Nyata Berhasil! Mitigasi Karhutla Sumsel Turun Drastis, Sinergi TNI-Polri dan Lintas Sektor Patut Diapresiasi

Sabtu, 23 Mei 2026 - 18:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah personel gabungan TNI, Polri, BPBD, dan Manggala Agni melakukan simulasi taktis pemadaman api menggunakan jet shooter dan peralatan lapangan saat Apel Kesiapsiagaan Mitigasi Karhutla Polda Sumsel di Palembang, Jumat (22/5/2026). Sinergi intensif lintas sektor berhasil menurunkan drastis jumlah titik api di Sumatera Selatan dari 11.786 titik pada tahun 2024 menjadi hanya 1.253 titik hingga Mei 2026. (Foto: Penrem 044/Gapo)

Sejumlah personel gabungan TNI, Polri, BPBD, dan Manggala Agni melakukan simulasi taktis pemadaman api menggunakan jet shooter dan peralatan lapangan saat Apel Kesiapsiagaan Mitigasi Karhutla Polda Sumsel di Palembang, Jumat (22/5/2026). Sinergi intensif lintas sektor berhasil menurunkan drastis jumlah titik api di Sumatera Selatan dari 11.786 titik pada tahun 2024 menjadi hanya 1.253 titik hingga Mei 2026. (Foto: Penrem 044/Gapo)

PALEMBANG | tintamerah.co -, Komitmen nyata dan kerja keras lintas sektoral dalam menekan angka Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Provinsi Sumatera Selatan akhirnya membuahkan hasil positif yang luar biasa. Berdasarkan data operasional terpadu hingga Mei 2026, jumlah titik api (hotspot) di wilayah Sumsel berhasil ditekan secara radikal hingga menyisakan 1.253 titik—sebuah penurunan drastis jika dibandingkan dengan tahun 2024 yang sempat melonjak ngeri hingga menembus angka 11.786 titik api.

Keberhasilan gemilang yang menyelamatkan kualitas udara dan stabilitas ekonomi Bumi Sriwijaya ini mendapat apresiasi tinggi dari Komandan Korem 044/Gapo, Brigjen TNI Khabib Mahfud. Hal itu disampaikannya langsung saat menghadiri Apel Kesiapsiagaan Mitigasi Penekanan Angka Karhutla dan Penutupan Pelatihan Pencegahan serta Penanggulangan Karhutla Tahun 2026 yang digelar Polda Sumsel di halaman Gedung Presisi Mapolda Sumsel, Palembang, Jumat (22/5/2026).

Brigjen TNI Khabib Mahfud menegaskan bahwa kesuksesan memangkas luas lahan terbakar hingga hanya menyisakan 182,53 hektare ini bukanlah sebuah kebetulan, melainkan hasil dari kekuatan sinergi, konsistensi, dan dedikasi kolektif di lapangan. Langkah preventif yang terstruktur dinilai menjadi kunci utama dalam meredam potensi bencana tahunan yang kerap menghantui Sumatera Selatan.

BACA JUGA  Cak Imin Optimis Menang Pilpres Pemilu 2024 Mendatang Karena Didukung Ulama dan Kaum Muda

“Pencegahan harus selalu menjadi prioritas utama kita. Sinergi yang kokoh antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan seluruh lapisan masyarakat adalah fondasi terkuat agar bencana karhutla ini dapat kita tekan sedini dan semaksimal mungkin,” ujar Brigjen TNI Khabib Mahfud lugas.

453 Personel Gabungan dan Alat Berat Disiagakan Penuh

Sebagai bentuk pembuktian atas komitmen tersebut, apel kesiapsiagaan kali ini melibatkan sedikitnya 453 personel gabungan dari unsur Polri, TNI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Manggala Agni, serta elemen pendukung lainnya. Seluruh personel diintegrasikan ke dalam satu sistem mitigasi terpadu untuk memastikan respons cepat jika sewaktu-waktu muncul ancaman di lapangan.

Tidak hanya kuantitas personel, kualitas kesiapan armada juga diperiksa secara ketat. Polda Sumsel menyiagakan berbagai sarana dan prasarana strategis, mulai dari kendaraan taktis SAR terbatas milik Satbrimob, perlengkapan pemadam api mutakhir, hingga dukungan operasional dari Direktorat Polairud untuk wilayah perairan dan gambut dalam. Langkah ini diambil guna menjamin alat pertahanan siap tempur 100 persen menghadapi musim kemarau.

BACA JUGA  IWO Sumsel Audiensi ke Polda Sumsel, Kapolda : Tidak Ada Kriminalisasi Wartawan

Wakapolda Sumsel, Irjen Pol. Rony Samtana, dalam arahannya mempertegas nilai penting gotong-royong demi kepentingan publik ini.

“Keselamatan masyarakat, kesehatan publik, dan kelestarian lingkungan adalah prioritas utama bangsa. Penanganan karhutla tidak boleh lagi dilakukan secara parsial atau ego sektoral, melainkan harus bergerak serentak, terukur, dan melibatkan seluruh elemen pemerintah, TNI, Polri, hingga dunia usaha,” tegas Irjen Pol. Rony Samtana.

6.892 Aksi Nyata Berbasis Teknologi Jadi Kunci Sukses

Menelisik lebih dalam, keberhasilan Sumsel dalam ‘menjinakkan’ karhutla tahun ini ditopang kuat oleh pelaksanaan 6.892 kegiatan mitigasi proaktif yang digencarkan secara masif sejak awal tahun. Sinergi kepolisian bersama instansi terkait tidak lagi bersifat reaktif menunggu api membesar, melainkan menyerang langsung akar masalah melalui skema pre-emtif dan preventif.

BACA JUGA  Sinergitas BPH Migas dan DPR RI dalam Sosialisasi Tugas, Fungsi dan Regulasi

Aksi masif tersebut mencakup patroli terpadu berkala ke zona-zona rawan, edukasi masyarakat pinggir hutan secara humanis, pemasangan maklumat larangan membakar, pemetaan area rentan, hingga pemanfaatan penguatan deteksi dini berbasis teknologi satelit pemantau panas secara real-time.

Dampak positif dari keberhasilan mitigasi terpadu ini pun kini dirasakan langsung oleh jutaan masyarakat Sumatera Selatan. Kondisi udara di berbagai kabupaten/kota terpantau tetap bersih, sehat, dan bebas dari kabut asap pekat. Tak kalah penting, seluruh roda perekonomian dan aktivitas transportasi—baik darat, laut, maupun penerbangan udara di Bandara internasional—tetap berjalan normal tanpa hambatan.

Sebagai langkah pamungkas, seluruh personel yang berada di garda terdepan diinstruksikan untuk tidak lengah. Pendekatan edukatif yang humanis kepada para petani dan korporasi tetap dikedepankan, namun dibarengi dengan komitmen penegakan hukum yang tegas, profesional, tanpa pandang bulu terhadap siapa saja yang terbukti sengaja membakar lahan demi keuntungan pribadi.

 

Laporan: yulie | Editor: efran

Berita Terkait

Wakil Ketua DPRD PALI Firdaus Hasbullah Nyatakan Perang Total Desak Pencabutan Mutlak Pergub Nomor 40 Tahun 2017 Demi Keadilan Bumi Serepat Serasan
“Pak De” Soemarjono Desak Pencabutan Pergub 40 Tahun 2017 Wajib Akomodasi PP Terbaru Demi Kepastian Hukum Pemkab dan Keadilan Rakyat PALI
Tegas dan Tanpa Kompromi! Firdaus Hasbullah Ungkap Pergub 40/2017 Tidak Punya Dasar Hukum, RSA PALI Siapkan Perlawanan Total
Bedah Regulasi Pergub 40/2017: Dhabi K Gumarya Luruskan Pemahaman Hukum dan “Transfer Knowledge” Soal Diskresi ke Aktivis PALI
Dhabi K Gumarya ke ‘Bos’ PGK PALI: Pergub 40/2017 Tidak Punya Cantelan Hukum dan Wajib Dicabut, Bukan Direvisi
Sengit Di Agam Pisan: Kupas Tuntas Tanya Jawab Sonny Ternando Dan Dhabi K Gumarya Bongkar Cacat Hukum Pergub 40/2017
Praktisi Hukum Sumsel Dhabi K Gumarya Tegaskan Pemangku Kebijakan dan Pertamina Wajib Tunduk Mutlak pada UU Nomor 2 Tahun 2012
Napak Tilas Kejayaan Migas PALI: Efran Tegas Dukung Survei Seismik BGP, Tapi Perang Total Cabut Pergub Usang!

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 12:55 WIB

Wakil Ketua DPRD PALI Firdaus Hasbullah Nyatakan Perang Total Desak Pencabutan Mutlak Pergub Nomor 40 Tahun 2017 Demi Keadilan Bumi Serepat Serasan

Jumat, 31 Juli 2026 - 07:22 WIB

“Pak De” Soemarjono Desak Pencabutan Pergub 40 Tahun 2017 Wajib Akomodasi PP Terbaru Demi Kepastian Hukum Pemkab dan Keadilan Rakyat PALI

Jumat, 31 Juli 2026 - 07:01 WIB

Tegas dan Tanpa Kompromi! Firdaus Hasbullah Ungkap Pergub 40/2017 Tidak Punya Dasar Hukum, RSA PALI Siapkan Perlawanan Total

Jumat, 31 Juli 2026 - 05:46 WIB

Bedah Regulasi Pergub 40/2017: Dhabi K Gumarya Luruskan Pemahaman Hukum dan “Transfer Knowledge” Soal Diskresi ke Aktivis PALI

Jumat, 31 Juli 2026 - 05:01 WIB

Dhabi K Gumarya ke ‘Bos’ PGK PALI: Pergub 40/2017 Tidak Punya Cantelan Hukum dan Wajib Dicabut, Bukan Direvisi

Berita Terbaru