dan pemetaan awal terhadap kebutuhan riil para pedagang.

“Kita sedang memetakan kebutuhan dasar mereka secara detail. Berapa tabung gas yang dihabiskan, berapa kilo tepung yang dibutuhkan, hingga berapa kilo minyak sayur per minggu. Data konkret ini akan kita sonding-kan ke dinas-dinas yang berkompeten agar para pelaku UMKM kita ke depan bisa mendapatkan subsidi yang tepat sasaran,” jelasnya.

BACA JUGA  12 Kepala Desa Terpilih Resmi Dilantik, ini Pesan Bupati PALI

Selain itu, wadah ini juga diproyeksikan sebagai ajang promosi efektif untuk melahirkan wirausaha-wirausaha baru di Kabupaten PALI.

Di sisi lain, Rohman mengapresiasi langkah kolaboratif instansi lain, seperti Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) yang ikut menghidupkan suasana akhir pekan dengan menyediakan fasilitas edukasi flying fox bagi anak-anak. Kehadiran wahana ini terbukti ampuh mendongkrak lonjakan pengunjung secara signifikan, yang secara otomatis melipatgandakan jumlah calon pembeli bagi lapak kuliner di sekitarnya.

Ke depan, Diskop UKM PALI menantang dinas-dinas lain seperti Dinas Pendidikan dan Dinas Pariwisata untuk ikut andil menggelar acara rutin—baik lomba mewarnai, mendongeng, pentas tari, hingga festival band—dengan konsep pembiayaan yang seefisien mungkin namun berdampak makro bagi ekonomi rakyat.

“Inilah yang dinamakan kolaboratif. Sesuai bahasa Pak Bupati kita: Kompak, Bergerak, Berdampak. Ketika semua pihak bergerak sesuai kewenangannya, maka ekonomi PALI akan bangkit. Kami juga berharap rekan-rekan wartawan membantu menjual ide dan potensi ini ke perusahaan-perusahaan sekitar melalui program yang tidak membebani, tetapi mampu mengangkat branding mereka sekaligus menghidupkan UMKM kita,” pungkas Rohman menyudahi wawancara.

 

Penulis: Efran | Editor: tintamerah.co

Berita Terkait

Polemik Pergub 40/2017 di PALI: PT BGP Indonesia Tegaskan Komitmen Patuhi Aturan Berlaku dan Siap Ikuti Regulasi Baru
DPRD PALI Pasang Badan! Firdaus Hasbullah Ungkap Alasan Ngotot Desak Cabut Pergub 40/2017 Usai Dikuliti Pakar Hukum
Dinilai Tak Berdasar Hukum, DPRD PALI Inisiasi Pencabutan Total Pergub 40/2017
Sigit Kamseno: HUKe-28, DPD PAN PALI Siapkan Rangkaian Aksi Sosial dan Rakyat untuk Perkuat Basis Masyarakat
Kader PAN PALI Wajib Turun Ke Lapangan: H. Ubaidillah Instruksikan Bakti Sosial Sambut HUT RI Ke-81 Dan HUT PAN Ke-28
Fokus pada Kesiapsiagaan: Damkar PALI Hentikan Operasional Flying Fox demi Tanggulangi Kebakaran Pemukiman
PALI Dikepung Bara Kemarau: Damkar Siaga Penuh, Warga Diminta Jangan Jadi Penonton Bencana
Skandal “Jual Beli” Izin Pabrik Sawit Di PALI Terbongkar, Darmadi Suhaimi: PT Aburahmi Adalah Korban, Saya Akan Buka Siapa Aktornya!

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 18:42 WIB

Polemik Pergub 40/2017 di PALI: PT BGP Indonesia Tegaskan Komitmen Patuhi Aturan Berlaku dan Siap Ikuti Regulasi Baru

Rabu, 12 Agustus 2026 - 18:01 WIB

DPRD PALI Pasang Badan! Firdaus Hasbullah Ungkap Alasan Ngotot Desak Cabut Pergub 40/2017 Usai Dikuliti Pakar Hukum

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:06 WIB

Dinilai Tak Berdasar Hukum, DPRD PALI Inisiasi Pencabutan Total Pergub 40/2017

Rabu, 12 Agustus 2026 - 11:45 WIB

Sigit Kamseno: HUKe-28, DPD PAN PALI Siapkan Rangkaian Aksi Sosial dan Rakyat untuk Perkuat Basis Masyarakat

Rabu, 12 Agustus 2026 - 11:19 WIB

Kader PAN PALI Wajib Turun Ke Lapangan: H. Ubaidillah Instruksikan Bakti Sosial Sambut HUT RI Ke-81 Dan HUT PAN Ke-28

Berita Terbaru