tintamerahNEWS -, Di saat banyak daerah di Sumatera Selatan masih berkutat dengan persoalan dasar aksesibilitas, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dinilai telah mencuri start. Infrastruktur jalan yang memadai kini bukan lagi sekadar pajangan, melainkan karpet merah bagi kebangkitan sektor pertanian, perkebunan, hingga pariwisata.
Anggota DPR RI Komisi VI Fraksi PKS, H. Askweni, melihat fenomena ini sebagai momentum emas. Dalam sebuah wawancara bersama tintamerah.co, Minggu (8/3/2026), di Kantor DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) PALI Talang Kerangan, Pendopo, Talang Ubi, ia menegaskan bahwa PALI telah melangkah satu kaki lebih maju dibandingkan kabupaten tetangga.
“Kalau kabupaten lain mungkin masih merangkak memperbaiki jalan, PALI sudah terbangun. Transportasi pengangkutan hasil bumi kini nyaris tanpa hambatan. Ini adalah peluang besar yang harus segera dieksekusi,” ujar H. Askweni disela momen berbuka puasa ramadhan 1447 H bersama Kader PKS PALI.
Transformasi Sektor Riil: Dari Jalan ke Kesejahteraan
Menurut Askweni, fondasi infrastruktur yang kokoh harus segera diikuti dengan intervensi kebijakan pada sektor hilir. Ia menyoroti tiga pilar utama yang bisa menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat PALI:
- Revitalisasi Pertanian & Perkebunan: Dengan akses jalan yang mulus, biaya logistik pertanian dapat ditekan. PALI berpotensi menjadi lumbung pangan baru jika manajemen pasca-panen dikelola dengan modern.
- Optimalisasi Sektor Pertambangan: Sebagai daerah kaya sumber daya alam, pengelolaan tambang yang berkeadilan dan memperhatikan dampak lingkungan menjadi kunci untuk menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD).
- Pariwisata Berbasis Sejarah: Keberadaan Candi Bumi Ayu bukan sekadar tumpukan batu, melainkan identitas budaya yang memiliki nilai jual tinggi jika dikemas dengan narasi pariwisata yang tepat.
Membuka Kran Aspirasi melalui PKS
Meski mengakui masih terbatasnya informasi karena belum bertemunya semua pemangku kebijakan secara formal, Askweni membuka pintu lebar bagi kolaborasi. Melalui Partai Keadilan Sejahtera (PKS), ia berkomitmen untuk menampung setiap aspirasi masyarakat untuk kemudian ditindaklanjuti secara konkret.
“Forum-forum seperti ini penting agar kami yang di legislatif bisa mendengar langsung suara dari kawan-kawan di lapangan. Pertanian, pertambangan, ekonomi kreatif—semuanya butuh sentuhan kolaboratif,” tambahnya.
Sinergi untuk PALI yang Lebih Maju
Visi besar ini membutuhkan sinergi antara pemerintah daerah, anggota legislatif di tingkat pusat, dan masyarakat. Tantangan ke depan bukan lagi soal membangun jalan, melainkan bagaimana mengisi “jalan” tersebut dengan aktivitas ekonomi yang menyejahterakan warga hingga ke pelosok desa.
Bagi Askweni, PALI sudah memiliki modalitas yang kuat. Kini, tinggal bagaimana komitmen politik dan kreativitas lapangan bersatu untuk membuat PALI tidak hanya maju secara fisik, tetapi juga mandiri secara ekonomi.
Penulis: ej@ | Editor: Efran















