Menanti “Mas Limo Kilo” di Bumi Serepat Serasan: Akankah Ego Elite Mengubur PALI hingga 2029?

Sabtu, 21 Maret 2026 - 02:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tokoh Pemuda Bumi Serepat Serasan, Efran, menyebut rasa ketemu seperti ketemu mas 'limo kilo' jika rekonsiliasi Asgianto - Heri Amalindo terjadi. (Dok/tintamerah)

Tokoh Pemuda Bumi Serepat Serasan, Efran, menyebut rasa ketemu seperti ketemu mas 'limo kilo' jika rekonsiliasi Asgianto - Heri Amalindo terjadi. (Dok/tintamerah)

PALI | tintamerah.co -, Udara di Bumi Serepat Serasan mendadak terasa berbeda. Kabar burung mengenai rencana pertemuan antara dua tokoh sentral, Asgianto dan Heri Amalindo, berembus bak angin segar di tengah suhu politik yang kian memanas. Namun, di balik harapan itu, terselip peringatan keras: jika rekonsiliasi ini gagal, PALI diprediksi akan berjalan di tempat—stagnan dan mati suri—hingga tahun 2029.

Analogi “Mas Limo Kilo” dan Pertaruhan Rakyat

Bagi seorang Efran, tokoh yang dikenal vokal menyuarakan kegelisahan publik, wacana pertemuan ini bukan sekadar silaturahmi politik biasa. Ia mengibaratkan peristiwa ini dengan istilah yang sangat lokal namun sarat makna.

“Jika rekonsiliasi ini benar-benar terjadi, rasanya seperti ketemu mas limo kilo (emas lima kilogram). Begitu berharga, begitu dinantikan, dan dampaknya akan sangat luar biasa bagi psikologis masyarakat,” tegas Efran dalam diskusi santai bersama rekan sejawat, Jumat (20/3/2026).

BACA JUGA  OPINI: Demi Nyawa Rakyat PALI: Komitmen Tanpa Batas Bupati Asgianto di Gedung A RSUD

Efran bukan sedang berlebihan. Baginya, ketegangan antara kubu-kubu politik di PALI saat ini telah mencapai titik jenuh yang melelahkan. Ia menegaskan bahwa ego para pemimpin tidak boleh lebih besar daripada kepentingan rakyat.

“Rakyat PALI itu tidak muluk-muluk. Mereka bukan hanya butuh perut kenyang atau kesejahteraan ekonomi, mereka butuh kedamaian. Bagaimana bisa membangun jika atmosfernya penuh faksi dan permusuhan?” cetusnya lugas.

Potensi Stagnasi 2029: Sebuah Peringatan Tajam

Efran memberikan peringatan yang sangat tajam dan tanpa basa-basi. Tanpa adanya jabat tangan tulus antara Asgianto dan Heri Amalindo, PALI terancam masuk ke dalam lubang stagnasi selama tiga tahun ke depan.

  • Pembangunan Terhambat: Polarisasi politik seringkali berujung pada kebijakan yang saling menjegal.
  • Investasi Ragu: Ketidakpastian politik membuat investor berpikir dua kali untuk masuk ke PALI.
  • Mentalitas Terkotak-kotak: Masyarakat di tingkat bawah akan terus terbelah jika pemimpinnya tidak memberi teladan rekonsiliasi.
BACA JUGA  Polsek Penukal Utara Melaksanakan Kegiatan Jumat Curhat Di Desa Kota Baru

“Ingat, jika ego tetap dikedepankan, PALI akan stagnan sampai 2029. Kita akan tertinggal jauh dari kabupaten tetangga hanya karena urusan gengsi elite,” tambah Efran dengan nada tegas.

Ikhtiar Hingga ke “Kursi Satu”, Meski Berujung Kecewa

Keseriusan Efran dalam mendorong kedamaian di PALI bukan sekadar isapan jempol. Ia bahkan sempat berencana melakukan langkah ekstrem: Mengetuk pintu Presiden Prabowo Subianto.

Momen itu seharusnya terjadi pada puncak acara Hari Pers Nasional (HPN) ke-80 di Kota Serang, Banten, 9 Februari 2026 lalu. Efran berharap bisa menyampaikan langsung kegelisahan masyarakat PALI kepada orang nomor satu di Indonesia tersebut. Namun, takdir berkata lain.

“Saya sangat kecewa saat itu. Presiden Prabowo batal menghadiri HPN di Serang. Padahal, saya sudah menyiapkan langkah untuk meminta bantuan beliau demi stabilitas di daerah kami,” ungkapnya.

BACA JUGA  Kapolres Pali Berikan Rewards Kepada Personilnya

Meski langkah tersebut terjegal, Efran menegaskan bahwa ia tidak akan putus asa. Baginya, setiap pintu akan diketuk, setiap jalan akan ditempuh, asalkan Asgianto dan Heri Amalindo bisa duduk satu meja demi masa depan Bumi Serepat Serasan.

Kesimpulan: Bola Kini di Tangan Asgianto dan Heri

Kini, seluruh mata tertuju pada kedua tokoh tersebut. Akankah mereka memilih untuk mencairkan es yang membeku, atau justru membiarkan PALI terperangkap dalam ego yang merugikan?

Rakyat tidak butuh drama politik berkepanjangan. Mereka butuh kepastian bahwa pemimpin mereka mampu menekan ego demi sebuah kata: Kedamaian.

 

Laporan: Efran

Berita Terkait

Kepala Damkar PALI Dijadwalkan Hadir Langsung di Pembukaan NFSC 2026 Palembang
Lepas Tim Uji Skill ke Tingkat Nasional, Rizal Pahlefi Berharap Damkar PALI Harumkan Nama Daerah di Kancah Nasional
PALI Siap Unjuk Gigi di Kompetisi Pemadam Kebakaran Nasional 2026 di Palembang
Gebrakan Bupati Asgianto: RSUD Talang Ubi Menuju Tipe B, Layanan Cuci Darah Jadi Target Utama di 2027
Besok, DPRD PALI Panggil Dinas Pertanian, LIDIK Ancam Aksi Massa!
Jauh dari Kebisingan, RSUD Talang Ubi Kini Lebih Representatif dan Siap Naik Kelas ke Tipe B
Menggugat “Cetak Sawah di Atas Air Mata”: YKBHN Desak DPRD PALI Bongkar Skandal PCSR Tempirai!
Gebrakan Spektakuler Bupati Asgianto: RSUD Talang Ubi Menuju Mercusuar Kesehatan Sumsel, Siap Naik Kelas ke Tipe B!

Berita Terkait

Minggu, 26 April 2026 - 22:36 WIB

Kepala Damkar PALI Dijadwalkan Hadir Langsung di Pembukaan NFSC 2026 Palembang

Minggu, 26 April 2026 - 22:07 WIB

Lepas Tim Uji Skill ke Tingkat Nasional, Rizal Pahlefi Berharap Damkar PALI Harumkan Nama Daerah di Kancah Nasional

Minggu, 26 April 2026 - 21:43 WIB

PALI Siap Unjuk Gigi di Kompetisi Pemadam Kebakaran Nasional 2026 di Palembang

Minggu, 26 April 2026 - 19:07 WIB

Gebrakan Bupati Asgianto: RSUD Talang Ubi Menuju Tipe B, Layanan Cuci Darah Jadi Target Utama di 2027

Minggu, 26 April 2026 - 18:58 WIB

Besok, DPRD PALI Panggil Dinas Pertanian, LIDIK Ancam Aksi Massa!

Berita Terbaru