PALI | tintamerah.co -, Semangat membara 35 putra-putri terbaik Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan dalam mempersiapkan diri mengibarkan Sang Saka Merah Putih pada HUT Kemerdekaan RI ke-81 semakin nyata. Di balik performa prima yang bakal tersaji di Stadion Gelora November nanti, tersimpan sebuah rahasia besar: kedisiplinan tingkat tinggi yang diterapkan di bawah komando pelatih Paskibraka, Aiptu Sumaryono, SH.
Sinergi dan Tekad Membara di Bumi Serepat Serasan
Sebagaimana dilaporkan sebelumnya oleh tintamerah.co, gemuruh semangat kemerdekaan memang kian memuncak di Bumi Serepat Serasan. Sebanyak 35 putra-putri terpilih dari berbagai sekolah di Kabupaten PALI telah membulatkan tekad dan memantapkan langkah dalam latihan intensif demi menyukseskan upacara pengibaran Sang Saka Merah Putih. Latihan ini tidak hanya mengandalkan fisik, tetapi juga sinergi antara tim pelatih gabungan dari TNI, Polri, dan Brimob untuk menanamkan kedisiplinan, etika, dan jiwa patriotisme yang kokoh.
Rutinitas “Non-Stop” Demi Performa Sempurna
Ditemui tintamerah.co di sela-sela latihan intensif di Lapangan Stadion Gelora November Pertamina, Pendopo, Talang Ubi, Minggu (9/8/2026), Aiptu Sumaryono, SH menegaskan bahwa persiapan ini bukanlah main-main. Sebanyak 35 calon Paskibraka telah menjalani masa karantina dan pelatihan ketat selama 18 hari, terhitung sejak seremoni pembukaan dan tantingan pada 31 Juli 2026 lalu, dengan pusat karantina yang dipusatkan di Hotel Nurtania, Golf.
“Jadwal mereka sangat padat. Sebelum subuh sudah bangun, ibadah, olahraga pagi, sarapan, lalu langsung turun ke lapangan. Latihan di lapangan dari jam 7 pagi sampai jam 5 sore,” tegas Aiptu Sumaryono.
Meski diforsir, sang pelatih menjamin hak-hak rohani para peserta tetap menjadi prioritas utama. Di tengah jadwal yang menguras keringat, waktu istirahat yang diberikan tetap mengakomodasi ibadah salat di Masjid Mukhlisin, Kompata Pendopo. Bahkan setelah matahari terbenam, perjuangan para calon pengibar bendera ini tidak lantas usai.
“Sampai di hotel, mereka mandi, salat, lalu ada pelajaran di kelas dari setengah delapan malam sampai jam sepuluh. Pematerinya pun lintas instansi; mulai dari Polres, Koremil, Brimob, Kejari, Dinas Kesehatan, hingga Kesbangpol,” ungkapnya dengan lugas.
Ketahanan Fisik dan Mental: Ujian di Hari-Hari Awal
Menanggapi kekhawatiran mengenai kesehatan peserta di tengah ritme latihan yang ekstrem, Aiptu Sumaryono memastikan bahwa sejauh ini, kondisi 35 anggota Paskibraka PALI dalam keadaan prima. Ia tidak memungkiri adanya kendala fisik pada masa-masa awal pelatihan, namun hal tersebut dianggapnya sebagai bagian dari proses adaptasi alami.
“Namanya penyesuaian, hari-hari pertama ada yang pusing atau kram kaki itu wajar. Tapi sekarang, memasuki hari ke-9, mereka semua sehat dan mampu melahap semua menu latihan dengan lancar tanpa hambatan berarti,” pungkasnya tegas.
Dedikasi tinggi yang ditunjukkan oleh tim pelatih dan para calon Paskibraka ini menjadi bukti nyata kesiapan Kabupaten PALI untuk mempersembahkan yang terbaik pada detik-detik Proklamasi nanti. Stadion Gelora November kini menjadi saksi bisu perjuangan, keringat, dan disiplin yang nantinya akan terbayar lunas saat sang merah putih berkibar dengan gagah di puncak tiang.
Penulis: Efran | Editor: tintamerah.co















