PALI | tintamerah.co -, Kondisi infrastruktur listrik yang memprihatinkan di lingkungan Rejosari, Kelurahan Talang Ubi Utara, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, akhirnya memicu reaksi keras dari kalangan legislatif.
Wakil Ketua DPRD PALI, Firdaus Hasbullah (FH), mengecam lambatnya respons PT PLN (Persero) ULP Pendopo dalam menangani ancaman keselamatan warga. Ia mendesak agar pihak PLN segera mengganti tiang-tiang penyangga kabel listrik yang keropos sebelum memicu tragedi kebakaran besar.
Menyambung Keluhan Warga: Ancaman Nyata di Depan Mata
Laporan ini merupakan tindak lanjut dari investigasi tintamerah.co sebelumnya (baca di sini), yang menyoroti ketakutan warga di Jalan Pancasila 2 dan 3, RT 26/RW 06.
Pantauan di lapangan pada Minggu (19/4/2026) menunjukkan pemandangan yang mengerikan:
- Tiang Keropos: Tiang penyangga swadaya milik warga sudah dalam kondisi nyaris roboh.
- Penyangga Darurat: Beberapa tiang hanya diganjal dengan kayu seadanya agar tidak menimpa rumah warga.
- Riwayat Korsleting: Warga melaporkan telah terjadi dua kali hubungan arus pendek yang mengeluarkan percikan api di area padat penduduk tersebut.
“Kami sudah sangat khawatir. Sudah dua kali konslet sampai mengeluarkan api. Kami takut kalau suatu saat nanti memicu kebakaran hebat,” ungkap Yono, salah satu penduduk setempat, dengan nada cemas.
Firdaus Hasbullah: “Jangan Tunggu Ada Korban!”
Menanggapi mandeknya usulan warga ke pihak PLN, Firdaus Hasbullah memberikan teguran keras. Menurutnya, PLN tidak boleh berdalih hanya karena tiang tersebut awalnya dibangun secara swadaya, sementara risiko keselamatan menyangkut nyawa orang banyak.
“Kondisi ini sangat memprihatinkan. Penggunaan tiang tidak layak yang sudah berkali-kali memicu api tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Apalagi warga sudah menempuh jalur resmi namun belum ada kejelasan. Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama!” tegas Firdaus saat diwawancarai awak media.
Politisi ini menegaskan bahwa DPRD PALI akan mengawal kasus ini hingga tuntas. Ia meminta PLN segera melakukan standarisasi infrastruktur di lokasi tersebut.
Konfirmasi PLN ULP Pendopo
Merespons desakan tersebut, pihak PLN ULP Pendopo memberikan penjelasan terkait kendala yang terjadi di lapangan. Perwakilan manajemen PLN menyatakan bahwa pihaknya telah menerima laporan tersebut dan sedang melakukan survei teknis.
“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan warga. Terkait usulan di Rejosari, saat ini tim teknis kami sedang melakukan pemetaan kebutuhan material di lapangan. Kami perlu memastikan jalur yang akan dipasang tiang standar sudah sesuai dengan regulasi ruang milik jalan (ROW) agar tidak ada kendala di kemudian hari,” ujar pihak PLN ULP Pendopo.
Pihak PLN berjanji akan memprioritaskan perbaikan ini dalam skema pemeliharaan infrastruktur terdekat guna meminimalisir risiko gangguan keselamatan listrik di pemukiman warga.
Penulis: Alber Irawan | Editor: Efran















