Menagih Janji di Kubangan Lumpur: Dinas PUTR PALI Akhirnya Turun Gunung ke Tempirai, Hanya Sekadar Formalitas atau Solusi Nyata?

Rabu, 15 April 2026 - 22:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga Desa Tempirai menemui tim Dinas PUTR PALI yang meninjau kondisi jalan rusak parah di Dusun VII, Kecamatan Penukal Utara, Senin (6/4/2026). Warga mendesak pemerintah segera merealisasikan janji politik perbaikan jalan tanpa alasan keterbatasan anggaran, mengingat kondisi jalan yang kini menyerupai kubangan lumpur.  (Foto: Dok/tintamerah)

Warga Desa Tempirai menemui tim Dinas PUTR PALI yang meninjau kondisi jalan rusak parah di Dusun VII, Kecamatan Penukal Utara, Senin (6/4/2026). Warga mendesak pemerintah segera merealisasikan janji politik perbaikan jalan tanpa alasan keterbatasan anggaran, mengingat kondisi jalan yang kini menyerupai kubangan lumpur. (Foto: Dok/tintamerah)

PALI | tintamerah.co -, Setelah gelombang protes keras dan jeritan “emak-emak” Dusun VII (sebelumnya disebut Dusun VIII) Desa Tempirai, Kecamatan Penukal Utara, viral akibat kondisi jalan yang menyerupai kubangan kerbau, Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) akhirnya bereaksi.

Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUTR), pihak pemerintah melakukan peninjauan langsung ke lokasi yang selama ini disebut sebagai “jalur penyiksaan” bagi rakyat. Namun, kunjungan ini menyisakan pertanyaan besar: Apakah ini langkah konkret atau sekadar pemadam kebakaran atas isu “Darurat Moral Pemimpin” yang tengah memanas?

Hasil Peninjauan: Satu Kilometer Penderitaan

Perwakilan Dinas PUTR PALI, Kepala Bidang Bina Marga Ismad rizhantari Cahya dan Kepala Bidang Cipta Karya Sudirman, dalam peninjauan tersebut mengungkapkan fakta di lapangan. Berdasarkan pengukuran, terdapat akses jalan sepanjang kurang lebih 1 kilometer yang mendesak untuk ditangani. Dari total tersebut, baru sekitar 350 meter yang tersentuh cor beton, itu pun dengan lebar yang sangat minim, yakni 2,5 meter.

BACA JUGA  Megah dan Futuristik! Intip Bocoran Desain Kantor Bupati PALI yang Baru, Ikon Baru 'Bumi Serepat Serasan'

“Kita sudah mengukur, ada sekitar 1 kilometer yang bermasalah. Ada titik yang masih berupa timbunan sepanjang 100 meter, lalu jalan coran yang kondisinya juga buruk sejauh 200 meter, hingga titik di area Pertamina. Kami akan laporkan ini ke pimpinan,” ujar Ismed di hadapan warga, Senin (6/4/2026).

Ironisnya, pihak PUTR mengakui bahwa saat ini anggaran sedang terbatas. “Bahasanya nilai (anggaran) kurang. Mungkin kita tangani dulu yang 160 meter yang paling parah agar yang bolong-bolong bisa dilewati,” tambahnya.

Menagih “Surat Sakti” dan Janji Politik yang Membusuk

Kunjungan Dinas PUTR ini seolah menjadi pembenaran atas laporan tintamerah.co sebelumnya mengenai “Surat Sakti di Lumpur Tempirai”. Selama ini, janji politik Bupati PALI, Asgianto, saat masa kampanye dianggap hanya menjadi pemanis bibir. Di tengah kemewahan mobil dinas pejabat, rakyat Tempirai justru harus berjibaku dengan lumpur dan kegelapan.

Warga secara tegas meminta agar pembangunan tidak ditunda lagi dengan alasan prosedur yang berbelit. “Kami tidak bisa melintas ke mana-mana. Kami tiap tahun banjir. Yang penting bebas banjir dan jalan ini tidak bolong lagi,” cetus salah satu tokoh masyarakat setempat dengan nada kecewa.

BACA JUGA  Ubaidillah Bawa 'Oleh-Oleh' Digitalisasi dari Magelang: DPRD PALI Harus Modern dan Berhenti Main Politik Praktis!

Estimasi biaya untuk pengecoran jalan sepanjang 1 kilometer tersebut mencapai Rp4 hingga Rp5 miliar. Angka yang dianggap kecil jika dibandingkan dengan tanggung jawab moral pemimpin terhadap akses ekonomi rakyatnya.

Sentil Perusahaan: PT LKK Jangan Hanya “Numpang” Lewat

Selain menagih janji pemerintah, sorotan tajam juga diarahkan kepada pihak swasta, khususnya PT LKK yang beroperasi di wilayah tersebut. Dinas PUTR berencana membawa masalah ini ke Forum Corporate Social Responsibility (CSR/TSR).

“Kalau PT LKK tidak mau bantu, jangan datang ke sini! Ribuan orang bekerja di sini, tapi akses jalan hancur. Kita akan panggil melalui Forum CSR, mereka punya alat berat, mereka harus berkontribusi,” tegas pihak peninjau dalam diskusi tersebut.

BACA JUGA  Pastikan Pengamanan Idul Fitri, Polres PALI Gelar Pasukan

Dinas Perkim Ditantang Beresi “Kegelapan”

Tak hanya soal jalan, persoalan listrik yang membuat wilayah ini bak dusun mati saat malam hari juga menjadi poin krusial. Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) diminta segera meninjau kabel-kabel yang putus dan membahayakan keselamatan warga.

Kesimpulan: Rakyat Tidak Butuh Peninjauan, Rakyat Butuh Pengaspalan!

Peninjauan oleh Dinas PUTR ini adalah bola panas bagi Bupati PALI. Setelah sebelumnya dituding melakukan “Penyiksaan Moral” terhadap rakyat Tempirai melalui pengabaian infrastruktur, kini publik menunggu bukti nyata.

Apakah laporan peninjauan ini akan berakhir di laci meja pimpinan, atau akan segera menjelma menjadi hamparan aspal dan beton? Rakyat Desa Tempirai sudah kenyang dengan janji; yang mereka butuhkan saat ini adalah mesin penggilas aspal bekerja di depan rumah mereka, bukan sekadar pejabat yang datang membawa meteran.

PALI harus membuktikan bahwa janji politik bukan sekadar sampah yang membusuk di tengah lumpur Tempirai.

Berita Terkait

Skandal “Bangkai Besi” Berulang: Mesin ATM Mandiri Simpang Lima Pendopo PALI Rusak Lagi, Manajemen Cuek dan Alergi Perbaikan Total?
Layanan Bobrok, ATM Mandiri PALI Mangkrak: Anggaran Ada, Solusi Tiada!
Kado Pahit HUT ke- 28 Bank Mandiri Untuk Nasabah PALI: Mesin ATM Rusak Bertahun-Tahun di Hari Jadi Korporasi
Skandal “Bangkai Besi” ATM Mandiri PALI: Layanan Bobrok & Merugikan Nasabah, Ketua LSM Serampuh Desak Pinca Dicopot!
Skandal “Bangkai Besi” ATM Bank Mandiri Cabang Pendopo PALI, Pimpinan Cabang Diduga “Alergi” Konfirmasi dan Abaikan Hak Nasabah
Bongkar Dugaan Rekrutmen Tertutup Pertamina Adera Field: DPRD PALI Layangkan Surat Pemanggilan Resmi, Tuntut Keadilan Bagi Tenaga Kerja Lokal
PA GMNI PALI: Tidak Boleh Ada Rekrutmen Tertutup, Setiap Perusahaan Harus Terbuka dan Non-Diskriminatif
Firdaus Hasbullah: Tiga Tim ORADO PALI Siap Harumkan Nama Daerah di Turnamen 101 Piala Panglima TNI

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:58 WIB

Skandal “Bangkai Besi” Berulang: Mesin ATM Mandiri Simpang Lima Pendopo PALI Rusak Lagi, Manajemen Cuek dan Alergi Perbaikan Total?

Jumat, 2 Oktober 2026 - 17:48 WIB

Layanan Bobrok, ATM Mandiri PALI Mangkrak: Anggaran Ada, Solusi Tiada!

Jumat, 2 Oktober 2026 - 17:32 WIB

Kado Pahit HUT ke- 28 Bank Mandiri Untuk Nasabah PALI: Mesin ATM Rusak Bertahun-Tahun di Hari Jadi Korporasi

Jumat, 2 Oktober 2026 - 16:16 WIB

Skandal “Bangkai Besi” ATM Mandiri PALI: Layanan Bobrok & Merugikan Nasabah, Ketua LSM Serampuh Desak Pinca Dicopot!

Jumat, 2 Oktober 2026 - 14:42 WIB

Skandal “Bangkai Besi” ATM Bank Mandiri Cabang Pendopo PALI, Pimpinan Cabang Diduga “Alergi” Konfirmasi dan Abaikan Hak Nasabah

Berita Terbaru