PALI Mandiri! Kepala Bapenda Aryansyah Bidik PAD Rp100 Miliar: “Jangan Hanya Bergantung Pusat”

Jumat, 17 April 2026 - 11:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bapenda PALI bidik PAD Rp100 Miliar dengan menyasar sektor industri dan pelaku usaha besar. Lewat inovasi

Bapenda PALI bidik PAD Rp100 Miliar dengan menyasar sektor industri dan pelaku usaha besar. Lewat inovasi "Balik Dusun" yang sukses naikkan PAD 130% dan pemberian fasilitas publik sebelum penarikan retribusi, Aryansyah optimistis mewujudkan kemandirian ekonomi Bumi Serepat Serasan. (Foto: Dok/tintamerah)

PALI | tintamerah.co -, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, melakukan gebrakan besar di awal tahun 2026. Di bawah komando Aryansyah, Bapenda PALI memasang target ambisius untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari Rp83 miliar menjadi di atas Rp100 miliar.

Langkah ini bukan sekadar mengejar angka, melainkan sebuah misi menuju kemandirian ekonomi daerah agar tidak lagi “menyusu” pada dana transfer pusat.

Strategi Tajam: Pajak Listrik dan Objek Baru

Dalam wawancara eksklusif bersama tintamerah.co, Kamis (9/4/2026), Aryansyah menyoroti anomali pada sektor pajak listrik (PBJT). Ia mencatat meski jumlah perumahan dan industri di PALI terus tumbuh pesat, penerimaan pajak listrik cenderung stagnan di angka Rp9-10 miliar per tahun.

BACA JUGA  “Tidak Ada Respon, Sampai Hari Ini Sudah Berapa Bulan? Ini Bulan Agustus!”: Kemarahan Burhanudin, Saksi Sejarah 66 Tahun Talang Sebetung, Meledak Hadapi Polemik Perbup No. 62 Tahun 2023

“Logikanya sederhana, masyarakat bertambah, komplek perumahan bertambah, industri naik, harusnya pajak listrik juga naik. Tidak boleh stabil! Kami akan segera melakukan koreksi dan berkoordinasi ketat dengan PLN untuk menindaklanjuti hal ini,” tegas Aryansyah dengan lugas.

Selain mengoptimalkan sektor lama, Bapenda PALI juga berhasil menembus objek pajak baru yang selama ini “kebal” tersentuh, yakni Pajak Lapangan Golf. Setelah melalui koordinasi dengan Ditjen Migas, potensi ini resmi menjadi lumbung pendapatan baru bagi Bumi Serepat Serasan.

Pro-Rakyat: Kejar Pelaku Usaha, Lindungi Masyarakat

Meski agresif dalam mengejar target, Aryansyah memastikan kebijakan ini tetap humanis. Atas instruksi Bupati PALI, peningkatan pendapatan tidak boleh membebani masyarakat kecil.

  • PBG (Persetujuan Bangunan Gedung): Fokus penagihan dialirkan kepada industri dan dunia usaha seperti toko modern (Alfamart, Indomaret) yang belum memiliki izin, bukan pada rumah tinggal warga.
  • BPHTB: Tarif dimaksimalkan hingga 5% bagi para pebisnis properti dan jual beli tanah skala besar.
  • Kehadiran Pemerintah: Untuk retribusi sampah, Bapenda memberikan kotak sampah gratis lebih dulu. “Kami hadir dulu, layani dulu, baru tarik retribusinya. Kalau pemerintah hadir, masyarakat tidak akan berat membayar Rp10 ribu per bulan,” ungkapnya.
BACA JUGA  Tren Hijau Pajak PALI: Sentuhan Aryansyah Sukses Jaga Stamina PAD Januari-Maret 2026

Inovasi “Balik Dusun” dan Digitalisasi Real-Time

Bapenda PALI juga sukses meraih prestasi lewat inovasi “Balik Dusun”—strategi jemput bola langsung ke desa-desa. Hasilnya fantastis, terjadi lonjakan penerimaan dari Rp200 juta menjadi Rp600 juta, atau naik sekitar 130%.

Ke depan, Aryansyah tengah menyiapkan sistem Digitalisasi Real-Time yang ditargetkan rampung akhir 2026 dan beroperasi penuh pada 2027. Melalui sistem ini, setiap rupiah pajak yang masuk dapat dipantau langsung oleh publik melalui aplikasi dalam satu genggaman.

“Kalau real-time, kita bisa lihat seberapa jauh capaian kita. Kalau tidak tercapai dan alasannya tidak masuk akal, silakan ganti Kepala Bapenda-nya! Itu bentuk tanggung jawab saya,” tukasnya dengan nada percaya diri.

BACA JUGA  Sering Dikeluhkan Warga, Dinas PU PALI Perbaiki Jalan Purun - Tanah Abang

Pesan Moral: Pajak adalah Denyut Nadi Pembangunan

Menutup keterangannya, Aryansyah mengajak seluruh elemen masyarakat untuk sadar pajak demi kemajuan PALI.

“Pajak adalah denyut nadi pembangunan. Kita harus mandiri. Peran serta masyarakat dalam membayar pajak dan retribusi adalah kunci utama untuk mewujudkan PALI yang lebih mapan dan makmur,” pungkasnya.

 

Penulis: Efran | Editor: tintamerah.co

Berita Terkait

Skandal “Bangkai Besi” Berulang: Mesin ATM Mandiri Simpang Lima Pendopo PALI Rusak Lagi, Manajemen Cuek dan Alergi Perbaikan Total?
Layanan Bobrok, ATM Mandiri PALI Mangkrak: Anggaran Ada, Solusi Tiada!
Kado Pahit HUT ke- 28 Bank Mandiri Untuk Nasabah PALI: Mesin ATM Rusak Bertahun-Tahun di Hari Jadi Korporasi
Skandal “Bangkai Besi” ATM Mandiri PALI: Layanan Bobrok & Merugikan Nasabah, Ketua LSM Serampuh Desak Pinca Dicopot!
Skandal “Bangkai Besi” ATM Bank Mandiri Cabang Pendopo PALI, Pimpinan Cabang Diduga “Alergi” Konfirmasi dan Abaikan Hak Nasabah
Bongkar Dugaan Rekrutmen Tertutup Pertamina Adera Field: DPRD PALI Layangkan Surat Pemanggilan Resmi, Tuntut Keadilan Bagi Tenaga Kerja Lokal
PA GMNI PALI: Tidak Boleh Ada Rekrutmen Tertutup, Setiap Perusahaan Harus Terbuka dan Non-Diskriminatif
Firdaus Hasbullah: Tiga Tim ORADO PALI Siap Harumkan Nama Daerah di Turnamen 101 Piala Panglima TNI

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:58 WIB

Skandal “Bangkai Besi” Berulang: Mesin ATM Mandiri Simpang Lima Pendopo PALI Rusak Lagi, Manajemen Cuek dan Alergi Perbaikan Total?

Jumat, 2 Oktober 2026 - 17:48 WIB

Layanan Bobrok, ATM Mandiri PALI Mangkrak: Anggaran Ada, Solusi Tiada!

Jumat, 2 Oktober 2026 - 17:32 WIB

Kado Pahit HUT ke- 28 Bank Mandiri Untuk Nasabah PALI: Mesin ATM Rusak Bertahun-Tahun di Hari Jadi Korporasi

Jumat, 2 Oktober 2026 - 16:16 WIB

Skandal “Bangkai Besi” ATM Mandiri PALI: Layanan Bobrok & Merugikan Nasabah, Ketua LSM Serampuh Desak Pinca Dicopot!

Jumat, 2 Oktober 2026 - 14:42 WIB

Skandal “Bangkai Besi” ATM Bank Mandiri Cabang Pendopo PALI, Pimpinan Cabang Diduga “Alergi” Konfirmasi dan Abaikan Hak Nasabah

Berita Terbaru