“PALI ‘Pailit’ Rp449 Miliar? Kadin PU Akui Bupati Harus ‘Ngemis’ ke Jakarta Demi Proyek Tak Mandek”

Selasa, 17 Maret 2026 - 23:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati PALI, Asgianto, saat berdialog dengan Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin. (Dok/tangkapan layar citrasumsel.com)

Bupati PALI, Asgianto, saat berdialog dengan Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin. (Dok/tangkapan layar citrasumsel.com)

PALI | tintamerah.co -, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, tengah berada di persimpangan jalan yang krusial. Skema keuangan daerah mengalami kontraksi hebat setelah dana transfer dari pemerintah pusat dipangkas besar-besaran. Tak tanggung-tanggung, Bumi Serepat Serasan kehilangan potensi anggaran hingga Rp449 miliar—hampir menyentuh angka setengah triliun rupiah.

Kondisi ini memicu efek domino, terutama pada sektor pembangunan infrastruktur yang menjadi urat nadi ekonomi masyarakat. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten PALI, Ristanto Wahyudi, mengungkapkan betapa menyesaknya ruang gerak pembangunan saat ini akibat efisiensi ekstrem dari pusat.

Anggaran Dinas PU: Dari Rp400 Miliar Menjadi Rp100 Miliar

Ristanto memaparkan perbandingan yang cukup mencolok. Jika biasanya Dinas PU mengelola anggaran di kisaran Rp300 hingga Rp400 miliar per tahun, kini mereka harus bertahan dengan angka yang jauh dari ideal.

BACA JUGA  Polsek Penukal Abab Berhasil Mengamankan Tindakan Pencurian Dengan Pemberatan

“Bayangkan, infrastruktur kita kehilangan daya dobraknya. Dari biasanya sekitar Rp400 miliar, sekarang maksimal hanya Rp100 miliar. Artinya, kita kehilangan dua pertiga kekuatan anggaran. Ini yang perlu dipahami oleh masyarakat PALI,” ujar Ristanto kepada tintamerah.co, Jumat (6/3/2026)

Menurutnya, penurunan APBD dari asumsi Rp1,5 triliun menjadi hanya sekitar Rp1 triliun memaksa pemerintah daerah untuk memutar otak agar program strategis tidak mandek total.

Diplomasi “Ngemis” ke Ibu Kota

Menghadapi defisit yang menganga, Ristanto membeberkan perjuangan tak terlihat dari pimpinan daerah. Ia menyebut Bupati PALI harus bekerja ekstra keras, bahkan rela bolak-balik ke Jakarta demi menjemput bola anggaran di kementerian.

“Kalau Pak Bupati yang bicara, istilahnya itu ‘ngemis’ atau ‘ngamen’ ke pusat. Kita harus pintar-pintar mengatur anggaran dan mencari sumber pendanaan di luar APBD agar ekspektasi masyarakat terhadap pembangunan tetap terpenuhi,” tegasnya.

BACA JUGA  Sambut Ramadan dan Lebaran, DPRD PALI Pastikan Stok Pangan Stabil dan Infrastruktur Siap

Perjuangan “merantau” ke Ibu Kota tersebut, lanjut Ristanto, mulai membuahkan hasil nyata lewat jalur pendanaan alternatif seperti Inpres Jalan Daerah (IJD) dan dana APBN.

Cahaya di Tengah Efisiensi: IJD dan Proyek Pusat

Meski APBD sedang “sakit”, Ristanto memastikan sejumlah proyek vital tetap berjalan melalui intervensi pusat. Beberapa poin keberhasilan diplomasi anggaran tersebut antara lain:

  1. Inpres Jalan Daerah (IJD): PALI berhasil mengamankan dana Rp23 miliar untuk pembangunan di wilayah Purun Timur yang sumber dananya murni dari APBN.
  2. Pembangunan Rumah Sakit: Proyek ini dikabarkan telah melewati proses lelang dan sudah mendapatkan pemenang kontrak, dengan pembiayaan penuh dari pusat dengan total anggaran Rp150 miliar.
  3. Bantuan Keuangan Khusus (BKBK): Setelah tahun lalu sukses mendapatkan Rp72,5 miliar dari Gubernur Sumsel, Pemkab PALI optimis tahun ini angka tersebut bisa lebih besar setelah serangkaian lobi dan peninjauan lapangan.
BACA JUGA  Kabag Tapem Setda PALI Benarkan PT Inti Agro Makmur Tolak Kunker Pejabat Pemkab PALI

Menjaga Asa Pembangunan

Ristanto menegaskan bahwa meski secara teknis pengerjaan di lapangan tidak ada masalah, namun keterbatasan dana adalah realita pahit yang harus dikelola dengan transparansi. Dinas PUPR berkomitmen untuk tetap memprioritaskan pembangunan yang berdampak langsung pada mobilitas warga meski harus dengan skala prioritas yang sangat ketat.

“Kita tidak boleh menyerah dengan keadaan. Sumber-sumber anggaran pusat dan provinsi terus kita kejar agar pembangunan di PALI tidak mandek,” pungkasnya.

 

Laporan: Efran

 

Berita Terkait

Mitigasi Bencana Nol, FPR PALI Tuntut Pertamina Bertanggung Jawab: Jangan Korbankan Rakyat Demi Nafsu Industri!
KELALAIAN BRUTAL PERTAMINA PENDOPO: Warga Talang Gas & RSA PALI Siap Gelar Aksi Akbar Jika Tuntutan Diabaikan!
Urat Nadi Warga Talang Gas Disedot Tanpa Ampun: Company Man Rig TMMJ #05 Akhirnya Temui Warga, Desak Pengajuan Surat Tertulis
Mitigasi Bencana Nol, Pertamina & TMMJ Justru Rampas Urat Nadi Warga Talang Gas, PALI: Sungai Penukal Kering Total, Publik Desak Sanksi Tegas!
Perasaan Mendalam Bupati Asgianto Ditinggal Almarhumah Ibunda Hj. Salbiah: “Berat Sekali, Rasa Mau Lepas Kepala”
Bupati Asgianto: Selagi Ibumu Masih Hidup, Sayangi!
Restui Desakan Warga PALI, Gubernur Sumsel Sepakat Cabut Pergub No. 40/2017
Solidaritas Tanpa Batas: Insan Pers Bumi Serepat Serasan Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis yang Hilang di Anak Krakatau

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 13:30 WIB

Mitigasi Bencana Nol, FPR PALI Tuntut Pertamina Bertanggung Jawab: Jangan Korbankan Rakyat Demi Nafsu Industri!

Minggu, 20 September 2026 - 12:32 WIB

KELALAIAN BRUTAL PERTAMINA PENDOPO: Warga Talang Gas & RSA PALI Siap Gelar Aksi Akbar Jika Tuntutan Diabaikan!

Minggu, 20 September 2026 - 11:59 WIB

Urat Nadi Warga Talang Gas Disedot Tanpa Ampun: Company Man Rig TMMJ #05 Akhirnya Temui Warga, Desak Pengajuan Surat Tertulis

Minggu, 20 September 2026 - 11:12 WIB

Mitigasi Bencana Nol, Pertamina & TMMJ Justru Rampas Urat Nadi Warga Talang Gas, PALI: Sungai Penukal Kering Total, Publik Desak Sanksi Tegas!

Jumat, 18 September 2026 - 12:05 WIB

Perasaan Mendalam Bupati Asgianto Ditinggal Almarhumah Ibunda Hj. Salbiah: “Berat Sekali, Rasa Mau Lepas Kepala”

Berita Terbaru