PALI | tintamerah.co -, Pasca mengikuti agenda strategis Retreat Ketua DPRD Seluruh Indonesia di Akademi Militer, Magelang, Jawa Tengah, Ketua DPRD Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumaetra Selatan, H. Ubaidillah, menegaskan komitmennya untuk merombak total budaya kerja di lembaga legislatif Bumi Serepat Serasan.
Dalam keterangannya kepada tintamerah.co pada Minggu (19/4/2026), Ubaidillah secara tegas menyatakan bahwa kepulangannya dari agenda nasional tersebut membawa misi besar bagi internal DPRD PALI. Ia tidak menginginkan pertemuan tersebut hanya menjadi sekadar seremoni, melainkan harus menjadi pemicu perubahan fundamental.
Revolusi Budaya Kerja: Disiplin dan Solutif
Ubaidillah menekankan bahwa poin krusial yang ia bawa adalah pembentukan budaya kerja baru yang lebih berintegritas. Ia menuntut para wakil rakyat di PALI untuk tidak lagi terjebak dalam rutinitas tanpa hasil yang jelas.
“Harapan saya adalah terciptanya budaya kerja baru yang lebih disiplin, berintegritas, dan solutif di internal DPRD PALI,” tegas Ubaidillah.
Baginya, sisa masa jabatan periode ini adalah momentum pembuktian. Ia tidak ingin DPRD hanya menjadi stempel birokrasi, melainkan harus mampu memberikan solusi konkret atas permasalahan yang dihadapi masyarakat PALI.
Legacy untuk Bumi Serepat Serasan
Menjawab pertanyaan mengenai target di akhir masa jabatannya, politisi senior ini menyatakan ambisinya untuk meninggalkan legacy atau warisan kebijakan yang berpihak sepenuhnya kepada rakyat. Ia ingin memastikan setiap fungsi legislasi, pengawasan, dan penganggaran benar-benar menyentuh akar rumput.
“Untuk sisa masa jabatan ini, saya ingin memastikan bahwa DPRD PALI meninggalkan legacy berupa kebijakan-kebijakan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Bumi Serepat Serasan,” ujarnya dengan nada lugas.
Sinergi Nasional dan Penguatan Fungsi
Selain perbaikan internal, Ubaidillah juga menyoroti pentingnya menjaga komunikasi melalui forum Ketua DPRD se-Indonesia. Hal ini dinilai penting untuk mengharmonisasikan aturan pusat dengan kebutuhan daerah, guna mempercepat pembangunan di Kabupaten PALI.
Masyarakat kini menanti, sejauh mana “oleh-oleh” semangat dari Malang ini mampu diterjemahkan menjadi aksi nyata oleh seluruh anggota dewan di kantor DPRD PALI.
Penulis: Efran | Editor: tintamerah.co















