PALI | tintamerah.co -, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, menunjukkan taji di bawah kepemimpinan Bupati Asgianto. Dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten PALI yang digelar Senin (30/3/2026), Bupati secara resmi menyampaikan Nota Pengantar Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 dengan sederet angka capaian makro yang memukau.
Bukan sekadar retorika, Asgianto menyuguhkan data konkret hasil potret Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan tren positif di berbagai sektor vital, mulai dari kesejahteraan masyarakat hingga pemerataan ekonomi.
IPM Tembus Angka 70: Bukti Kualitas Hidup Meningkat
Salah satu poin paling krusial adalah kenaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang kini resmi menyentuh angka 70,55 poin. Angka ini naik signifikan sebesar 1,32% dibandingkan tahun 2024 yang berada di level 69,63 poin.
“Kenaikan hampir 1 poin ini bukan sekadar angka di atas kertas, tapi cerminan bahwa akses kesehatan, pendidikan, dan standar hidup masyarakat PALI benar-benar mengalami perbaikan nyata,” tegas Asgianto di hadapan pimpinan dan anggota DPRD PALI.
Laju Ekonomi Lampaui Tahun Sebelumnya
Sektor ekonomi PALI juga menunjukkan performa yang “berotot”. Pada Kuartal III tahun 2025, pertumbuhan ekonomi PALI melesat di angka 5,72%. Capaian ini jauh meninggalkan catatan tahun 2024 pada periode yang sama yang hanya tumbuh sebesar 4,88%.
Akselerasi ini dianggap sebagai sinyal kuat bahwa iklim investasi dan daya beli masyarakat di Bumi Serepat Serasan semakin sehat dan dinamis.
Perang Melawan Kemiskinan dan Ketimpangan
Bupati Asgianto juga menyoroti keberhasilan pemerintah dalam menekan angka kemiskinan dan mempersempit jurang ketimpangan sosial:
- Angka Kemiskinan: Berhasil ditekan menjadi 9,27% (turun dari 9,82% pada tahun 2024). Penurunan sebesar 0,55 poin ini menjadi bukti efektivitas program bantuan sosial dan pemberdayaan ekonomi lokal.
- Angka Pengangguran: Terus merosot ke level 3,69%, turun dari tahun sebelumnya yang berada di angka 3,72%.
- Gini Ratio: Prestasi luar biasa terlihat pada pemerataan pendapatan. Rasio Gini PALI kini berada di angka 0,243 poin, turun tajam sebesar 20,58% dari angka 0,293 di tahun sebelumnya. Semakin rendah angka ini, semakin merata distribusi pendapatan masyarakat.
“Penurunan Gini Ratio sebesar 0,50 poin ini menunjukkan bahwa pembangunan di PALI tidak hanya dinikmati segelintir orang, tapi menyentuh seluruh lapisan masyarakat hingga ke akar rumput,” tambah Bupati.
Optimisme Menuju PALI Cemerlang
Penyampaian LKPJ ini menjadi momentum evaluasi sekaligus optimisme bagi Pemerintah Kabupaten PALI. Meski capaian makro menunjukkan tren positif, Bupati menegaskan bahwa pemerintah tidak akan berpuas diri dan akan terus fokus pada keberlanjutan infrastruktur serta penguatan ekonomi kreatif di tahun mendatang.
Sidang Paripurna yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh jajaran Wakil Ketua dan Anggota DPRD, unsur Forkopimda, serta kepala OPD di lingkungan Pemkab PALI.
Penulis: Efran | Editor: tintamerah.co















